• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Karimun
    • Karimun
  • Lifestyle
  • Fokus Inhil
  • Peristiwa
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Parlemen
  • Politik
  • Hukrim
  • Ekonomi
  • Desa
  • More
    • Mitra TNI
    • Mitra Polri
    • Advertorial
    • Nasional
    • Dunia
    • Opini
    • Sosbud
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks

Pilihan

  • +
Kantor Imigrasi Karimun, Gelar Sosialisasi TPPO Ke Masyarakat Desa Pangke.
Dibaca : 181 Kali
Imigrasi Karimun Gelar Sosialisasi Pencegahan TPPO Ke Masyarakat Desa Pangke.
Dibaca : 190 Kali
Antisipasi Kerawanan Kamtibmas Samapta Polres Karimun Gelar Patroli Perintis Presisi
Dibaca : 152 Kali
DLH Karimun Gelar Sosialisasi Pembayaran Retribusi Jasa Layanan Kebersihan Non Tunai.
Dibaca : 212 Kali
Bupati Iskandarsyah Sebut Inflasi Karimun Terentah Di Kepri
Dibaca : 309 Kali

  • Home
  • Peristiwa

Seorang Bocah di Inhil Diterkam Harimau, Berikut Kronologis Lengkapnya

Indragirione.com

Rabu, 03 November 2021 19:17:58 WIB
Cetak

INHIL,- Seorang bocah perempuan berinisial MS (12) diterkam harimau sumatera sehingga meninggal dunia, Minggu (31/10/2021). Peristiwa penyerangan hewan buas ini terjadi Desa Teluk Kabung, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir.

Disampaikan Kepala Bidang Teknis Balai Besar KSDA Riau, M. Mahfud, awalnya pihaknya mendapat laporan dari Kepala Unit PT Mutiara Sabuk Khatulistiwa (MSK).

Korban MS merupakan anak seorang pekerja pada Perusahaan PT Usaha Berkat Fangarato (UBF) yang merupakan salah satu kontraktor penanaman di PT MSK.

“Awalnya lokasi terjadinya konflik sedang dilakukan aktivitas penanaman,” kata Mahfud secara tertulis, Rabu (3/11/2021).

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (31/10) dini hari sekitar pukul 00.05 wib.

Ibu korban saat itu mendengar jeritan minta tolong dari korban yang sedang tidur bersamanya di dalam camp atau pondok kerja.

“Mendengar jeritan tersebut ibu korban terbangun dan samar-samar melihat anaknya (korban) seperti ada yang menyeret keluar dari pondok kerja. Kemudian ibu korban keluar dari pondok kerja namun anaknya tidak terlihat lagi karena kondisi gelap,” kata Mahfud.

Kemudian orang tua korban masuk kembali ke dalam pondok untuk mengambil senter untuk mencari korban.

"Selanjutnya ibu korban menemukan anaknya puluhan meter dari Camp dalam kondisi meninggal dunia dengan bekas luka cakaran dan gigitan di bagian kepala serta tengkuk korban. Melihat kondisi anaknya tersebut ibu si korban meminta tolong ke camp tenaga kerja yang berada dekat dengan TKP. Saat kejadian ayah korban tidak berada di camp karena sedang belanja keperluan kerja,” jelas Mahfud lagi.

Tidak berapa lama, tenaga kerja yang berada di dekat tempat kejadian menghubungi keluarga korban yang berada di PT Bina Duta Laksana (BDL), dan keluarga korban menghubungi Security PT MSK.

Sekitar lebih kurang pukul 01.05 wib, Security PT MSK langsung menuju tempat kejadian untuk mengevakuasi korban dan dibawa ke Pos P3K PT MSK dalam kondisi sudah meninggal.

“Visum dilakukan oleh pihak kepolisian dan medis dengan hasil diagnosis awal kematian disebabkan oleh death on arrivalatau gigitan binatang buas,” tambah Mahfud.

Korban lalu dibawa ke rumah duka dan dimakamkan.

Dijelaskan Mahfud, Resort Balai Besar KSDA terdekat menyampaikan belasungkawa terhadap korban. Kemudian melakukan mitigasi konflik satwa bersama pihak perusahaan. 

Dari hasil investigasi di lokasi tim menemukan bekas cakaran pada dinding pondok kerja yang terbuat dari plastik terpal dan jejak yang diduga adalah jejak satwa liar harimau sumatera.

Tim melakukan sosialisasi serta imbauan kepada karyawan yang ada di sekitar kejadian agar hati-hati dan waspada serta tidak melakukan aktivitas pada waktu pagi dan sore hari.

Tim juga menyampaikan kepada masyarakat yang bermukim di sekitar lokasi kejadian agar tidak memasang jerat atau melakukan tindakan anarkis terhadap satwa liar yang dilindungi termasuk harimau sumatera.

Pihak perusahaan juga menghentikan aktivitas sementara dan memindahkan seluruh pekerja yang berada di tempat kejadian dan sekitarnya ke camp induk PT MSK.

Selanjutnya tim memasang camera trap di lokasi kejadian sebanyak 3 unit. Keesokan harinya, Senin (1/11/2021) Balai Besar KSDA Riau melaksanakan rapat bersama para instansi untuk merumuskan rencana tindak lanjut penanganan konflik.

