• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Karimun
    • Karimun
  • Lifestyle
  • Fokus Inhil
  • Peristiwa
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Parlemen
  • Politik
  • Hukrim
  • Ekonomi
  • Desa
  • More
    • Mitra TNI
    • Mitra Polri
    • Advertorial
    • Nasional
    • Dunia
    • Opini
    • Sosbud
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks

Pilihan

  • +
Kantor Imigrasi Karimun, Gelar Sosialisasi TPPO Ke Masyarakat Desa Pangke.
Dibaca : 216 Kali
Imigrasi Karimun Gelar Sosialisasi Pencegahan TPPO Ke Masyarakat Desa Pangke.
Dibaca : 222 Kali
Antisipasi Kerawanan Kamtibmas Samapta Polres Karimun Gelar Patroli Perintis Presisi
Dibaca : 175 Kali
DLH Karimun Gelar Sosialisasi Pembayaran Retribusi Jasa Layanan Kebersihan Non Tunai.
Dibaca : 228 Kali
Bupati Iskandarsyah Sebut Inflasi Karimun Terentah Di Kepri
Dibaca : 349 Kali

  • Home
  • Riau
  • Inhil

2 Penyidik KPK Dihajar Rombongan Pejabat Papua, Hidung Patah

Indragirione

Senin, 04 Februari 2019 02:22:00 WIB
Cetak

Dua penyidik KPK dihajar oleh oknum rombongan pejabat Papua
Indragirione.com – Dua penyidik KPK dihajar oleh oknum rombongan pejabat Papua. Wajahnya babak belur, sobek, bahkan hidung patah. Keduanya kini sedang menjalani perwatan dan akan dilakukan tindakan operasi di Rumah Sakit.

Kejadian tersebut dibenarkan oleh Juru Bicara KPK Febri Diansyah. Dituturkanya, tiga penyidik KPK itu awalnya ditugaskan untuk melakukan ‘pengintaian’ di Hotel Borobudur, Jakarta, pada Sabtu (2/2). Namun, tiba-tiba didatangi oleh sejumlah orang dan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melaporkan ke Polda Metro Jaya terkait adanya penganiayaan terhadap dua penyidik lembaga antirasuah. Kasus tersebut akan ditangani oleh Jatantras Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah membeberkan kronologi terjadinya penyerangan terhadap dua penyidik tersebut. Dia menyebut, dua penyidik mendapat serangan penganiayaan di Hotel Borobudur pada Sabtu (2/2) kemarin.

“Kejadianya menjelang tengah malam kemarin Sabtu, di Hotel Borobudur. Penyidik kami luka parah, robek dan patah tulang hidungnya, jadi harus dioperasi,” kata Febri saat dikonfirmasi, Minggu (3/2).

Dua penyidik KPK itu ditugaskan untuk melakukan pengecekan di lapangan terhadap informasi masyarakat tentang adanya indikasi korupsi di Hotel Borobudur. Namun, mereka diserang oleh oknum rombongan pejabat yang sedang diintainya hingga akhirnya luka parah.

“Mereka mendapat tindakan yang tidak pantas dan dianiaya hingga menyebabkan kerusakan pada bagian tubuh,” ucapnya.

Padahal, lanjut Febri, kedua penyidik KPK yang menjadi korban tersebut, telah memperlihatkan identitas sebagai penyidik KPK. “Meskipun telah diperlihatkan identitas KPK namun pemukulan tetap dilakukan,” ucapnya.

Saat ini, kedua penyidik telah dilarikan ke rumah sakit untuk visum mendapat perawatan secara khusus. Kejadian ini juga sudah dilaporkan oleh KPK kepada Polda Metro Jaya.



“Untuk memastikan kondisi dan kesehatan pegawai, KPK telah membawa mereka ke RS untuk dilakukan visum,” jelasnya.

Lebih lanjut, Febri juga menyesalkan tindakan main hakim sendiri yang dilakukan pelaku terhadap dua penyidik KPK. Terlebih, keduanya sedang diberi tugas untuk memberantas korupsi.

“Apapun alasannya, tidak dibenarkan bagi siapapun untuk melakukan tindakan main hakim sendiri, apalagi ketika ditanya, Penyidik KPK telah menyampaikan bahwa mereka menjalankan tugas resmi,” ucap Febri.

“Sehingga kami memandang penganiayaan yang dilakukan terhadap dua pegawai KPK dan perampasan barang-barang yang ada pada pegawai tersebut merupakan tindakan serangan terhadap penegak hukum yang sedang menjalankan tugas,” tambahnya.

Oleh karenanya, Febri berharap aparat kepolisian dapat meringkus pelaku penganiayaan terhadap dua penyidiknya.

“Semoga segera diproses pelaku penganiayaan tersebut. Semoga hal yang sama tidak terjadi pada penegak hukum lain yang bertugas, baik KPK, Kejaksaan ataupun Polri,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Perawakilan Rakyat Papua (DPRP) Yunus Wonda menuturkan, kejadian dini hari di Hotel Borobudur terjadi karena pihaknya merasa tidak nyaman dintai dan difoto-foto oleh orang yang ternyata penyidik KPK itu.

Rombongannya langsung menghampiri dua penyidik KPK itu dan menanyakan soal keperluan memotret rombongannya, termasuk hadir Gubernur Papua Lukas Enembe berkali-kali, saat pihaknya baru saja selesai melakukan pertemuan dengan pihak Kemendagri untuk membahas RAPBD kemarin. Karena jadwalnya harus dikonsultasikan lebih dulu.

