• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Karimun
    • Karimun
  • Lifestyle
  • Fokus Inhil
  • Peristiwa
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Parlemen
  • Politik
  • Hukrim
  • Ekonomi
  • Desa
  • More
    • Mitra TNI
    • Mitra Polri
    • Advertorial
    • Nasional
    • Dunia
    • Opini
    • Sosbud
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks

Pilihan

  • +
Kantor Imigrasi Karimun, Gelar Sosialisasi TPPO Ke Masyarakat Desa Pangke.
Dibaca : 201 Kali
Imigrasi Karimun Gelar Sosialisasi Pencegahan TPPO Ke Masyarakat Desa Pangke.
Dibaca : 212 Kali
Antisipasi Kerawanan Kamtibmas Samapta Polres Karimun Gelar Patroli Perintis Presisi
Dibaca : 168 Kali
DLH Karimun Gelar Sosialisasi Pembayaran Retribusi Jasa Layanan Kebersihan Non Tunai.
Dibaca : 223 Kali
Bupati Iskandarsyah Sebut Inflasi Karimun Terentah Di Kepri
Dibaca : 336 Kali

  • Home
  • Advertorial
  • Pelalawan

Target Swasembada Pangan, Pelalawan Perkuat Kawasan Pertanian Kuala Kampar

Indragirione

Jumat, 27 Desember 2019 21:18:47 WIB
Cetak

- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan perkuat kawasan pertanian padi di Kecamatan Kuala Kampar dengan skala agribisnis. Peningkatan produktivitas diharapkan berdampak terwujudnya swasembada pangan.

Kecamatan Kuala Kampar dikenal sebagai lumbung padinya Kabupaten Pelalawan. Kawasan pertanian padi di wilayah terluar Pelalawan ini memenuhi 90 persen kebutuhan gabah daerah.

Areal lahan pertanian seluas 2.930 hektare terhampar tanaman padi dengan bibit unggul lokal, Cekau dan Karya Pelalawan. Jenis padi lokal ini merupakan varietas lokal asli Pelalawan yang melengkapi kekayaan potensi pertanian Kabupaten Pelalawan.

Keunggulan dua varietas padi Cakau dan Karya Pelalawan ini dapat tumbuh subur meski tanpa diberi pupuk dan hanya mengandalkan kesuburan tanah saja. Tingkat kesuburan tanah di Kuala Kampar yang sangat sehingga sangat cocok untuk dua jenis padi lokal ini.

Sebagai salah satu upaya memajukan pertanian padi di Kuala Kampar, Bupati Pelalawan, HM Harris meresmikan Sentra Pelayanan Pertanian Padi Terpadu (SP3T) Mendol Coperative Farming SU-III Gapoktan Harapan Maju, Desa Sungai Upih, Kecamatan Kuala Kampar, belum lama ini.

Sejalan dengan kebijakan pembangunan pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia (RI) yang dikenal 9 agenda atau nawacita, maka setidaknya ada 3 prioritas program pembangunan Kabupaten Pelalawan yang menunjang atau menjadi bagian dari implementasi nawacita tersebut.

Tiga prioritas pembangunan tersebut yakni, pengembangan kawasan Teknopark, destinasi wisata Bono di Teluk Meranti dan pengembangan kawasan padi Kuala Kampar.

“Sebagai daerah yang terletak dipesisir dan merupakan daerah perbatasan negara, maka membangun Kabupaten Pelalawan berarti membangun Indonesia dari pinggiran. Pengembangan pertanian padi di kawasan Kuala Kampar dengan skala agribisnis akan berdampak bagi peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani serta terwujudnya kedaulatan dan mewujudkan nawacita,” terangnya.

Pada kesempatan ini, Bupati Harris mengungkapkan sudah sejak lama Pulau Mendol dengan luas kurang lebih 30.000 Ha merupakan lumbung padi bagi kawasan pesisir bagian tengah Provinsi Riau dan Provinsi Kepulauan Riau.

