INHU - Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Indragiri menggelar Sarasehan Pencegahan dan Pemberantasan Narkoba pada Selasa, 3 November 2026. Kegiatan ini terselenggara berkat sinergi Badan Narkotika Nasional (BNN) dengan Komisi III DPR RI.

Sarasehan tersebut menjadi bagian dari langkah mempererat kolaborasi antarkelembagaan guna mendorong kesadaran masyarakat, terutama akademisi dan mahasiswa, terhadap ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Perguruan tinggi diharapkan berperan aktif mendukung terciptanya lingkungan Bersinar (Bersih Narkoba).

Sejumlah narasumber hadir dalam acara ini, yakni Kepala BNN Provinsi Riau Brigjen Pol. Christ Reinhard Pusung, S.I.K., M.Han., M.H., Anggota Komisi III DPR RI Dra. Hj. Siti Aisyah, S.H., Sp.N., dan Staf Khusus Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia Miftahul Khoir, S.Psi.

Turut hadir Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Indragiri Hulu Raja Andrea Malantino, S.E., Kepala BNN wilayah Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir AKBP Usril, S.H., M.H., Kapolres Indragiri Hulu AKBP John Louis Letedara, S.I.K., serta jajaran sivitas akademika dan perwakilan mahasiswa ITB Indragiri.

Anggota Komisi III DPR RI Dra. Hj. Siti Aisyah, S.H., Sp.N., dalam paparannya menegaskan dukungan Komisi III DPR RI terhadap upaya BNN melalui fungsi legislasi dan pengawasan. Dukungan tersebut mencakup kebijakan serta penganggaran yang dibutuhkan guna memperkuat pencegahan dan pemberantasan narkotika di Indonesia.

BNN pun terus mendorong penguatan edukasi dan kesadaran masyarakat tentang bahaya penyalahgunaan narkotika. Pencegahan memerlukan keterlibatan berbagai elemen masyarakat, termasuk institusi pendidikan dan generasi muda, demi terciptanya lingkungan sosial yang tahan terhadap ancaman narkotika.

Plt. Rektor ITB Indragiri, Assoc. Prof. Dr. Tomy Fitrio, S.E., M.M., berharap sarasehan ini bukan sekadar forum informasi dan edukasi, melainkan mampu menumbuhkan kesadaran serta komitmen bersama untuk mencegah penyalahgunaan narkotika.

Ia menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mewujudkan lingkungan akademik yang sehat, aman, produktif, dan berintegritas. Mahasiswa juga diharapkan menjadi bagian dari generasi yang berkontribusi aktif mencegah narkoba, baik di kampus maupun di masyarakat.

Mahasiswa menempati posisi strategis sebagai agen perubahan (agent of change) dalam membangun kesadaran kolektif terhadap bahaya narkotika. Peran itu tidak cukup ditunjukkan lewat sikap tegas menolak penyalahgunaan narkoba, tetapi juga melalui keterlibatan aktif menyebarkan edukasi, membangun lingkungan pergaulan yang sehat, dan menjadi pelopor pencegahan narkotika di kampus maupun masyarakat.

Karena itu, mahasiswa diharapkan memanfaatkan masa perkuliahan untuk mengembangkan kapasitas intelektual, mengasah potensi diri, berinovasi, dan menghasilkan karya bermanfaat tanpa terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.

Lewat sarasehan ini, ITB Indragiri menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, lembaga penegak hukum, institusi pendidikan, dan masyarakat dalam membangun generasi muda yang berintegritas, produktif, serta peduli terhadap masa depan bangsa.

Reporter: ARLENDI SITUMORANG