INDRAGIRIONE.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak terbatas pada rentang 4.950-5.200 pada perdagangan hari ini, setelah ditutup menguat 0,79% ke level 5.096,83 pada sesi sebelumnya. Phintraco Sekuritas menilai data ekonomi domestik yang lebih baik dari estimasi menjadi penopang, meski tekanan yield SUN masih membayangi. Lima saham pilihan pun disiapkan untuk mencermati pergerakan indeks.
Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak sideways pada perdagangan hari ini dengan resistance di 5.200, pivot 5.100, dan support 4.950. Rekomendasi itu disusun setelah indeks sempat melemah hingga menyentuh level 4.983, lalu berbalik menguat ke 5.123 pada sesi sebelumnya.
Penguatan IHSG pada penutupan Senin (2/11/2026) ke 5.096,83 tidak lepas dari rilis sejumlah data ekonomi domestik yang melampaui estimasi pasar. Phintraco menilai kombinasi data inflasi, aktivitas manufaktur, dan neraca perdagangan memberi tenaga bagi indeks untuk berbalik dari zona merah.
Data Ekonomi Jadi Penopang Utama
Inflasi Oktober 2026 tercatat 0,22% secara bulanan (MoM) dan 3,23% secara tahunan (YoY), sedikit melambat dibandingkan September 2026 yang sebesar 0,3% MoM dan 3,28% YoY. Perlambatan ini memberi ruang bagi pasar untuk mencerna arah kebijakan suku bunga ke depan.
Dari sisi aktivitas industri, Indeks S&P Global Manufacturing PMI melanjutkan penguatan ke level 54 pada Oktober 2026 dari 52,4 pada September 2026. Angka itu lebih tinggi dari perkiraan konsensus di level 51,9, menandakan ekspansi sektor manufaktur masih berjalan.
Neraca perdagangan juga membukukan surplus US$3,36 miliar pada September 2026. Nilai itu lebih rendah dari surplus Agustus 2026 sebesar US$3,55 miliar, tetapi jauh di atas konsensus yang hanya US$1,9 miliar.
Sinyal Teknikal: Golden Cross di Area Pivot
Secara teknikal, Phintraco Sekuritas mencatat terjadi sedikit penyempitan histogram negatif MACD IHSG. Sementara itu, Stochastic RSI mengindikasikan potensi Golden Cross di area pivot, sinyal yang biasanya dibaca pelaku pasar sebagai tanda pembalikan arah jangka pendek.
"Dengan demikian, IHSG hari ini akan bergerak sideways pada kisaran 4.950-5.200," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.
Rekomendasi bergerak terbatas itu menunjukkan pelaku pasar cenderung menahan posisi besar sambil menunggu katalis baru. Bagi investor jangka pendek, rentang 4.950-5.200 bisa dipakai sebagai acuan untuk mencermati titik masuk dan keluar.
Lima Saham Pilihan Phintraco Sekuritas
Phintraco Sekuritas merekomendasikan lima saham untuk dicermati pada perdagangan hari ini. Salah satu yang disebut adalah BSDE, meski riset tidak merinci keempat saham lainnya secara lengkap dalam kutipan yang tersedia.
Pemilihan saham properti seperti BSDE biasanya dikaitkan dengan sensitivitas terhadap arah suku bunga dan likuiditas pasar. Ketika yield obligasi pemerintah (SUN) masih menjadi ancaman, saham-saham yang bergerak di sektor sensitif bunga kerap menjadi perhatian utama investor.
Yield SUN Masih Jadi Ancaman
Phintraco Sekuritas menyoroti yield Surat Utang Negara (SUN) yang berpotensi mengancam pergerakan IHSG. Kenaikan yield SUN dapat mengalihkan minat investor dari pasar saham ke obligasi, terutama jika selisih imbal hasil makin melebar.
Tekanan pada yield SUN juga berdampak pada biaya dana emiten dan daya tarik valuasi saham. Untuk itu, pelaku pasar disarankan mencermati pergerakan yield acuan sebelum menambah eksposur di saham-saham berkapitalisasi besar.
Dengan rentang pergerakan yang terbatas, strategi trading jangka pendek di kisaran support dan resistance menjadi pilihan yang lebih masuk akal ketimbang mengejar momentum. Investor perlu memantau rilis data lanjutan dan arah yield SUN sebagai penentu arah indeks dalam beberapa sesi ke depan.