Penanaman padi di wilayah ini masih dilakukan dengan cara tradisional dan sebagian telah terjangkau oleh program pemerintah. Pada tahun 2015 lalu, produksi padi mencapai kurang lebih 18.000 ton.

Saat ini, Kabupaten Pelalawan dengan pengembangan dan inovasinya telah memiliki 5 jenis varietas padi unggul pasang surut yang telah dilepas dan dilaunching yakni Crkau, Karya Pelalawan, Bono, Mendol dan Inpara Pelalawan.

“Kecamatan Kuala Kampar berpotensi menyumbang produksi padi lebih 60.000 ton mengalami peningkatan 2 kali dari kondisi saat ini. Untuk itu kita berharap dengan telah ditetapkannya Kabupaten Pelalawan sebagai kawasan padi oleh Keputusan Menteri Pertanian dengan berbagai potensi tersebut, kami siap menerima penugasan dari pusat dan kami berharap juga kawasan padi di Kabupaten Pelalawan menjadi bagian dari roadmap Indonesia lumbung pangan dunia 2045,” papar Bupati Pelalawan.

Berdasarkan data dari Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Pelalawan bahwa Kecamatan Kuala Kampar memiliki potensi sawah kurang lebih sekitar 6.000 hektar atau hampir 90 persen dari total keseluruhan luas lahan sawah yang ada di Kabupaten Pelalawan yakni 7. 653 hektar.

Berbagai upaya terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Pelalawan melalui Dinas Pertanian guna meningkatkan hasil produksi pertanian yang bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat, salah satunya antara lain,  saat ini Pemerintah Kabupaten Pelalawan tengah mencanangkan kawasan  pertanian dengan membuat pusat padi di Desa Sei Upih dan Sei Solok Kecamatan Kuala Kampar.

Komoditas padi memiliki beberapa keunggulan dalam pengembanganya. Diantaranya memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi dengan potensi pasar atau permintaan yang cukup besar dan dapat diandalkan sebagai sumber pendapatan para petani.

Terkait hal itu, berbagai langkah dan upaya pemerintah terus dilakukan. Bupati Pelalawan, HM Harrris belum lama ini membuka Musrenbang RKPD Kecamatan Teluk Meranti tahun 2019.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Harris menyatakan terus akan terus berupaya agar dapat membesarkan petani serta kelompok-kelompok tani dengan dikumpulkannya para petani dengan badan hukumnya adalah KUD.

Kepengurusan KUD secara profesional dengan tidak ada dari anggota kelompok tani menjadi pengurus KUD dan kelompok tani digaji oleh KUD.

“Dana Desa gunanya untuk membangun desa dan Bumdesnya, kenapa Bumdes diutamakan sekarang gaji kepala desa lebih tinggi kalau dulu hanya sekitar 1 juta rupiah kalau sekarang mencapai sekitar 4 juta rupiah, namun kembali niat bagaimana Bumdes ini berkembang,” kata Bupati Harris.

Meenurutnya Kabupaten Pelalawan menjadi perhatian pusat karena mendukung program nasional salah satunya Teknopark dalam inovasi yang hasil sawit bukan lagi dijadikan CPO tetapi dijadikan bahan bakar.

Dengan menjadikan kawasan pangan sampai mendunia, Pemkab Pelalawan mempercepat  pembangunan kesejahteraan petani. Untuk itu, guna meningkatkan hasil produksi yang lebih baik lagi.
 
Maka saat ini Pemkab Pelalawan tengah melakukan penataan kawasan pertanian sentra padi di dua desa yakni Desa Sei Upih dan Sei Solok Kecamatan Kuala Kampar.

Dengan adanya, penataan kawasan ini, ditargetkan ke depannya hasil produksi padi ini dapat meningkat dengan menerapkan sitem dua kali penananaman padi serentak selama setahun.

Bahwa sejak tahun 2014 lalu sudah dilakukan sistem dua kali tanam serentak secara menyeluruh, sehingga dapat mengejar target produksipadi melalui menagement UPJA.

