• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Karimun
    • Karimun
  • Lifestyle
  • Fokus Inhil
  • Peristiwa
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Parlemen
  • Politik
  • Hukrim
  • Ekonomi
  • Desa
  • More
    • Mitra TNI
    • Mitra Polri
    • Advertorial
    • Nasional
    • Dunia
    • Opini
    • Sosbud
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks

Pilihan

  • +
Kantor Imigrasi Karimun, Gelar Sosialisasi TPPO Ke Masyarakat Desa Pangke.
Dibaca : 135 Kali
Imigrasi Karimun Gelar Sosialisasi Pencegahan TPPO Ke Masyarakat Desa Pangke.
Dibaca : 131 Kali
Antisipasi Kerawanan Kamtibmas Samapta Polres Karimun Gelar Patroli Perintis Presisi
Dibaca : 123 Kali
DLH Karimun Gelar Sosialisasi Pembayaran Retribusi Jasa Layanan Kebersihan Non Tunai.
Dibaca : 184 Kali
Bupati Iskandarsyah Sebut Inflasi Karimun Terentah Di Kepri
Dibaca : 228 Kali

  • Home
  • Fokus Inhil

Dinas Pertanian Inhil Imbau Petani Tidak Mudah Terpengaruh Isu Saat Harga Kelapa Turun

Indragirione

Jumat, 15 Mei 2026 11:55:06 WIB
Cetak

Di tengah berlangsungnya musim panen kelapa di berbagai wilayah Kabupaten Indragiri Hilir, muncul kekhawatiran di kalangan masyarakat terkait penurunan harga jual kelapa di tingkat petani. Kondisi ini terjadi bersamaan dengan meningkatnya volume produksi dari sentra-sentra perkebunan rakyat yang memasuki masa panen secara bersamaan.

Meski demikian, Dinas Pertanian Kabupaten Indragiri Hilir menilai situasi tersebut merupakan dinamika yang lazim terjadi dalam sektor perkebunan dan dipengaruhi oleh sejumlah faktor, mulai dari tingginya pasokan hasil panen, kondisi cuaca, kualitas produksi, hingga menurunnya permintaan pasar domestik maupun internasional.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Indragiri Hilir melalui Kepala Bidang Perkebunan, Surya Syurgana, S.ST, menjelaskan bahwa musim panen raya memang selalu menghadirkan tantangan tersendiri bagi sektor kelapa. Selain meningkatnya jumlah produksi dalam waktu bersamaan, kondisi pasar juga turut dipengaruhi menurunnya permintaan produk kelapa baik dari pasar domestik maupun luar negeri akibat situasi geopolitik global yang sedang terjadi.

“Selain persoalan pasca panen, tantangan lain yang dihadapi petani adalah mobilisasi hasil panen dari kebun menuju lokasi pengumpulan. Pada musim hujan, jalan produksi di beberapa wilayah mengalami kerusakan dan menjadi becek sehingga memperlambat proses pengangkutan hasil panen. Sementara di wilayah yang memanfaatkan jalur parit atau saluran air, kondisi tata air juga harus tetap dijaga agar transportasi air masyarakat dapat berjalan lancar,” jelas Surya.

Menurutnya, kondisi infrastruktur perkebunan memiliki peranan besar terhadap kelancaran arus distribusi hasil panen. Jalan produksi, jembatan, tanggul, hingga saluran drainase yang terawat dengan baik akan mempermudah proses pengangkutan kelapa sekaligus membantu menjaga kualitas hasil panen sampai ke lokasi penjualan maupun tempat pengolahan.

Dalam menghadapi tingginya produksi saat panen raya, pemerintah daerah melalui penyuluh pertanian juga terus melakukan pendampingan kepada masyarakat. Penyuluh secara rutin turun ke kelompok tani dan sentra-sentra perkebunan untuk memberikan edukasi mengenai pengelolaan panen, distribusi hasil, hingga pentingnya menjaga kualitas produksi kelapa.