Dari hasil rapat tersebut tim akan melakukan identifikasi terhadap individu satwa yang berkonflik dengan penambahan pemasangan camera trap sebanyak 10 unit yang mencakup wilayah konsesi dan sekitarnya.

Pemasangan umpan pada titik titik tertentu dalam rangka menarik pergerakan satwa ke camera trap serta melakukan operasi pembersihan jerat di sekitar jalur jelajah satwa bersama pihak terkait.

Selain itu tim juga mendorong perusahaan untuk meningkatkan patroli dan pengawasan pada pusat-pusat aktivitas kerja.

Pihak perusahaan juga perlu mengubah pola penempatan pondok kerja lapangan (mobile camp) menjadi lebih terpusat sehingga para pekerja bisa lebih terkontrol dan saling menjaga serta lebih menjamin keamanan dari serangan satwa liar.

Selanjutnya adalah melakukan sosialisasi terkait mitigasi konflik kepada para pekerja dan pihak yang berada di sekitar lokasi dan mendorong perusahaan untuk lebih meningkatkan peran Satgas penanganan konflik dan melakukan patroli secara mobile.

“Kepada semua pihak yang memiliki izin yang di dalamnya merupakan wilayah jelajah pergerakan harimau sumatera agar bisa menciptakan kondisi kerja yang bersahabat dan lebih antisipatif dengan peningkatan pengawasan melalui patroli baik pengawasan pekerjaan maupun aktivitas ilegal seperti perburuan atau pemasangan jerat, melakukan imbauan kewaspadaan secara rutin, melakukan operasi sapu jerat, melakukan monitoring satwa liar secara rutin dan melaporkannya,” tutup Mahfud.




Berita Lainnya

  • +

Satu Korban Tenggelam di Rengat Kembali Ditemukan

Diskominfotiks Rohil Gelar Forum Data Statistik Sektoral

Seorang Pria Ditemukan Tewas di Kebun Sawit Desa Pancur Kecamatan Keritang

Kembali, Bencana Longsor Melanda Tanah Merah

Lontong Daun Fickha Tembilahan Sudah Ada Sejak Tahun 1989

Seorang Pemuda di Tempuling Gantung Diri

Kembali Berita Duka, 2 Jemaah Haji Asal Inhil Meninggal Dunia

Loncat ke Sungai, Seorang Pemuda di Tempuling Dikabarkan Hilang

Ada Pelampung, Terkuak Identitas Mayat yang Mengapung di Perairan Inhil

Anak Beruang Madu Masuk ke Pekarangan Rumah Warga di Mandah

Kenduri Riau 2024: 86 Tenant Gratis Siap Dongkrak Ekraf dan UMKM Lokal

Puluhan Kios Terbakar, Pedagang di Simpang 4 Rumbai Inhil Kehilangan Pekerjaan







Tulis Komentar



Terkini

  • +Indeks
Anggota Koramil Jombang Bina Fisik dan Mental Siswa SMK Dwija Bhakti
18 Mei 2026
Kekerasan terhadap WNI di Tambang Ilegal Malaysia, Mafirion PKB: Negara Tidak Boleh Kalah oleh Sindikat
18 Mei 2026
Bhabinkamtibmas Sungai Intan Hadir Dampingi Petani Jagung Wujudkan Ketahanan Pangan Desa
18 Mei 2026
Bhabinkamtibmas Sungai Intan Tinjau Lokasi Persiapan Tanam Jagung Dukung Ketahanan Pangan
18 Mei 2026
Polsek Tembilahan Hulu Panen Jagung Dukung Ketahanan Pangan di Desa Pulau Palas
18 Mei 2026
Tak Ada Data, Masyarakat Cegat PT Agrinas Pasang Plang di Desa Lubuk Besar
18 Mei 2026
Bhabinkamtibmas Polsek Sungai Batang Dampingi Peternak Bebek Program Ketahanan Pangan Dana BUMDes
18 Mei 2026
Polisi Sahabat Petani, Kapolsek Batang Tuaka Turun Langsung Dampingi Petani di Kuala Sebatu
18 Mei 2026
Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Polsek Sungai Batang Gelar Panen Raya Padi
18 Mei 2026
Warga Ikut Panen Padi Milik Polsek Sungai Batang, Bentuk Dukungan Ketahanan Pangan
18 Mei 2026

Trending

  • +Indeks
GEMARI Desak Agrinas Evaluasi Pemenang KSO di Kebun sawit Putat Diduga Picu Kegaduhan di Tengah Masyarakat Desa Putat
Dibaca : 496 Kali
Dinas Pertanian Inhil Imbau Petani Tidak Mudah Terpengaruh Isu Saat Harga Kelapa Turun
Dibaca : 381 Kali
Permohonan Ditolak, Gugatan Praperadilan Warga Selatpanjang Kandas
Dibaca : 243 Kali
Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II Gelombang 3 di Batang Tuaka Capai 20 Persen
Dibaca : 427 Kali
Polsek Tempuling Turun ke Lahan, Jagung Desa Teluk Jira Jadi Simbol Semangat Swasembada Pangan
Dibaca : 336 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
IndragiriOne.com ©2019 | All Rights Reserved By Delapan Media