Selama ini, terpisahnya kewenangan isntansi instansi yang berkompeten dalam menggalakkan program Pelalawan Makmur melalui swasembada padi ini, seperti program pengembangan lahan pertanian dan peningkatan kualitas gabah di Dinas Pertanian, sedangkan peningkatan Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan.

Namun sejak dileburnya dua instansi pemerintah daerah ini akan lebih memudahkan jalur koordinasi, antara kebijakan teknis di dinas dengan para penyuluh di bawah satu koordinasi Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Pelalawan.

Saat ini, berdasarkan rasio ketersediaan pangan dengan jumlah penduduk yang mengkomsumsinya, kebutuhan pangan Kabupaten Pelalawan baru mencapai 60 persen saja, untuk mencapai swasembada pangan diperlukan persawahan sebesar 11 ribuan hektar dengan produksi lima ton per hektarnya.

Artinya petani di sentra sentra produksi beras Kabupaten Pelalawan harus bekerja ekstra keras mewujudkan swasembada tersebut.
“Saat ini, berdasarkan rasio ketersedian pangan dengan kebutuhan masyarakat, kita baru bisa mencukupi 60 persennya saja, itu berdasarkan data dari Distan Provinsi, jika kita harus mengejar target swasembada padi, yang haris kita optimalkan ya pemanfaatan lahan sawah, jika kemaren petani kita tanam satu kali, sekarang harus dua kali setahun, opsi lainnya, dengan mengoptimalkan penanaman padi ladang yang tidak membutuhkan sistem pengairan yang lebih baik," papar Bupati Harris.

Setiap tahunnya, para petani padi di Kuala Kampar dan teluk Meranti, mengalami peningkatan jumlah produksi, namun belum sesuai target yang ditetapkan.

"Setiap tahun meningkat, tapi belum mencapai target, itu yang terus kita upayakan saat ini," tandasnya.

Bupati Pelalawan, HM Harris mengatakan bahwa melalui penerapan sistem dua kali tanam padi serentak dalam setahun ini, maka dirinya menargetkan hasil produksi padi ke depannya sebesar 50 ribu ton untuk sekali panen. Jadi, jika program dua kali tanam ini bisa di wujudkan, maka dalam setahun bisa melakukan hasil produksi sebesar 100 ribu ton pertahun. Namun demikian, program ini membutuhkan biaya seperti penyediaan jalan usaha tani (JUT) tipe A sepanjang 110 Km dan JUT tipe B sepanjang 50 Km, penyediaan 380 unit Alsintan, jaringan irigasi, dermaga pertanian serta kebutuhan lainnya. Dan jika dana ini bisa dikucurkan, maka pihaknya optimis program Pelalawan Makmur dapat dinikmati masyarakat.
 
"Terkait pemenuhan kebutuhan beras di Kabupaten Pelalawan sendiri, bahwa di Kabupaten Pelalawan kebutuhan akan beras tergolong cukup tinggi yakni mencapai 70 persen. Jumlah tersebut sudah berada di atas rata-rata Provinsi Riau yang hanya 50 persen saja. Sedangkan sisanya, kebutuhan beras di Kabupaten Pelalawan biasanya terpenuhi dari Sumatra Barat. Dari hasil produksi beras di daerah ini, kita baru memenuhi kebutuhan untuk daerah kisaran 60 persen, sementara sisanya kita penuhi dari Sumbar." Terangnya.
 
Karena itu, Pemkab Pelalawan melalui Dinas Pertanian tak henti-hentinya terus berupaya untuk meningkatkan kualitas serta kuantitas hasil pertanian khususnya padi yang menjadi tanaman unggulan masyarakat di daerah ini khususnya Kecamatan Kuala Kampar.
 
