Prabowo: Realisasi Investasi Rp 1.010 Triliun Topang Ekonomi, Bukan Cuma MBG

Presiden Prabowo Subianto memaparkan realisasi investasi nasional sebesar Rp 1.010 triliun hingga Juni 2026.
Penulis: Fajar
Jumat, 18 September 2026 | 06:01:02 WIB

INDRAGIRIONE.COM — Realisasi investasi Indonesia menembus Rp 1.010 triliun hingga Juni 2026, angka yang disebut Presiden Prabowo Subianto sebagai penopang utama ekonomi nasional. Kepala negara menegaskan pertumbuhan ekonomi tidak semata bergantung pada program pemerintah seperti MBG dan Koperasi Merah Putih. Investasi swasta dinilai menjadi mesin penggerak yang membuka sekitar 1,4 juta lapangan kerja baru tahun ini.

Presiden Prabowo Subianto memaparkan capaian investasi nasional dalam acara Presiden Prabowo Menjawab yang disiarkan melalui akun YouTube pribadinya, dikutip Kamis (17/9/2026). Menurutnya, realisasi investasi hingga Juni 2026 telah mencapai Rp 1.010 triliun, sementara sepanjang 2025 tercatat Rp 1.931 triliun.

Angka tersebut disebut memberikan kontribusi langsung terhadap penciptaan lapangan kerja. Pemerintah mencatat sekitar 2,7 juta lapangan kerja baru pada 2025, sedangkan tahun ini pembukaan sekitar 1,4 juta lapangan kerja berasal dari realisasi investasi.

Investasi Swasta Jadi Penopang, Bukan Program Pemerintah

Prabowo menepis anggapan bahwa pertumbuhan ekonomi hanya bergantung pada pengeluaran pemerintah. Menurutnya, investasi swasta memegang peranan besar dalam menjaga momentum ekonomi nasional.

"Ini investasi bukan dari program pemerintah, bukan MBG, bukan Koperasi Merah Putih, bukan," tegas Prabowo.

Keyakinan terhadap masuknya modal besar didasarkan pada pertemuan Prabowo dengan sejumlah pelaku usaha besar dunia. Para investor tersebut, kata dia, telah menilai fundamental ekonomi Indonesia sebagai alasan utama menanamkan modal di dalam negeri.

"Saya sudah ketemu pemain-pemain besar di dunia, mereka datang ke Indonesia, mereka tahu fundamental ekonomi kita kuat dan aman," ujar Prabowo.

Inflasi 2,92% dan Defisit di Bawah 3% Jadi Pemicu Kepercayaan Investor

Beberapa indikator makro ekonomi menjadi pemicu kepercayaan investor. Prabowo menyoroti tingkat inflasi yang berada di level rendah, rasio utang yang relatif rendah, serta defisit yang masih di bawah batas 3%.

"Ekonomi kita bagus. Inflasi kita salah satu terendah di dunia, 2,92%, Anda bayangkan," kata Prabowo.

Dia membandingkan posisi defisit Indonesia dengan sejumlah negara lain. Menurut Prabowo, defisit Indonesia berada di bawah 3%, sementara Filipina mencapai sekitar 6%, India 4,6%, dan Prancis 5,4%.

"Jadi, semua orang percaya sama Indonesia. Makanya mereka mau datang ke Indonesia. Saya sangat optimis," ujar Prabowo.

Proyeksi Goldman Sachs: Indonesia Ekonomi Terbesar Dunia pada 2050

Prabowo menilai prospek ekonomi Indonesia dalam jangka panjang masih sangat besar. Dia merujuk pada proyeksi Goldman Sachs yang memperkirakan Indonesia dapat menjadi salah satu ekonomi terbesar dunia pada 2050.

"Semua dunia yakin Indonesia akan menjadi ekonomi ke-6, ke-5, ke-4. Dunia. Dalam tahun 2050, which is 25 tahun ke depan," kata Prabowo.

Beberapa minggu ke depan, Prabowo mengatakan bakal masuk lagi investasi ke Indonesia dan membuka lapangan kerja. Menurutnya, gejolak global tidak menyurutkan minat investor terhadap pasar domestik.

"Jadi padahal ini gejolak global ya. Beberapa minggu ke depan ya Anda tunggu saja. Karena saya sudah tahu ya akan ada investasi besar-besaran masuk ke Indonesia. Akan besar-besaran," ujar Prabowo.

Dengan sejumlah indikator tersebut, Prabowo mengatakan pemerintah akan terus menjaga momentum ekonomi sekaligus menarik investasi masuk ke Indonesia.

Reporter: Fajar