“Acara sudah selesai dan kami akan pulang. Tapi di loby hotel kami lihat kok ada orang foto-foto terus dan kami curiga jadi langsung kami pegang orang itu dan tanya,” kata Yunus sebagaimana dilansir dari Cepos Online (JawaPos grup).

Setelah diperiksa ternyata betul, dalam percakapan WhatsApp pria tersebut berisi foto dan keterangan yang langsung dikirim ke pimpinannya.

“Pak Gubernur juga melihat isi WhatsApp-nya dan ada sebutan Lukas (Lukas Enembe), YW (Yunus Wonda) dan aktivitas yang kami lakukan. Saat itu juga Pak Gubernur perintahkan bawa ke polisi. Itu terjadi sekitar pukul 01.00 dini hari,” bebernya.



Yunus menyebut bahwa awalnya ada tiga orang, namun salah satunya pergi lebih dulu. Setelah sampai di Polda Metro Jaya dan diperiksa ternyata betul, dua pria tersebut adalah penyidik dari KPK.

“Pihak kepolisian sudah konforirrmasi ke kami bahwa mereka memang dari KPK, kami paham tugas mereka, tapi kami tidak nyaman. Kami akan berikan keterangan pers soal ini dan mungkin ini sejarah karena baru pertama kali orang KPK yang justru kami bawa ke Polisi,” imbuhnya.

“Kami pikir mereka sebenarnya mau lakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap kami, tapi saya tegaskan bahwa kami kerja tak ada deal-deal dengan pihak manapun. Semua sesuai aturan, tapi kami seperti dicurigai,” tegasnya.

(one/pojoksatu)




Berita Lainnya

  • +

Bacaan Surat Yasin, Menyelimuti Masjid Baitulrahman Jember

RTLH, Dijadwalkan Pekan Ini Rampung

Asrama Polisi Jalan Perintis Tembilahan Terbakar

Menjaga Situasi Tetap Aman dan Nyaman Sat Samapta Polres Kuansing Lakukan Patroli Blue Light

LPMP Riau Giat Unit Layanan Terpadu Keliling di Inhu

Tanamkan Cinta Tanah Air, Babinsa Koramil Mandah Beri Materi Wawasan Kebangsaan pada Murid SMP

Untuk Meningkatkan Harga Kelapa, Wakil Ketua DPRD I Edi Gunawan Sambut Baik Akan Berdirinya Perusahaan Coconut Milk di Inhil

Maryan, SH : Tanggapan JPU Terhadap Eksepsi Ngawur dan Tidak Profesional

Bupati Afrizal Sintong Lepas Keberangkatan 283 Calon Jamaah Haji Rohil

Satgas TMMD ke-106 Kodim 0314/Inhil Berikan latihan Peraturan Baris Berbaris kepada siswa-siswi SMP

Kunjungan Kerja Perdana, Ini Penekanan Kapolres Inhu ke Jajaran

Duh 6 Zodiak Ini Senang Banget Berbohong Sih!







Tulis Komentar



Terkini

  • +Indeks
TP PKK Inhil Perkuat Peran Posyandu, Layanan 6 Bidang SPM Mulai Menyentuh Masyarakat Hingga Desa
20 Mei 2026
Bhabinkamtibmas Desa Belaras Cek Persiapan Lahan Jagung di PT RSA untuk Dukung Ketahanan Pangan
20 Mei 2026
Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II di Batang Tuaka Capai 40 Persen
20 Mei 2026
Putusan PHI, Hakim Minta Perusahaan Bayar Hak Karyawan Rp 191 Juta
20 Mei 2026
Serda Bambang Komsos dengan Warga Desa Sawiji
20 Mei 2026
Serma Iwan Bersama Warga Gotong-Royong Bangun RTLH di Desa Tembelang
20 Mei 2026
Babinsa Koramil Plandaan Kawal Pendistribusian Makan Bergizi Gratis untuk Pelajar
20 Mei 2026
Tumbuhkan Jiwa Patriotisme dan Cinta Tanah Air, Babinsa Koramil Mojowarno Bekali Wasbang
20 Mei 2026
Koramil Kabuh Bersama Warga Lakukan Gotong-Royong Pembangunan Rumah di Wilayah Teritorial
20 Mei 2026
Babinsa Koramil Jombang Dampingi Penyaluran 600 Paket Sembako untuk Warga Kelurahan Kaliwungu
20 Mei 2026

Trending

  • +Indeks
Tak Ada Data, Masyarakat Cegat PT Agrinas Pasang Plang di Desa Lubuk Besar
Dibaca : 216 Kali
GEMARI Desak Agrinas Evaluasi Pemenang KSO di Kebun sawit Putat Diduga Picu Kegaduhan di Tengah Masyarakat Desa Putat
Dibaca : 561 Kali
Pengerjaan Pavingisasi di Dusun Klagin Menuju 500 Meter
Dibaca : 211 Kali
Pembangunan Tembok Penahan Tanah Titik Akhir Hampir Rampung
Dibaca : 210 Kali
Dinas Pertanian Inhil Imbau Petani Tidak Mudah Terpengaruh Isu Saat Harga Kelapa Turun
Dibaca : 435 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
IndragiriOne.com ©2019 | All Rights Reserved By Delapan Media