Integrasi untuk Keamanan dan Kenyamanan
INDRAGIRIONE.COM — Pengalihan ini merupakan dampak dari pekerjaan integrasi Stasiun Sudirman Baru/BNI City dengan Stasiun Karet. Proyek itu dikerjakan KAI Daop 1 Jakarta bersama KAI Commuter, dengan target selesai pada 31 Desember 2026. Selama periode tersebut, penumpang diminta menyesuaikan titik naik dan turun.
Direktur Utama KAI Commuter Purnomo Sidi menjelaskan, integrasi ini disiapkan untuk membuat perjalanan pelanggan lebih aman dan nyaman. “Selama proses pekerjaan integrasi ini disiapkan dengan prinsip kehati-hatian karena Stasiun Karet telah menjadi bagian dari aktivitas harian pengguna Commuter Line dan masyarakat sekitar stasiun,” ujarnya, Senin (31/8/2026).
Penumpang Wajib Menyesuaikan Titik Naik-Turun
Mulai tanggal tersebut, pelanggan yang biasanya turun di Stasiun Karet harus melanjutkan atau turun di Stasiun Sudirman Baru/BNI City. KAI Commuter mengimbau pengguna untuk memperhatikan papan informasi dan mengatur ulang rencana perjalanan, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.
Purnomo menekankan bahwa keselamatan operasi tetap menjadi prioritas utama. Penataan alur pelanggan, pembenahan akses, serta penguatan sistem perjalanan menjadi bagian dari pekerjaan ini. Namun ia tidak merinci perubahan fisik apa saja yang akan dilakukan di kedua stasiun selama masa integrasi.
Dampak dan Harapan ke Depan
Pemindahan layanan ini berpotensi menambah kepadatan di Stasiun BNI City, yang selama ini lebih banyak melayani penumpang kereta bandara. Penumpang Commuter Line perlu memperkirakan waktu ekstra untuk berpindah jalur atau berjalan kaki menuju pintu masuk yang tersedia.
Setelah integrasi selesai, diharapkan pelayanan Commuter Line di kawasan tersebut semakin terintegrasi dengan moda lain serta mampu menampung arus penumpang yang lebih besar. KAI Commuter akan terus mengumumkan perkembangan pekerjaan melalui kanal resmi mereka, sehingga pengguna dapat memantau perubahan layanan selama masa transisi ini.