INDRAGIRIONE.COM — Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak bersubsidi tetap terjaga hingga akhir 2026 melalui pembahasan strategi fiskal bersama Kementerian Keuangan dan BP Danantara. Anggota Dewan Ekonomi Nasional Septian Hario Seto menyampaikan hal itu setelah memaparkan kajian DEN kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta. Masyarakat pengguna BBM subsidi belum perlu khawatir soal lonjakan harga, meski rincian kebijakan dan besaran anggarannya belum diumumkan.
Menurut Seto, langkah pemerintah menjaga harga BBM bersubsidi dinilai sudah tepat, terutama untuk melindungi daya beli masyarakat. Ia menegaskan pemerintah ingin harga energi tetap stabil tanpa mengorbankan keberlanjutan fiskal negara.
Strategi Fiskal yang Sedang Dibahas
Pemerintah mendiskusikan beberapa opsi strategi fiskal yang bisa ditempuh bersama Kementerian Keuangan dan Danantara. Tujuannya satu: memastikan harga BBM bersubsidi tidak naik sampai akhir tahun, sementara kondisi fiskal tetap sehat.
"Kami juga mendiskusikan beberapa strategi-strategi fiskal yang bisa dilakukan oleh pemerintah, Kementerian Keuangan dan juga dibantu Danantara untuk memastikan bahwa harga BBM ini tetap bisa dijaga sampai dengan akhir tahun dan fiskalnya juga tetap sustainable," ujar Seto.
Namun Seto belum merinci strategi fiskal yang akan dipakai. Bentuk keterlibatan Danantara maupun besaran anggaran yang dibutuhkan untuk menjaga harga BBM bersubsidi hingga akhir tahun juga belum diumumkan.
Subsidi Energi Jangka Panjang Lebih Tepat Sasaran
Selain menjaga harga dalam jangka pendek, pemerintah membahas perbaikan kebijakan subsidi energi untuk jangka panjang. Fokus utamanya adalah memastikan subsidi disalurkan lebih tepat sasaran.
Seto menilai perbaikan itu diperlukan agar kebijakan menjaga harga energi tetap mendukung daya beli masyarakat, sekaligus mempertahankan keberlanjutan fiskal. Dengan begitu, subsidi tidak hanya menahan kenaikan harga, tetapi juga sampai ke kelompok yang benar-benar membutuhkan.
Apa Artinya bagi Pengguna BBM Subsidi?
Bagi masyarakat, sinyal dari pemerintah ini berarti harga BBM bersubsidi diharapkan tidak mengalami lonjakan hingga akhir 2026. Namun karena rincian kebijakan belum dipaparkan, belum ada kepastian soal mekanisme, besaran anggaran, maupun bentuk keterlibatan Danantara.
Pemerintah juga belum mengumumkan apakah ada perubahan kriteria penerima subsidi energi dalam perbaikan kebijakan jangka panjang. Informasi resmi mengenai harga dan penyaluran BBM bersubsidi dapat diakses melalui kanal Kementerian Keuangan dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
Waspadai Informasi Palsu soal Harga BBM
Masyarakat diminta tidak mudah percaya pada kabar soal kenaikan atau penurunan harga BBM yang beredar di media sosial tanpa sumber resmi. Sampai saat ini, pemerintah belum mengumumkan perubahan harga BBM bersubsidi.
Waspadai pula pihak yang mengatasnamakan instansi tertentu dan meminta uang dengan dalih pengurusan subsidi atau kompensasi. Kanal pengaduan resmi pemerintah tetap menjadi rujukan utama untuk memverifikasi informasi seputar kebijakan energi dan subsidi.