• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Karimun
    • Karimun
  • Lifestyle
  • Fokus Inhil
  • Peristiwa
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Parlemen
  • Politik
  • Hukrim
  • Ekonomi
  • Desa
  • More
    • Mitra TNI
    • Mitra Polri
    • Advertorial
    • Nasional
    • Dunia
    • Opini
    • Sosbud
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks

Pilihan

  • +
"Anak-Anak Rindu" Pulanglah Sayang, 5 Hari Tanpa Kabar, Eko Menanti Vanessa Pulang.
Dibaca : 186 Kali
" Istri Ku Tercinta, Pulanglah, Anak - Anak Rindu" 5 Hari Tanpa Kabar, Eko Menanti Vanessa Pulang."
Dibaca : 174 Kali
Popda X Kepri Di Karimun Resmi Dibuka, Gubenur Ansar Sebut, Jadi Ajang Cetak Atlet Pelajar Berprestasi.
Dibaca : 219 Kali
Polres Karimun Ungkap Tiga Kasus Pencurian, Serta Amankan Dua Tersangka Kasus Narkotika Jenis Sabu.
Dibaca : 170 Kali
Upacara Peringatan HARGANAS Ke 33, Kajari Karimun Usung Tema", Ayah Wajib Hadir ".
Dibaca : 205 Kali

  • Home
  • Ekonomi

Hobi Tanaman yang Menjanjikan di Masa Pandemi

Wahyu Abdillah

Sabtu, 28 November 2020 14:06:24 WIB
Cetak
Bisnis tanaman menjadi sangat menjanjikan di tengah pandemi Covid-19

Indragirione.com, - Saat aktifitas menjadi terbatas akibat pandemi Covid-19, tidak demikian dengan kreatifitas. Beragam ide perlu dikembangkan untuk menjadikan imbauan “di rumah saja” menjadi tak sia-sia. Bahkan dari sekadar hobi pun bisa dibuat menjadi usaha yang memberikan keuntungan tersendiri. Seperti yang dilakukan beberapa orang warga Pekanbaru ini.

Didang Satria misalnya. Berawal dari sekadar coba-coba dan untuk konsumsi sendiri, kini usaha bercocok tanam yang dirintisnya dengan nama Shafana Garden, ternyata sukses menarik konsumen.

Berbeda dengan kebanyakan cara berkebun yang langsung di tanah, untuk usaha bercocok tanam yang digagas Didang yakni menanam memakai media vertikular tower.

Vertikultur berasal dari bahasa inggris, yaitu vertical dan culture. Vertikultur merupakan teknik bercocok tanam di ruang atau lahan sempit dengan memanfaatkan bidang vertikal sebagai tempat bercocok tanam yang dilakukan secara bertingkat. Tujuan vertikultur adalah untuk memanfaatkan lahan yang sempit secara optimal.

“Berkebun dengan cara vertikultur tower sangat menghemat penggunaan lahan. Vertikultur tower dapat diisi dengan media tanam berupa campuran tanah, sekam bakar dan pupuk kandang/kompos. Bisa juga dengan sistem hidroponik,” jelas Didang beberapa waktu yang lalu.

Didang menuturkan, awal mula ketertarikannya pada usaha vertikular tower. Di masa pandemi, ia yang sebagai salah seorang karyawan perbankan lebih banyak waktu di rumah. Karena sering membuka informasi mengenai bercocok tanam secara vertikal di media sosial, ia pun tertarik untuk mencoba.

“Kebetulan informasi bercocok tanamnya ditujukan untuk pemanfaatan lahan yang terbatas. Jadi beli bahanbahan seadanya. Awalnya hanya untuk dipakai sendiri. Tapi waktu diunggah di sosmed, banyak yang berminat. Akhirnya memberanikan diri untuk menerima orderan,” tutur Didang.

Dia mensinyalir karena saat pandemi, aktivitas di luar rumah terbatas. Sehingga orang lebih banyak di rumah sehingga mencari kesibukan sesuai hobi. Bercocok tanam salah satunya. Makanya banyak yang tertarik untuk bercocok tanam dengan sistem vertikular tower. Apalagi hampir rata-rata lahan pekarangan rumah di perumahan juga terbatas.

