INDRAGIRIONE.COM — Imbal hasil obligasi Pemerintah Amerika Serikat bertenor 10 tahun menembus 5,365% pada perdagangan Rabu, level tertinggi sejak April 2002. Lonjakan yield itu menekan tiga indeks utama Wall Street, dengan Dow Jones Industrial Average turun 341,41 poin atau 0,66% ke 51.179,87.
Tekanan di pasar obligasi AS merembet ke pasar saham. S&P 500 melemah 0,22% ke 7.801,77, sedangkan Nasdaq Composite turun 0,22% ke 27.538,69. Pelemahan terjadi sehari setelah S&P 500 pertama kali ditutup di atas level 7.800, yang saat itu ditopang saham-saham produsen chip.
Yield Treasury 30 tahun juga mencapai 5,732%, level tertinggi sejak Mei 2002. Pasar sempat mereda setelah Departemen Keuangan AS melelang obligasi bertenor 10 tahun senilai US$ 39 miliar.
Lelang Treasury 10 Tahun Dinilai Belum Cukup Kuat
Kepala Riset Pasar Modal U.S. Bank Asset Management Bill Merz menilai rasio penawaran terhadap permintaan dan partisipasi penawar dalam lelang tersebut belum cukup kuat.
Menurut Merz, investor perlu menunjukkan minat terhadap tingkat imbal hasil yang relatif tinggi dibandingkan kondisi 15 hingga 20 tahun terakhir. Meski begitu, investor tetap perlu menyikapinya dengan hati-hati.
"Ada banyak faktor pendorong lain di luar sana yang juga perlu kita pertimbangkan secara terpisah," kata Merz dikutip CNBC International.
Risalah The Fed Sinyalkan Kenaikan Suku Bunga Akhir Tahun
Risalah rapat Federal Reserve pada September menunjukkan para pejabat memperkirakan kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun, tanpa memberi indikasi waktu pasti. Sebagian besar peserta rapat menilai kenaikan lanjutan pada kisaran target federal funds rate kemungkinan tepat dilakukan pada akhir tahun.
Para pejabat The Fed menegaskan tetap membuka opsi kebijakan dan akan mempertimbangkan data terbaru di setiap rapat, termasuk menilai dampaknya terhadap prospek ekonomi dan keseimbangan risiko.
Saham Perbankan dan Teknologi Paling Tertekan
Kenaikan imbal hasil obligasi menekan sejumlah sektor utama di pasar saham. Saham perbankan melemah karena investor khawatir suku bunga tinggi menghambat aktivitas pemberian pinjaman.
- Goldman Sachs turun 1%
- Bank of America turun 1%
- Wells Fargo, Citigroup, dan JPMorgan ditutup melemah
- CrowdStrike turun hampir 5%
- Palo Alto Networks melemah lebih dari 3%
- Meta Platforms turun lebih dari 2%
Saham teknologi tertekan karena investor mengkhawatirkan biaya pinjaman yang lebih tinggi dapat membatasi pengembangan kecerdasan buatan (AI).
Margin Laba Menyempit, tapi Ekspektasi Inflasi Masih Terkendali
Kepala Riset dan Strategi Kuantitatif Horizon Investments Mike Dickson mengatakan kenaikan suku bunga telah mempersempit ruang bagi perusahaan untuk mencetak laba. Namun, laba masih berpotensi mendorong pasar lebih tinggi.
"Dengan tingkat suku bunga saat ini dan kenaikan yang telah kita lihat, saya rasa wajar untuk mengatakan margin kesalahan telah menyempit terkait laba," kata Dickson dikutip dari CNBC.
Dickson menilai ekspektasi inflasi masih terlihat sangat terkendali meskipun imbal hasil obligasi kembali meningkat. Kondisi pasar bisa berubah jika kenaikan yield Treasury 10 tahun mulai mencerminkan lonjakan ekspektasi inflasi.
"Jika imbal hasil obligasi 10 tahun mulai naik karena ekspektasi inflasi menjadi tidak terkendali, nah, sekarang situasinya bisa sedikit lepas kendali," ujarnya.
Harga Minyak Turun, Brent Bertahan di Atas US$ 100
Di pasar komoditas, harga minyak mentah AS ditutup turun 1,3% menjadi US$ 88,28 per barel. Minyak mentah Brent turun 0,4% ke US$ 100,20 per barel.