“Untuk membantu petani menghadapi kondisi produksi tinggi, pemerintah daerah melalui penyuluh pertanian terus melakukan pendampingan di lapangan. Penyuluh secara rutin mendatangi kelompok tani dan sentra produksi kelapa untuk memberikan edukasi terkait manajemen panen, pola distribusi hasil, serta pentingnya menjaga kualitas panen,” ungkap Surya

.
Dinas Pertanian juga mengimbau agar petani tidak hanya melakukan panen pada momen tertentu seperti menjelang Ramadan atau hari besar lainnya. Menurut Surya, pola panen yang terlalu bersamaan dapat menyebabkan penumpukan produksi di lapangan sehingga distribusi hasil menjadi kurang optimal.

“Oleh karena itu, petani dianjurkan melakukan panen berdasarkan tingkat kematangan buah dan mengatur jadwal panen secara bertahap agar pasokan lebih merata sepanjang tahun,” ujarnya.
Ia menambahkan, pola panen yang lebih teratur akan memberikan manfaat jangka panjang bagi petani, mulai dari kualitas buah yang lebih baik, distribusi hasil yang lebih lancar, hingga kestabilan pasokan di pasar. Selain itu, pola panen yang konsisten juga dapat membantu menjaga produktivitas tanaman tetap optimal.

Surya turut mengingatkan pentingnya menjaga perawatan kebun meskipun harga kelapa sedang mengalami penyesuaian. Menurutnya, tanaman kelapa merupakan komoditas tahunan yang membutuhkan pemeliharaan berkelanjutan seperti pemupukan, pengendalian hama, pembersihan kebun, dan pengelolaan tata air.

Di wilayah pasang surut dan lahan gambut seperti Indragiri Hilir, penerapan trio tata air berupa tanggul, pintu air, dan saluran drainase menjadi faktor utama dalam menjaga kondisi kebun tetap produktif. Tata kelola air yang baik dinilai mampu mencegah genangan maupun intrusi air asin yang berpotensi merusak tanaman kelapa masyarakat.
Selain fokus pada produktivitas kebun, pemerintah daerah juga terus mendorong pengembangan hilirisasi produk kelapa agar masyarakat memiliki alternatif nilai tambah dari hasil panen. Kelapa dinilai memiliki banyak potensi produk turunan seperti kopra, minyak kelapa, VCO, cocopeat, arang tempurung, hingga berbagai produk berbahan sabut kelapa.

Pemerintah pusat maupun daerah juga terus memberikan dukungan melalui pembinaan kelompok tani, bantuan pengolahan hasil, serta peningkatan kapasitas petani dalam pengelolaan pasca panen. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu petani lebih siap menghadapi kondisi pasar yang fluktuatif.

Surya kembali mengingatkan masyarakat agar tidak menghentikan perawatan kebun hanya karena harga sedang melemah. Menurutnya, keputusan tersebut justru dapat berdampak buruk terhadap keberlanjutan produksi dalam jangka panjang.
“Yang paling sering terjadi saat harga melemah adalah pekebun mulai mengurangi bahkan menghentikan pemupukan, pembersihan kebun, perawatan parit, pengendalian hama, hingga pemeliharaan tata air karena merasa usaha sudah tidak lagi memberikan keuntungan. Padahal kelapa merupakan tanaman tahunan yang sangat bergantung pada kontinuitas perawatan,” jelas Surya.

Ia menerangkan bahwa dampak penghentian perawatan memang tidak selalu terlihat dalam waktu dekat. Namun dalam beberapa tahun berikutnya, kondisi tersebut dapat menyebabkan penurunan produksi secara drastis, tanaman lebih rentan terserang penyakit, hingga banyak pohon mengalami kematian secara perlahan.

“Dampak dari penghentian perawatan memang tidak selalu terlihat secara langsung. Namun dalam beberapa tahun berikutnya, produksi kebun dapat mengalami penurunan drastis, tanaman menjadi lebih rentan terhadap serangan penyakit, hingga banyak pohon mengalami kematian secara perlahan,” tambah Surya.

Menurutnya, kondisi tersebut semakin penting diperhatikan di wilayah pasang surut dan gambut seperti Kabupaten Indragiri Hilir karena pemeliharaan tata air menjadi salah satu kunci utama menjaga produktivitas perkebunan kelapa masyarakat.

