Groundbreaking Museum dan Monumen Bahasa, Bupati Bintan Sebut Ini Kebanggan Masyarakat Kepri

Groundbreaking Museum Bahasa Nasional di Pulau Penyengat jadi kebanggaan masyarakat Kepri.
Penulis: Indragirione
Kamis, 24 September 2026 | 12:00:00 WIB

Pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional resmi dimulai di Pulau Penyengat, Kepulauan Riau, Kamis (24/09). Groundbreaking dilakukan Menteri Dalam Negeri RI Muhammad Tito Karnavian bersama Gubernur Kepri Ansar Ahmad.

Menurut Tito, fasilitas ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat menyimpan sejarah, tetapi juga dikembangkan sebagai objek wisata dan ruang edukasi yang menarik bagi generasi muda.

“Jadi nanti museum itu akan berisi tentang sejarah, ceritanya, dan lain-lain dengan gaya-gaya yang disukai oleh Gen Z sampai Gen Alpha” kata Tito.

Tito menilai teknologi perlu dimanfaatkan dalam penyajian museum agar sejarah dapat dikemas dengan cara yang lebih menarik. Museum tersebut juga disebut dapat menjadi salah satu objek wisata baru di Provinsi Kepri. Tito menitipkan pesan agar museum dan monumen tersebut dirawat dan terus dikembangkan oleh pemerintah daerah pada masa mendatang.

Gubernur Ansar dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembangunan museum dan monumen tersebut berkaitan dengan sejarah Pulau Penyengat dalam perkembangan bahasa Melayu hingga menjadi bagian dari perjalanan Bahasa Indonesia.

“Pulau Penyengat ini pulau kecil, tapi pernah memainkan peran yang sangat penting di masa lalu" ujar Ansar.

Pulau Penyengat pernah menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Riau-Lingga dan berkembang sebagai tempat tradisi intelektual Melayu. Sejumlah karya Raja Ali Haji, seperti Gurindam Dua Belas dan Bustan Al-Katibin, menjadi bagian dari jejak sejarah tersebut.

Bupati Bintan Roby Kurniawan yang turut hadir dalam groundbreaking menyampaikan apresiasi serta menyambut baik hadirnya ikon kebanggaan masyarakat Kepri tersebut. Menurut Roby, museum dan monumen ini akan meningkatkan marwah masyarakat Kepri sebagai bangsa Melayu yang berperan besar dan tercatat dalam sejarah.

"Harapan kita dan seluruh masyarakat Kepri tentunya, semua bisa berjalan sesuai rencana. Sampai nantinya rampung, museum dan monumen bahasa ini jadi kebanggaan kita yang akan diwariskan kepada anak cucu agar mereka tidak lupa dengan kejayaan bumi Melayu ini" jelas Roby.

Museum dan monumen tersebut diharapkan menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal sejarah sekaligus menjaga identitas di tengah perkembangan era digital.

Reporter: Indragirione