Kebakaran Lahan 5 Hektare di Tembilahan Ancam Permukiman, 72 Hotspot Terdeteksi di Inhil

72 Hotspot di Inhil, 5 Hektare Lahan Terbakar, Tim Gabungan Padamkan Api
Penulis: Indragirione
Jumat, 28 Agustus 2026 | 14:54:34 WIB

Kebakaran lahan melanda kawasan perkebunan Parit 18, Kelurahan Sungai Beringin, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), pada Jumat (28/8/2026) sore. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai lebih dari lima hektare. Titik api sempat mendekati area permukiman warga.

Di lokasi, kepulan asap dengan semburat kemerahan membumbung tinggi. Tim gabungan masih melakukan upaya pemadaman dan mencegah api meluas.

Kebakaran mulai terdeteksi Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Hingga Jumat sore, penanganan dilakukan tim gabungan dari unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, pemadam kebakaran, dan masyarakat.

Plh. Bupati Inhil Yuliantini turun langsung ke lokasi. Ia hadir bersama Brigjen TNI (Mar) Agus Gunawan, jajaran TNI-Polri, BPBD, Damkar, serta masyarakat yang terlibat dalam pemadaman.

Yuliantini mengatakan, hingga Jumat terdeteksi 72 titik panas (hotspot) di delapan kecamatan di Kabupaten Inhil.

"Segala upaya telah kita lakukan untuk melakukan pemadaman. Saat ini kita sedang membuat embung untuk membuat aliran air yang bisa digunakan dalam proses pemadaman," ujar Yuliantini di lokasi.

Yuliantini menyebut personel gabungan telah disebar ke sejumlah lokasi kebakaran. Keterlibatan lintas unsur penting karena kondisi geografis Inhil yang didominasi lahan gambut dan luas.

"Hari ini tim telah disebar di berbagai lokasi untuk melakukan pemadaman. Ada BPBD, Polri, TNI, Damkar dan masyarakat. Terima kasih atas kerja samanya," katanya.

Di kawasan Sungai Beringin, Pemkab Inhil bersama tim penanganan membuat dua embung sebagai sumber air untuk pemadaman. Yuliantini menyebut angin di lokasi sempat kencang sehingga berpotensi mempercepat penyebaran api, namun mulai normal saat peninjauan.

"Kita di sini membuat dua embung. Semoga bisa memenuhi kebutuhan air untuk memadamkan api," ujarnya.

Pemkab Inhil berharap dukungan dari BPBD Provinsi Riau dan pemerintah pusat melalui BNPB, khususnya peralatan yang sesuai kondisi lapangan. Yuliantini menjelaskan, tanah gambut membuat pemadaman butuh peralatan dan strategi khusus. Akses ke titik api sempit sehingga mobilisasi peralatan besar sulit.

"Struktur tanah Inhil ini gambut dan peralatan yang digunakan saat ini sangat sederhana. Lokasi jalan yang kecil menuju titik api, jadi kita perlu mesin-mesin yang mudah dibawa," jelasnya.

Ia berharap dukungan pemerintah provinsi dan pusat memperkuat penanganan, terutama saat kemarau yang meningkatkan risiko kebakaran.

Yuliantini juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

"Saya harap masyarakat jangan membuka lahan dengan cara dibakar. Mari kita jaga lingkungan. Akibat kebakaran ini, udara kita menjadi tidak sehat lagi dan dapat memicu timbulnya penyakit," tegasnya.

Pemkab Inhil juga berencana melaksanakan Salat Istisqa untuk memohon turunnya hujan dalam waktu dekat. Pemerintah daerah mengajak masyarakat menjaga lingkungan, mencegah titik api baru, dan mendukung upaya pemadaman yang masih berlangsung.

Reporter: Indragirione