Pilihan
M4CR Bersama LPM Equator Laksanakan Sekolah Lapangan Livelihood Gelombang I
Indragirione.com - Program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) bersama Project Implementing Partner (PIP) LPM Equator melaksanakan Sekolah Lapang Livelihood (SLL) Gelombang I sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan usaha produktif berbasis potensi lokal dan memperkuat penghidupan Wilayah Pesisir.
Irwandi, S.Sos, Field School and Livehood Q&C Assistant PPIU Riau, menjelaskan, SL Livelihood Gelombang I ini menyasar 7 kelompok masyarakat yang sebelumnya mendapatkan Hibah Matching Grants dari M4CR yang tersebar di Kabupaten Indragiri Hilir dan Kabupaten Bengkalis.
Di Kabupaten Indragiri Hilir kegiatan berlansung 3 hari dari tanggal 12 – 14 Agustus 2026, kegiatan dilaksanakan di Desa Bidari, Tanjung Datuk, bersama KTH Bidari Perkasa dengan tematik peternakan kambing. Selanjutnya, di Desa Sungai Buluh, kegiatan melibatkan KTH Padaidik, KTH Maju Jaya, dan KTH Maju Jaya 1 dengan tematik pengolahan hasil perikanan. Kegiatan juga dilaksanakan di Desa Sungai Nyiur bersama KTH Bunga Nyiur serta Desa Selat Nama bersama KTH Alam Permai dengan tematik peternakan ayam.
Sementara, di Kabupaten Bengkalis, Sekolah Lapang berlangsung sejak tanggal 11 – 13 Agustus 2026 dilaksanakan di Desa Penebal bersama KTH Hijau Muda Lestari dengan tematik produk olahan pangan, termasuk pengolahan kodol kedabu dan sirup kedabu.
Pelaksanaan SLL berlangsung selama tiga hari ini dengan pendekatan pembelajaran orang dewasa yang memadukan teori, diskusi, dan praktik langsung. Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi umum mengenai manajemen usaha, kelembagaan kelompok, dan pemasaran. Selanjutnya, hari kedua dan ketiga difokuskan pada materi teknis sesuai dengan tematik usaha masing-masing kelompok melalui metode sekolah lapang dan belajar langsung di lokasi usaha. Terangnya.

“Kami sangat mendukung dan mengapresiasi M4CR Riau yang telah memberikan pendampingan secara lengkap kepada masyarakat, mulai dari kegiatan penanaman, pemeliharaan, pengembangan usaha, hingga pelaksanaan Sekolah Lapang Livelihood. Pendampingan ini sangat bermanfaat bagi kelompok dalam menambah pengetahuan dan keterampilan. Kami berharap kelompok dapat terus menjaga semangat dan kekompakan dalam menjalankan usaha ayam petelur.
Semoga usaha ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan ke depannya kelompok dapat memperoleh hasil yang memuaskan serta meningkatkan manfaat ekonomi bagi anggota,” ungkap Abdul Malik S.E, Kepala Desa Sungai Nyiur.
Pendekatan sekolah lapang memberikan ruang bagi peserta untuk berdiskusi berdasarkan basis pengalaman, mengenali permasalahan yang dihadapi, serta mencoba secara langsung berbagai teknik yang dapat diterapkan dalam kegiatan usaha. Dengan demikian, pembelajaran tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi diarahkan pada peningkatan pengetahuan, keterampilan, pengelolaan usaha, kualitas produk, efisiensi produksi, dan peluang pemasaran.
" Kami sangat berterima kasih atas pelatihan ini. Banyak yang kami dapatkan, terutama tentang cara beternak kambing yang lebih baik. Tidak hanya mendapatkan ilmu, kami juga bisa langsung praktik dan berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang selama ini kami hadapi. Bagi kami, pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh melalui pelatihan ini menjadi modal penting untuk mengembangkan usaha ternak kambing agar ke depan bisa lebih baiklah ”, Ungkap, Kamastang, Ketua Kelompok KTH Bidari Perkasa.
Melalui SLL, peserta juga didorong untuk melihat usaha secara lebih menyeluruh, mulai dari pemilihan dan pengelolaan bahan baku atau ternak, proses produksi, pencatatan usaha, perhitungan biaya dan keuntungan, hingga pemasaran produk. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu kelompok membangun usaha yang lebih produktif, mandiri, dan berkelanjutan.
SL Livelihood Gelombang I merupakan bagian dari rangkaian pelaksanaan pengembangan livelihood M4CR yang akan dilanjutkan lagi pada Gelombang II dan Gelombang III menyasar kelompok yang juga penerima Hibah Matching Grants Tahun 2024, Tahun 2005 dan Tahun 2026 tersebar di 3 Kabupaten yakni Indragiri Hilir, Bengkalis dan Kabupaten Kepulauan Meranti.
Melalui kolaborasi PPIU M4CR Riau dalam pendampingan kegiatan Bersama LPM Equator, Sekolah Lapang Livelihood diharapkan menjadi bagian dari proses pendampingan yang berkelanjutan dalam memperkuat kapasitas dan kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya masyarakat di wilayah pesisir dan sekitar ekosistem mangrove.









.jpeg)



Tulis Komentar