Pencarian

Saldo Seller TikTok Ditahan Lalu Rp 0, DPR Panggil TikTok

Kamis, 01 Oktober 2026 • 09:01:31 WIB
Saldo Seller TikTok Ditahan Lalu Rp 0, DPR Panggil TikTok
Rapat Badan Aspirasi Masyarakat DPR RI mendengar pengaduan penjual TikTok Shop di Kompleks Parlemen, Jakarta.

INDRAGIRIONE.COM — Badan Aspirasi Masyarakat DPR RI menerima aduan sejumlah penjual TikTok Shop yang saldo hasil jualannya tidak bisa dicairkan dan berujung menjadi Rp 0. Dua pedagang mengaku kehilangan saldo Rp 549 juta dan Rp 566 juta, dengan satu di antaranya terpaksa memutus hubungan kerja 20 karyawan. Wakil Ketua BAM DPR RI Adian Napitupulu berencana memanggil TikTok untuk meminta penjelasan atas persoalan tersebut.

Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI menggelar rapat di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (30/9/2026), untuk mendengar pengaduan sejumlah penjual TikTok Shop yang saldo penjualannya tidak dapat ditarik. Dalam rapat itu, dua pedagang membeberkan kronologi saldo mereka yang berakhir di angka nol.

Mardiah, salah satu penjual yang hadir, mengaku usahanya terganggu hingga harus menutup toko dan memberhentikan 20 karyawan setelah saldo Rp 549 juta tak bisa dicairkan. Zainal Abidin, penjual asal Rembang, Jawa Tengah, mengalami hal serupa dengan saldo sekitar Rp 566 juta yang hilang setelah ditahan tiga bulan.

Kerugian yang Dialami Para Penjual

Mardiah menuturkan dampak yang ia rasakan bukan hanya soal nominal saldo yang tertahan. Modal usaha yang tidak bisa diakses membuatnya tak bisa menambah stok barang, kehilangan kepercayaan supplier, dan reputasi usahanya rusak.

"Kerugian imaterial yang saya alami itu modal usaha saya tertahan, saya tidak bisa restock barang, kehilangan kepercayaan dari supplier, reputasi usaha saya buruk, stres, toko harus tutup, dan karyawan saya harus di-PHK. Karyawannya ada 20 saat itu, sudah berhenti," kata Mardiah.

Zainal mengaku stres menghadapi saldo yang hilang tanpa kejelasan. Ia mengaku tidak memahami pelanggaran apa yang dituduhkan kepadanya sampai dana tersebut tidak bisa ditarik sama sekali.

Kronologi Saldo Mardiah: Dari Banding hingga Nol

Mardiah mulai berjualan lewat TikTok Shop pada Agustus 2022. Beberapa bulan pertama, ia masih bisa menarik dana dari saldo penjualannya. Kondisi berubah pada 29 Desember 2022, ketika saldo tak lagi bisa dicairkan meski akunnya disebut belum memiliki poin pelanggaran.

Pada Januari 2023, ia mengajukan banding kepada TikTok Shop. Menurut keterangannya, hingga 17 Desember 2024 status pengajuan itu masih tercatat dalam proses banding.

Saldo yang sebelumnya masih tercantum di akun mulai berkurang pada 6 Februari 2023 dan akhirnya menjadi Rp 0. Mardiah mengaku menerima pemberitahuan soal pelanggaran kebijakan.

"Kemudian, 6 Februari, tiba-tiba saldo yang ada di seller itu dinolkan, jadi hilang, jadi Rp 0 dengan tuduhan pelanggaran kebijakan. Sanksi pelanggaran kebijakan. Kemudian, 10 April 2023, notifikasi email masuk dengan tuduhan lagi fake order. Pelanggaran fake order. Jadi, pelanggarannya juga saya dapat, tuduhannya berbeda-beda. Lain tanggal, lain lagi pelanggarannya," beber Mardiah.

Kasus Zainal: Toko Nonaktif, Saldo Ditahan Tiga Bulan

Zainal sudah berjualan lewat Tokopedia sejak 2019 dan tetap aktif setelah platform itu terintegrasi dengan TikTok. Tokonya dinonaktifkan pada 25 April 2026 dengan alasan penyalahgunaan subsidi. Saat itu ada saldo sekitar Rp 566 juta yang belum bisa ditarik dan disebut akan ditahan selama tiga bulan.

"Terus, Tokopedia merger sama TikTok itu tahun 2023, sistemnya sudah berubah menjadi sistem TikTok. Penarikan dana cuma sehari satu kali, ya. Terus, saya kan aktif jualan sampai kemarin itu tanggal 25 April 2026, itu tiba-tiba tokok saya dinonaktifkan," terang Zainal.

Hingga 25 Juli 2026, saldo itu belum dapat dicairkan. Zainal menghubungi layanan pelanggan pada 5 Agustus untuk meminta kejelasan. Seminggu kemudian, 12 Agustus 2026, saldo sekitar Rp 566 juta tersebut berubah menjadi Rp 0.

"Tanggal 12 Agustus malah saldo saya yang sekitar Rp 566 juta tadi dinolkan, hilang diambil semua, sudah nggak ada sisa. Dari total Rp 566 juta itu langsung ke 0. Saya kan stres langsung ini gimana, kok? Saldo ditahan 3 bulan, setelah 3 bulan nggak ada kejelasan, tanggal 5 Agustus saya tanya kepada CS, tanggal 12 Agustus malah hilang," bebernya.

Zainal diketahui berjualan ponsel di TikTok. Ia mengaku bingung dan tidak mengerti permasalahan yang membuat saldo usahanya ditahan hingga akhirnya hilang.

Langkah DPR: Panggil atau Datangi Kantor TikTok

Wakil Ketua BAM DPR RI Adian Napitupulu menyatakan pihaknya berencana memanggil TikTok terkait masalah tersebut. Jika mekanisme pemanggilan tidak memungkinkan, ia berencana mendatangi langsung kantor TikTok.

"Kalau bisa, kita panggil saja. Kalau tidak bisa, kita datang. Di mana sih tempatnya? (di Semanggi) Oh dekat, dekat banget. Kalau pulang kita lewat. Coba dibuat alternatif-alternatifnya," ujar Adian.

Rapat ini menjadi ruang bagi para penjual untuk menyampaikan keluhan yang selama ini tidak menemukan penyelesaian lewat kanal pengaduan platform. DPR belum memutuskan bentuk tindak lanjut resmi di luar rencana pemanggilan tersebut.

Sumber: finance.detik.com

Follow www.indragirione.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks