Pertamina Siapkan Biometrik untuk Subsidi BBM dan Elpiji 3 Kg, Ini Cara Cek Status Anda
INDRAGIRIONE.COM — Pertamina Patra Niaga menyatakan sistem biometrik untuk transaksi elpiji 3 kg masih dalam tahap pengujian bersama Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil). Pengembangan ini menambah lapisan verifikasi setelah NIK diwajibkan dalam pembelian elpiji bersubsidi lewat Merchant Apps Pertamina (MAP).
Untuk BBM bersubsidi, Pertamina belum menerapkan biometrik. Transaksi Pertalite dan Biosolar saat ini memakai kode batang melalui aplikasi MyPertamina. Basis data kendaraan penerima subsidi tengah diperkuat bersama kementerian dan lembaga terkait.
"Kami sudah menyiapkan sistem bentuk subsidi tepat dan ini untuk BBM dan elpiji," kata Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto dalam temu media di Yogyakarta, Jumat (11/9/2026).
Anggaran Energi dan Subsidi di APBN 2026
Pemerintah mengalokasikan subsidi energi Rp210,1 triliun, atau 65,87 persen dari total anggaran subsidi dalam APBN 2026 sebesar Rp318,9 triliun. Jika digabung dengan kompensasi, total anggaran untuk ketahanan energi mencapai Rp381,3 triliun.
Angka itu menunjukkan subsidi energi menyerap porsi terbesar dari belanja subsidi negara. Karena itu, pemerintah menempatkan akurasi data penerima sebagai syarat utama sebelum memperluas pembatasan.
Kriteria Penerima Masih Menunggu Validasi Data
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyatakan pembatasan penyaluran Pertalite bagi masyarakat desil 9-10 masih menunggu validasi data. Pemerintah masih memeriksa ketepatan data desil sebelum kebijakan dijalankan.
Pertamina mengaku belum memegang keputusan akhir soal dasar pembatasan. "Kami belum tahu kebijakannya nanti apakah menggunakan kebijakan pengaturan desil maupun tipe kendaraan. Kami sedang menunggu arahan dari pemerintah," ujar Eko.
Artinya, belum ada daftar resmi penerima yang dikecualikan maupun yang dicabut hak subsidinya. Masyarakat disarankan tidak mempercayai informasi pembatasan yang beredar tanpa dasar resmi.
Cara Memastikan Data Anda Terverifikasi
Untuk elpiji 3 kg, verifikasi berjalan di titik pembelian. Konsumen menyerahkan NIK yang terdaftar di Dukcapil saat bertransaksi lewat MAP di pangkalan resmi. NIK yang tidak padan berisiko gagal diproses.
Pastikan NIK di Kartu Tanda Penduduk aktif dan sesuai data keluarga di Dukcapil. Jika baru pindah domisili atau ada perubahan anggota keluarga, perbarui data di kantor desa atau kelurahan setempat.
Untuk BBM bersubsidi, pengguna kendaraan dapat mendaftar dan memperbarui data kendaraan di aplikasi MyPertamina. Kendaraan yang datanya lengkap lebih siap menghadapi kebijakan pembatasan jika nanti diberlakukan.
Jadwal dan Bank Penyalur
Hingga berita ini ditulis, Pertamina belum mengumumkan tanggal resmi penerapan biometrik elpiji 3 kg maupun skema pembatasan Pertalite. Informasi jadwal, bank penyalur, dan mekanisme pencairan subsidi dapat diakses melalui kanal resmi Pertamina dan Kementerian ESDM.
Waspadai Penipuan Berkedok Pendaftaran Subsidi
Pendaftaran elpiji 3 kg dan BBM bersubsidi tidak dipungut biaya. Tidak ada calo resmi yang bisa menjamin seseorang lolos verifikasi. Laporkan permintaan uang atau jasa pendaftaran ke call center Pertamina 135 atau kanal pengaduan Kementerian ESDM.
Ikuti hanya pengumuman dari Pertamina, Kementerian ESDM, dan Dukcapil. Periksa ulang setiap tautan pendaftaran sebelum mengisi data pribadi, terutama NIK dan nomor kendaraan.