Pilihan
Andi Darma Taufik Gelorakan Semangat Persatuan Kader PDIP Inhil
TEMBILAHAN – Gedung Tiga Putri, Minggu 21/6/2026, kembali bergema dengan semangat merah. Musyawarah Anak Cabang PDIP se-Kabupaten Indragiri Hilir menjadi panggung Ketua DPC PDIP Inhil, Andi Darma Taufik, untuk kembali menggaungkan nilai perjuangan, persatuan, dan keberpihakan kepada rakyat.
Hadir langsung dalam acara tersebut Ketua DPD PDIP Provinsi Riau H. Zukri, Bupati Inhil H. Herman, Ketua DPRD Inhil Iwan Taruna, ST, beserta seluruh kader dan pengurus anak cabang se-Inhil. Kehadiran para pimpinan ini menjadi simbol bahwa perjuangan tidak bisa dititipkan, tapi harus digenggam bersama.
Dalam pidatonya, Andi Darma Taufik menegaskan satu hal mendasar: besarnya partai tidak diukur dari gedung atau jumlah kader, tapi dari seberapa kokoh persatuan di dalamnya dan seberapa dekat denyutnya dengan rakyat.
“Perjalanan sebuah perjuangan tidak pernah dibangun oleh satu orang, melainkan oleh banyak tangan yang memiliki tekad dan tujuan yang sama. Perbedaan pandangan, pengalaman, maupun latar belakang bukan alasan untuk terpecah, tetapi menjadi energi besar untuk memperkuat barisan,” ujarnya.
Pesan paling kuat ia sampaikan terkait perbedaan. Menurutnya, perbedaan bukan kutukan, tapi anugerah jika disatukan oleh tujuan yang sama.
“Boleh berbeda pandangan, berbeda pengalaman, dan berbeda latar belakang. Tetapi selama tujuan kita sama, selama hati kita tetap bersama rakyat, maka perbedaan itu bukan kelemahan. Perbedaan adalah kekuatan,” tegas Andi, 21/6/26.
Ia mengingatkan kader untuk menjaga nilai perjuangan yang diwariskan Bung Karno seperti menjaga sanad keilmuan. Harus ada mata rantai kuat dari pendahulu, kader hari ini, hingga generasi penerus, agar api perjuangan tidak pernah padam.
“Jangan biarkan cita-cita besar perjuangan kalah oleh persoalan kecil. Kader harus saling menguatkan, saling menjaga, dan menjadikan gotong royong sebagai kekuatan utama,” pesan Andi.
Andi juga mengutip pesan Bung Karno bahwa pemimpin lahir dari rakyat, bukan berdiri di atas rakyat. Karena itu ia berpesan agar seluruh kader PDIP Inhil selalu hadir, mendengar, dan memahami denyut kehidupan masyarakat.
“Jangan pernah jauh dari rakyat. Karena dari rakyatlah perjuangan ini lahir, bersama rakyat perjuangan ini bergerak, dan untuk rakyat seluruh pengabdian ini dipersembahkan,” ucapnya penuh penekanan.
Menutup orasinya, Andi mengibaratkan PDIP sebagai bangunan besar. Bangunan tidak akan roboh karena badai dari luar, tapi bisa runtuh jika tiang-tiang di dalamnya berhenti saling menopang. Maka soliditas dan kekompakan menjadi harga mati.
“Selama rakyat masih berharap, selama rakyat masih mempercayai perjuangan ini, maka tugas kita belum selesai,” tutup Andi Darma Taufik.
Melalui Musancab ini, PDIP Inhil kembali menegaskan komitmennya: tetap menjadi partai yang hadir di tengah masyarakat, bekerja untuk rakyat, dan memperjuangkan kepentingan rakyat sesuai garis perjuangan Bung Karno. (*)













Tulis Komentar