Di akhir keterangannya, Surya mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh isu-isu yang memicu kepanikan di tengah musim panen raya. Ia menegaskan bahwa fluktuasi harga merupakan bagian dari siklus usaha perkebunan yang perlu disikapi secara bijak melalui penguatan tata kelola kebun, pola panen yang baik, dan peningkatan kualitas hasil produksi.

“Yang terpenting saat ini adalah menjaga kualitas hasil, memperkuat koordinasi antarpetani, dan terus meningkatkan pengelolaan kebun agar sektor kelapa tetap berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Indragiri Hilir,” tutup Surya.




Berita Lainnya

  • +

Pemda Tak Miliki Data, Tenaga Honorer Inhil Terancam Mengaggur, DPRD Angkat Tangan

Masyarakat Antusias Ikut Vaksinasi, Dapat Minyak Goreng dari Kapolres Inhil

Kepala Dinkes Inhil Zainal Arifin Himbau Warga Waspada Virus Crona

Untuk Membangun Masjid Masyarakat Lahang Hulu Kumpulkan Uang dari Hasil Mengupah Ngupas Kelapa

Satgas TMMD Kodim 0314/Inhil Ucapkan HUT Bhayangkara ke 75

Kasihan, Bayi Berusia 6 Bulan di Inhil Positif Covid-19

KKSS Reteh Gelar Kegiatan Membaca Albarzanji

Tiga Perusahaan di Inhil Kuasai 5.585,77 Hektare Lahan Perkebunan Ilegal

FERMADANI Bersepakat Ikuti Aturan Pilkada Inhil

Open Donasi Untuk Roles Prayoga Akan ditutup Besok, Sampai Saat ini Uang Terkumpul Rp. 1.420.000

Wabup Inhil Sambut WNI yang Pulang Haji dengan Sepeda

Kemenag Inhil Terima 3 Sertifikat Tanah Wakaf untuk Masjid dari BPN







Tulis Komentar



Terkini

  • +Indeks
PT PLN Nusantara Power UP Tenayan Laksanakan Semenisasi Jalan Lingkungan Menggunakan Bersama Masyarakat
15 Mei 2026
PLN Nusantara Power UP Tenayan Dukung Penguatan Ekonomi Pemberdayaan Masyarakat Melalui Bantuan 15 Kolam Bioflok
15 Mei 2026
PLN Nusantara Power UP Tenayan Perkuat Ekonomi Masyarakat Okura Melalui Program Pemberdayaan Budidaya Ikan dan Pengembangan Cacing Tanah
15 Mei 2026
Diduga Jaringan Narkotika Internasional, Johari Dituntut Hukuman Mati
15 Mei 2026
Anggota Polsek Tembilahan Hulu Rawat Tanaman Jagung Mapolsek
15 Mei 2026
Pembangunan Mushola Program TMMD Tanpa Hambatan, Dukungan Material Kembali Datang
15 Mei 2026
Lanjutkan Pekerjaan Fisik, Satgas TMMD Ke-128 Plester Dinding Musholla Baiturrahim
15 Mei 2026
Pengerjaan Pavingisasi di Dusun Klagin Menuju 500 Meter
15 Mei 2026
Satgas TMMD Ke-128 Kodim 0820 Melakukan Pendampingan Kepada Kelompok Petani
15 Mei 2026
Pembangunan Tembok Penahan Tanah Titik Akhir Hampir Rampung
15 Mei 2026

Trending

  • +Indeks
Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II Gelombang 3 di Batang Tuaka Capai 20 Persen
Dibaca : 345 Kali
Polsek Tempuling Turun ke Lahan, Jagung Desa Teluk Jira Jadi Simbol Semangat Swasembada Pangan
Dibaca : 226 Kali
Diduga Lelang Objek Agunan, Warga Siak Gugat BRI di PN Bengkalis
Dibaca : 212 Kali
Jadwal Sidang di PN Bengkalis Delay Berjam-jam, Masyarakat Kecewa
Dibaca : 274 Kali
Penetapan Status Tersangka Dugaan Karhutla Dinilai Janggal, Polres Bengkalis Digugat Praperadilan
Dibaca : 252 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
IndragiriOne.com ©2019 | All Rights Reserved By Delapan Media