Didang menjelaskan, bercocok tanam dengan vertukular tower secara teorinya sangat menguntungkan. Dalam satu meter persegi, kita bisa menanam kurang lebih 96 tanaman. Ukuran 120 cm dengan 24 lubang tanam perlu sekitar 4 batang. Cocok untuk sayuran daun seperti sawi, pakcoy, bayam, kangkung.

Sementara untuk pecinta bunga, bisa juga memanfaatkan produk ini. Tampilan bunga akan menjadi lebih menarik.

Untuk daerah Pekanbaru, saat ini lanjut Didang belum ada yang mempunyai usaha serupa. Kecuali untuk yang horizontal. Yakni bercocok tanam secara hidroponik. “Ke depannya, kami berusaha membuat vertikultur tower ini dengan sistem hidroponik. Jadi tetap irit lahan, mudah dalam penyiraman, hasil maksimal. Sekarang masih dengan sistem konvensional dengan memakai media tanam tanah,”imbuhnya.

Kendati terbilang baru menekuni bercocok tanam dengan sistem vertikular tower namun Didang cukup menguasai teknik. Menurutnya untuk proses penanaman sendiri tidak sulit. Pot alas diisi tanah sedikit. Masukkan VT ke pot, dan isi tanah hingga pot penuh dan VT berdiri kokoh. Jika kurang kokoh, bisa ditambah dengan batu-batu kerikil. Lalu VT diisi tanah dari atas hingga penuh.

Tusuk-tusuk setiap lubang untuk memadatkan biarkan sehari, dua hari agar tanah memadat sendiri dan harus selalu disiram. Semai benih di tempat lain. Bisa menggunakan pot tray, bisa menggunakan botol bekas, mangkok dan lainnya yang sesuai. Jangan lupa disiram. Masa tumbuh kecambah sekitar 2-3 hari. Kecuali kangkung yang 1 hari sudah keluar kecambah. Setelah tumbuh 3 -4 daun, bibit sudah kuat dan bisa dipindah ke VT.

Untuk bercocok tanam biasanya memakai pupuk agar pertumbuhan maksimal. Usahakan memakai pupuk organik, jauhi pestisida, apalagi jika tujuan berkebun untuk dimakan sendiri. Untuk membuat pupuk organik juga sangat mudah. Semangkok nasi basi yang sudah tumbuh jamur warna orange, 2 tutup isi EM4 atau boleh ditukar dengan sebotol Yakult, sepotong gula merah dan seliter air cucian beras.

Campur semua bahan, masukkan dalam botol. Fermentasi sekitar tujuh hari atau sampai gasnya habis dan berbau tape. Setiap hari jangan lupa buka sebentar tutup botol untuk membuang gas. Jika tak ber gas lagi, pupuk sudah bisa dipakai. Campurkan pupuk dengan air. Perbandingan 1:10.

“Sedangkan untuk pestisida alami (pembasmi hama) bisa menggunakan daun pepaya, bawang merah, tembakau, buah mengkudu. Pilih salah satu bahan. Blender, simpan semalaman. Saring, masukkan dalam semprotan. Kasi sesendok sabun cuci piring cair. Kocok, semprotkan ke daun. Yang perlu diingat, untuk penyenprotan pestisida, lakukan subuh atau setelah matahari tenggelam. Karena cairan pestisida harus kering sebelum terkena matahari. Jika tidak, daun akan terbakar atau layu,” terang Didang.

Untuk produk Vertikultur tower dengan bahan paralon diameter 4 inchi, Didang membuat variasi harga sesuai ukuran. Antara lain, VT 120 Cm (24 lubang) Rp 110.000, VT 100 Cm (20 lubang) Rp 90.000, VT 75 cm (14 lubang) Rp 75.000, dan VT 50 cm (10 lubang) Rp 50.000.

“Itu harga standar. Biasanya ada promo setiap Minggu. Seperti diskon 10 ribu, free bibit, free ongkir, dan promo-promo lainnya,” imbuhnya.