"Selain potensi padi, kecamatan Kuala Kampar juga memiliki potensi lain yaitu terbentangnya ribuan hektar lahan persawahan dengan kondisi tanah yang subur. Sehingga Tak dapat di pungkiri dengan potensi yang dimilikinya itu membuat kecamatan Kuala Kampar pantas jika disebut sebagai pusat penghasil gabah terbesar atau lumbung padinya daerah ini," ungkap Bupati Harris.
 
Kesuksesan pertanian padi di Kuala Kampar, mendapatkan kekaguman dari Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, ketika menginjakkan kaki di tengah persawahan Desa Sungai Upih Kecamatan Kuala Kampar, Amran yang diantar oleh Helikopter PK-TWV milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dibuat kagum dengan padi yang menguning diatas lahan seluas 2.930 hektar yang siap panen.

Tak hanya Padi, potensi potensi pertanian masih sangat dimungkinkan untuk di kembangkan, salah satu penyebabnya, Kabupaten Pelalawan masih memiliki potensi lahan yang sangat luas, kondisi geografis yang mendukung.
 
Sejak Padi, Jagung dan Kedele masuk dalam upaya khusus (Upsus) pemerintah pusat yang dengan secara seius dikembangkan, berbagai strategi dan upaya dilakukan untuk peningkatan luas tanam dan produktivitas di daerah-daerah sentra produksi pangan, Upsus Pajale telah telah dimatangkan dengan memberikan pembekalan kepada para penyuluh pertanian, sehingga penerapan programUpsus Pajale benar benar sampai kepada petani.

Saat ini, pemerintah sangat mendukung pertanian di Pelalawan, salah satunya melalui baantuan modal pertanian. Wakil Bupati Pelalawan, H Zardewan menyambut baik dilaksanakannya sosialisasi dan business matching melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) asuransi usaha yanam ladi dan usaha yernak sapi di Kabupaten Pelalawan tahun 2019, baru-baru ini.

Wabup Zardewan mengatakan kegiatan ini sejalan dengan visi dan misi pemerintah daerah yang terdapat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pelalawan Periode 2016-2021 dengan visi Inovasi Menuju Pelalawan Emas (Ekonomi Mandiri, Aman dan Sejahtera) salah satunya mendukung 7 Program Strategis yaitu Pelalawan Makmur. 

Ia menggatakan pentingnya masyarakat memanfaatkan serta menyertakan modal usaha dengan meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat melalui KUR untuk pelaku usaha dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam memanfaatkan layanan KUR ini bersama pihak lembaga keuangan formal seperti PT Baank Riau Kepri, PT Bank Mandiri, PT Bank Dana Amanah, Asuransi Jasindo dan lembaga jasa keuangan formal lainnya sehinga modal usaha yang dipinjamkan tersebut bisa memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memulai usaha dengan bunga yang kecil serta keuntungan yang besar. 

Mantan Sekretaris Daerah ini juga mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pinjaman modal usaha melalui rentenir yang akan memberikan efek merugikan di kemudian hari, melihat potensi Kabupaten Pelalawan di bidang pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan cukup besar untuk sebuah usaha produktif 

“Saya mengajak pelaku usaha untuk menyertakan modal usaha melalui KUR jangan lagi pakai lentenir sudah bunganya tinggi dan tak mampu kita bayar lalu rugi di kemudian hari, pergunakan layanan dan kemudahan dari lembaga keuangan formal bersama pemerintah daerah,” ujar Wabup Zardewan.
Sementara itu Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Riau Yusri menyambut baik di laksanakan kegiatan ini, karena ini adalah amanat dari undang-undang peratuan presiden yakni melalui OJK dalam meningkatkan inkusi keuangan masyarakat. 

Begitu pentingnya dilaksanakannya kegiatan ini bagi pelaku usaha dan UMKM di Kabupaten Pelalawan. Ia menyeebutkan ada sekitar 6.000 pelaku usaha dan UMKM di Pelalawan tersebar dengan berbagai macam sektor bidang usaha.

