• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Karimun
    • Karimun
  • Lifestyle
  • Fokus Inhil
  • Peristiwa
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Parlemen
  • Politik
  • Hukrim
  • Ekonomi
  • Desa
  • More
    • Mitra TNI
    • Mitra Polri
    • Advertorial
    • Nasional
    • Dunia
    • Opini
    • Sosbud
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks

Pilihan

  • +
"Anak-Anak Rindu" Pulanglah Sayang, 5 Hari Tanpa Kabar, Eko Menanti Vanessa Pulang.
Dibaca : 214 Kali
" Istri Ku Tercinta, Pulanglah, Anak - Anak Rindu" 5 Hari Tanpa Kabar, Eko Menanti Vanessa Pulang."
Dibaca : 200 Kali
Popda X Kepri Di Karimun Resmi Dibuka, Gubenur Ansar Sebut, Jadi Ajang Cetak Atlet Pelajar Berprestasi.
Dibaca : 224 Kali
Polres Karimun Ungkap Tiga Kasus Pencurian, Serta Amankan Dua Tersangka Kasus Narkotika Jenis Sabu.
Dibaca : 172 Kali
Upacara Peringatan HARGANAS Ke 33, Kajari Karimun Usung Tema", Ayah Wajib Hadir ".
Dibaca : 207 Kali

  • Home
  • Riau
  • Inhil

2 Penyidik KPK Dihajar Rombongan Pejabat Papua, Hidung Patah

Indragirione

Senin, 04 Februari 2019 02:22:00 WIB
Cetak

Dua penyidik KPK dihajar oleh oknum rombongan pejabat Papua
Indragirione.com – Dua penyidik KPK dihajar oleh oknum rombongan pejabat Papua. Wajahnya babak belur, sobek, bahkan hidung patah. Keduanya kini sedang menjalani perwatan dan akan dilakukan tindakan operasi di Rumah Sakit.

Kejadian tersebut dibenarkan oleh Juru Bicara KPK Febri Diansyah. Dituturkanya, tiga penyidik KPK itu awalnya ditugaskan untuk melakukan ‘pengintaian’ di Hotel Borobudur, Jakarta, pada Sabtu (2/2). Namun, tiba-tiba didatangi oleh sejumlah orang dan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melaporkan ke Polda Metro Jaya terkait adanya penganiayaan terhadap dua penyidik lembaga antirasuah. Kasus tersebut akan ditangani oleh Jatantras Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah membeberkan kronologi terjadinya penyerangan terhadap dua penyidik tersebut. Dia menyebut, dua penyidik mendapat serangan penganiayaan di Hotel Borobudur pada Sabtu (2/2) kemarin.

“Kejadianya menjelang tengah malam kemarin Sabtu, di Hotel Borobudur. Penyidik kami luka parah, robek dan patah tulang hidungnya, jadi harus dioperasi,” kata Febri saat dikonfirmasi, Minggu (3/2).

Dua penyidik KPK itu ditugaskan untuk melakukan pengecekan di lapangan terhadap informasi masyarakat tentang adanya indikasi korupsi di Hotel Borobudur. Namun, mereka diserang oleh oknum rombongan pejabat yang sedang diintainya hingga akhirnya luka parah.

“Mereka mendapat tindakan yang tidak pantas dan dianiaya hingga menyebabkan kerusakan pada bagian tubuh,” ucapnya.

Padahal, lanjut Febri, kedua penyidik KPK yang menjadi korban tersebut, telah memperlihatkan identitas sebagai penyidik KPK. “Meskipun telah diperlihatkan identitas KPK namun pemukulan tetap dilakukan,” ucapnya.

Saat ini, kedua penyidik telah dilarikan ke rumah sakit untuk visum mendapat perawatan secara khusus. Kejadian ini juga sudah dilaporkan oleh KPK kepada Polda Metro Jaya.



“Untuk memastikan kondisi dan kesehatan pegawai, KPK telah membawa mereka ke RS untuk dilakukan visum,” jelasnya.

Lebih lanjut, Febri juga menyesalkan tindakan main hakim sendiri yang dilakukan pelaku terhadap dua penyidik KPK. Terlebih, keduanya sedang diberi tugas untuk memberantas korupsi.

“Apapun alasannya, tidak dibenarkan bagi siapapun untuk melakukan tindakan main hakim sendiri, apalagi ketika ditanya, Penyidik KPK telah menyampaikan bahwa mereka menjalankan tugas resmi,” ucap Febri.

“Sehingga kami memandang penganiayaan yang dilakukan terhadap dua pegawai KPK dan perampasan barang-barang yang ada pada pegawai tersebut merupakan tindakan serangan terhadap penegak hukum yang sedang menjalankan tugas,” tambahnya.

Oleh karenanya, Febri berharap aparat kepolisian dapat meringkus pelaku penganiayaan terhadap dua penyidiknya.

“Semoga segera diproses pelaku penganiayaan tersebut. Semoga hal yang sama tidak terjadi pada penegak hukum lain yang bertugas, baik KPK, Kejaksaan ataupun Polri,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Perawakilan Rakyat Papua (DPRP) Yunus Wonda menuturkan, kejadian dini hari di Hotel Borobudur terjadi karena pihaknya merasa tidak nyaman dintai dan difoto-foto oleh orang yang ternyata penyidik KPK itu.