Untuk daerah Pekanbaru, tersedia paket tinggal tanam juga. Jadi paket VT standar plus tanah (campuran tanah+sekam+kotoran hewan), pot alas dan bibit. Paket lengkap atau paket VT tambah 30 ribu.

Selain juga tersedia benih sayuran. Khususnya yang sesuai untuk di tanam di vertikultur tower. Seperti sawi, bayam, kangkung, pakcoy, selada, seledri. Untuk penyemaian, juga ada pot tray. Tersedia juga paket penyemaian 50 K yang isinya 15 jenis bibit sayuran, 1 pot tray 72 lubang dan 15 polibag.


Halaman :
  • 1
  • 2
  • >




Berita Lainnya

  • +

Disperindag Inhil Antisipasi Harga Bahan Pokok Melonjak Paska Tahun Baru

Jelang Ramadhan, Polres Inhil Monitor Kegiatan Pasar dan Harga Sembako

Lapas Kelas IIA Tembilahan Jual Hasil Ternak Ayam Kampung

Bulog Tembilahan: Stok Beras Kita Mencukupi

Rumah Produksi dan Galeri Diharapkan Bermanfaat bagi Masyarakat Inhil

Kantor Pertanahan Lakukan Pembinaan kepada KUB di Kemuning

Disbun Inhil: Harga TBS Sawit Riau Periode 4-10 Agustus 2021 Melonjak Jadi Rp 2.762,70 Perkilo

Minyak Goreng Satu Harga Telah Hadir di Inhil

Sebanyak 30 Orang Ikuti Pelatihan Penguatan Ekonomi Mustahiq dari Baznas Inhil

Bulog Tembilahan Jual Paket Sembako Murah di Bulan Ramadhan

Harga Kelapa di Inhil Mengalami Penurunan

Masyarakat Inhil Keluhkan Murahnya Harga Kelapa







Tulis Komentar



Terkini

  • +Indeks
Aipda Taufik Akbar Koordinasi bersama Masyarakat Terkait Pendataan Lahan Ketahanan Pangan
04 Juli 2026
Sertu Shofi Bantu Warga Desa Banjardowo Bangun Rumah
04 Juli 2026
Serka Yulianto Bantu Evakuasi Penemuan Mayat
04 Juli 2026
Sertu Krisna Gelar Karya Bakti di Lokasi Koperasi Merah Putih
04 Juli 2026
Sertu Hery Sutikno Ciptakan Keakraban
04 Juli 2026
Serda Sumanto Sambang Rumah Warga
04 Juli 2026
Serda Hendra Perkuat Kemanunggalan dengan Warga
04 Juli 2026
Dandim Letkol Kav Dicky Raih Penghargaan Kabar Terdepan Award
04 Juli 2026
"Anak-Anak Rindu" Pulanglah Sayang, 5 Hari Tanpa Kabar, Eko Menanti Vanessa Pulang.
04 Juli 2026
" Istri Ku Tercinta, Pulanglah, Anak - Anak Rindu" 5 Hari Tanpa Kabar, Eko Menanti Vanessa Pulang."
04 Juli 2026

Trending

  • +Indeks
Bea Cukai Bengkalis Tindak 652 Unit iPhone dari Kapal Cepat MV Oceanna 5
Dibaca : 223 Kali
Popda X Kepri Di Karimun Resmi Dibuka, Gubenur Ansar Sebut, Jadi Ajang Cetak Atlet Pelajar Berprestasi.
Dibaca : 219 Kali
Bhabinkamtibmas Desa Bekawan Koordinasi Pendataan Lahan Jagung, Dukung Swasembada Pangan di Kecamatan Mandah
Dibaca : 231 Kali
Ditjen Imigrasi Gandeng KPK untuk Benahi Instansi
Dibaca : 472 Kali
Dituntut 12 Tahun, Hakim Vonis 6 Tahun, Marthalius: Kami Banding!
Dibaca : 225 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
IndragiriOne.com ©2019 | All Rights Reserved By Delapan Media