Melalui kegiatan ini akan kita berdayakan masyarakat melalui KUR dan mengajak agar menghimpun usaha dengan penyertaan modal melalui lembaga keuangan formal yang beroperasi di Kabupaten Pelalawan ini.

Yusri juga mengajak pelaku usaha dan UMKM meninggalkan rentenir mempergunakan lembaga keuangan formal agar masyarakat sejahtera dan bisa meningkatkan perekonomian bagi masyarakat khusus di negeri seiya sekata ini. 




Berita Lainnya

  • +

Pemkab Inhil ikuti Sosialisasi Membangun Pemahaman dalam pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi di Instansi Pemerintah

Disambut Kadis dan Jajaran, Dandim O314/Inhil Lakukan Kunjungan ke Kantor Diskop dan UKM

Kukuhkan LAMR Kateman, Bupati Inhil Ajak Persatuan

Bawa Tuak dan Berfoto di Depan Rumdis Bupati Inhil, 3 Pemuda Digeledah Satpol PP

Dua Pasien Positif Covid-19 di Inhil Dinyatakan Sembuh

Bupati Inhil Buka Kegiatan Puncak Peringatan HKG PKK Ke-47 dan Hari Keluarga Nasional Ke-26

Masyarakat Inhil Diajak Tumbuhkan Minat Baca Sejak Dini

Bupati Inhil Buka Musrenbang Perubahan RPMJD

Bupati Inhil Buka Pertemuan Lintas Sektor dan Program dalam Rangka Peningkatan Pelayanan Gizi

Bersempena Milad Inhil Ke - 57, Dinkes Inhil Gelar  Donor Darah

Bupati Inhil Sampaikan Pidato LKPJ Tahun 2022

Personil Korsik Satpol PP Inhil Lakukan Pemeliharaan Alat







Tulis Komentar



Terkini

  • +Indeks
Sidang Narkotika, Sindi dan Mantan Polisi Divonis Berbeda
19 Mei 2026
Gagal Tunjukkan Dokumen, PT Agrinas Tuding Kades Lubuk Besar Bela Cukong: Itu Pengalihan Isu!
19 Mei 2026
Polsek Tembilahan Hulu Update Pertumbuhan Jagung Dukung Program Asta Cita Ketahanan Pangan
19 Mei 2026
Prapid Parlindungan Hutabarat Ditolak, Hakim Nyatakan Penetapan Tersangka Sesuai Prosedur
19 Mei 2026
Danramil Plandaan Dampingi Kapolres Jombang Panen Raya Jagung di Desa Plandaan
19 Mei 2026
Sertu Choiri Syaifudin Lakukan Komsos dengan Petani Kangkung
19 Mei 2026
Babinsa Koramil Megaluh Selesaikan Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni
19 Mei 2026
Serda Sumanto Komsos dengan Perangkat Desa Alang-Alang Caruban
19 Mei 2026
Wujud Kemanunggalan TNI-Rakyat, Serka Soli Gelar Karya Bakti Pasang Paving Block
19 Mei 2026
Serka Khoirul Anam Dampingi Pemakaman Warga Desa Sentul
19 Mei 2026

Trending

  • +Indeks
Modal Nekat Kangkangi Berita Acara DPRD, PT Agrinas & KSO Terobos Kebun Masyarakat Berujung Diusir Massa!
Dibaca : 244 Kali
GEMARI Desak Agrinas Evaluasi Pemenang KSO di Kebun sawit Putat Diduga Picu Kegaduhan di Tengah Masyarakat Desa Putat
Dibaca : 536 Kali
Dinas Pertanian Inhil Imbau Petani Tidak Mudah Terpengaruh Isu Saat Harga Kelapa Turun
Dibaca : 422 Kali
Permohonan Ditolak, Gugatan Praperadilan Warga Selatpanjang Kandas
Dibaca : 265 Kali
Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II Gelombang 3 di Batang Tuaka Capai 20 Persen
Dibaca : 447 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
IndragiriOne.com ©2019 | All Rights Reserved By Delapan Media