Rombongannya langsung menghampiri dua penyidik KPK itu dan menanyakan soal keperluan memotret rombongannya, termasuk hadir Gubernur Papua Lukas Enembe berkali-kali, saat pihaknya baru saja selesai melakukan pertemuan dengan pihak Kemendagri untuk membahas RAPBD kemarin. Karena jadwalnya harus dikonsultasikan lebih dulu.

“Acara sudah selesai dan kami akan pulang. Tapi di loby hotel kami lihat kok ada orang foto-foto terus dan kami curiga jadi langsung kami pegang orang itu dan tanya,” kata Yunus sebagaimana dilansir dari Cepos Online (JawaPos grup).

Setelah diperiksa ternyata betul, dalam percakapan WhatsApp pria tersebut berisi foto dan keterangan yang langsung dikirim ke pimpinannya.

“Pak Gubernur juga melihat isi WhatsApp-nya dan ada sebutan Lukas (Lukas Enembe), YW (Yunus Wonda) dan aktivitas yang kami lakukan. Saat itu juga Pak Gubernur perintahkan bawa ke polisi. Itu terjadi sekitar pukul 01.00 dini hari,” bebernya.



Yunus menyebut bahwa awalnya ada tiga orang, namun salah satunya pergi lebih dulu. Setelah sampai di Polda Metro Jaya dan diperiksa ternyata betul, dua pria tersebut adalah penyidik dari KPK.

“Pihak kepolisian sudah konforirrmasi ke kami bahwa mereka memang dari KPK, kami paham tugas mereka, tapi kami tidak nyaman. Kami akan berikan keterangan pers soal ini dan mungkin ini sejarah karena baru pertama kali orang KPK yang justru kami bawa ke Polisi,” imbuhnya.

“Kami pikir mereka sebenarnya mau lakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap kami, tapi saya tegaskan bahwa kami kerja tak ada deal-deal dengan pihak manapun. Semua sesuai aturan, tapi kami seperti dicurigai,” tegasnya.

(one/pojoksatu)




Berita Lainnya

  • +

Mayjen TNI Wisnoe Pastikan Kesiapan Personel Menjelang Pemilu

Kasih Tak Sampai, di Masa Kecilnya

Jangan Tunda Sedekah! Sedekah Yang Paling Utama Adalah di Kala Sehat

Wisudawan Polinema Diminta Untuk berperan Aktif Memajukan Bangsa dan Negara

503 Warga Binaan Lapas Tembilahan Dapat Remisi, 3 Dinyatakan Bebas

Dirampok! Driver Grab Iris Wajah Cantik Pegawai Bank Mandiri, Perusahaan Lalai

Audiensi HUT Ke-4, JMSI Riau Gandeng UIR Berkolaborasi Ciptakan Pers yang Berimbang dan Aktual

Rumah Bupati Disegel Satpol PP

Ketua BKMT Inhil Hadiri Syukuran Jamaah Haji, Suasana Penuh Kebersamaan

Digelar di Pesantren Assalam, Pj Bupati Kampar Menghadiri Upacara Peringatan Hari Santri Nasional

Tim Bola Voli putra Airlangga Junior Berhasil Meraih Juara

Kirab Pemilu Digelar 7 Hari, Pj Walikota Pekanbaru Imbau Warga Gunakan Hak Pilih







Tulis Komentar



Terkini

  • +Indeks
Aipda Taufik Akbar Koordinasi bersama Masyarakat Terkait Pendataan Lahan Ketahanan Pangan
04 Juli 2026
Sertu Shofi Bantu Warga Desa Banjardowo Bangun Rumah
04 Juli 2026
Serka Yulianto Bantu Evakuasi Penemuan Mayat
04 Juli 2026
Sertu Krisna Gelar Karya Bakti di Lokasi Koperasi Merah Putih
04 Juli 2026
Sertu Hery Sutikno Ciptakan Keakraban
04 Juli 2026
Serda Sumanto Sambang Rumah Warga
04 Juli 2026
Serda Hendra Perkuat Kemanunggalan dengan Warga
04 Juli 2026
Dandim Letkol Kav Dicky Raih Penghargaan Kabar Terdepan Award
04 Juli 2026
"Anak-Anak Rindu" Pulanglah Sayang, 5 Hari Tanpa Kabar, Eko Menanti Vanessa Pulang.
04 Juli 2026
" Istri Ku Tercinta, Pulanglah, Anak - Anak Rindu" 5 Hari Tanpa Kabar, Eko Menanti Vanessa Pulang."
04 Juli 2026

Trending

  • +Indeks
"Anak-Anak Rindu" Pulanglah Sayang, 5 Hari Tanpa Kabar, Eko Menanti Vanessa Pulang.
Dibaca : 214 Kali
" Istri Ku Tercinta, Pulanglah, Anak - Anak Rindu" 5 Hari Tanpa Kabar, Eko Menanti Vanessa Pulang."
Dibaca : 200 Kali
Bea Cukai Bengkalis Tindak 652 Unit iPhone dari Kapal Cepat MV Oceanna 5
Dibaca : 243 Kali
Popda X Kepri Di Karimun Resmi Dibuka, Gubenur Ansar Sebut, Jadi Ajang Cetak Atlet Pelajar Berprestasi.
Dibaca : 224 Kali
Bhabinkamtibmas Desa Bekawan Koordinasi Pendataan Lahan Jagung, Dukung Swasembada Pangan di Kecamatan Mandah
Dibaca : 238 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
IndragiriOne.com ©2019 | All Rights Reserved By Delapan Media