• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Karimun
    • Karimun
  • Lifestyle
  • Fokus Inhil
  • Peristiwa
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Parlemen
  • Politik
  • Hukrim
  • Ekonomi
  • Desa
  • More
    • Mitra TNI
    • Mitra Polri
    • Advertorial
    • Nasional
    • Dunia
    • Opini
    • Sosbud
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks

Pilihan

  • +
Kantor Imigrasi Karimun, Gelar Sosialisasi TPPO Ke Masyarakat Desa Pangke.
Dibaca : 164 Kali
Imigrasi Karimun Gelar Sosialisasi Pencegahan TPPO Ke Masyarakat Desa Pangke.
Dibaca : 166 Kali
Antisipasi Kerawanan Kamtibmas Samapta Polres Karimun Gelar Patroli Perintis Presisi
Dibaca : 139 Kali
DLH Karimun Gelar Sosialisasi Pembayaran Retribusi Jasa Layanan Kebersihan Non Tunai.
Dibaca : 200 Kali
Bupati Iskandarsyah Sebut Inflasi Karimun Terentah Di Kepri
Dibaca : 273 Kali

  • Home
  • Ekonomi

Sambu Group Bantah Beli Kelapa Petani Harga Rp.1.500

Indragirione.com

Rabu, 29 Juni 2022 15:14:36 WIB
Cetak

INHIL,-  Akhir-akhir ini masyarakat petani Indragiri Hilir mengeluh terjun bebas harga jual buah kelapa Rp.1.500 perkilogram.

Informasi turunnya harga jual kelapa tersebut didapat dari petani belum lama ini. Bahkan kuota bongkar pun dibatasi sehingga buah hasil panen sulit untuk dijual.

Awak media mencoba mengkonfirmasi pihak PT Sambu Grub, melalui A Ginting mengatakan harga beli buah kelapa masih tergolong stabil dengan kisaran 2.300 perkilogram.

"Saat ini harga kelapa bulat (KB) licin pada pancang di daerah Tembilahan masih Rp.2.300 per kilogramnya atau Rp 2.280 perkilo setelah di potong upah bongkar," ungkap A Ginting, Humas Sambu Group, Rabu (29/6).

Diungkapkannya lagi, untuk buah kelapa jambul masih diharga Rp2.000 perkilogramnya jika menjual ke pancang Sambu. 

Lanjutnya, mengenai harga beli buah kelapa  dengan harga Rp.1.500 perkilogram, A Ginting menyatakan bahwa harga tersebut bukan harga dari Sambu Grub melainkan harga dari pembeli lain.

"Kalau ada info Rp1.500 per kilo itu harga pembeli lain, bukan Sambu," tegas A Ginting.

Turunnya harga jual kelapa tersebut diduga permainan para tengkulak untuk mencari untung. Sedangkan menurut ungkapan pihak Sambu, harga jual kelapa masih 2.300 perkilogram.

Mengenai pembatasan pembelian buah kelapa milik petani, dan pembatasan kuota bongkar di masing-masing pancang Sambu, untuk mengatur kedatangan buah kelapa ke pabrik.

"Untuk itu mulai Minggu lalu kita berlakukan kuota terima di pancang dengan jumlah yg bervariasi sesuai dengan rata-rata terima selama ini. Tujuannya agar pancang bisa menyerap relasi lokal dan agar petani juga bisa mengatur jarak panen buah kelapa mereka," tambah Humas Sambu Grub.

Dengan demikian kata A Ginting, buah kelapa tidak terlalu menumpuk di pancang dan tidak juga menumpuk di pabrik. Jika hal itu terjadi, dikhawatirkan mengurangi kwalitas kelapa.

Lebih lanjut Ginting memaparkan, saat ini banyak relasi jual kelapa ke pancang sambu, karena pembeli lain juga membatasi pembelian kelapa, seperti pembeli yang mengirim langsung ke Malaysia, Batam, Lobam, Jawa, Medan, dan lainnya. Hal itu ditandai dengan tidak adanya kapal pembeli tersebut, dan juga harga pembeliannya juga sangat rendah.

"Dari persoalan tersebut, sehingga penjualan kelapa membanjiri di setiap pancang sambu," ungkapnya.

Saat ini kata Humas Sambu, antrian di pabrik saja mencapai puluhan juta kelapa tidak dapat terbongkar cepat karena gudang penyimpanan penuh.

"Maka pengaturan kuota di pancang lebih kepada masalah tehnis untuk mencegah penumpukan kelapa dan mengurangi resiko penurunan kwalitas yang juga bisa merugikan semua pihak," tutupnya.

Dimana sebelumnya, kebijakan pembatasan kuota pembongkaran di pancang membuat masyarakat petani mengeluh karena kesulitan menjual buah kelapa mereka yang sudah dipanen.

Menurut penuturan seorang petani, Mifprapul Musadikin, saat ini masyarakat hanya bisa membongkar kurang lebih 40 ton di setiap pancang.

"Setiap pancang masing-masing kecamatan, pembongkaran perharinya kurang lebih 40 ton saja," sebut Mifprapul, Selasa (28/6).

Kondisi ini tentu menyulitkan masyarakat petani untuk menjual kelapanya, sedangkan kelapa yang datang bisa mencapai 100 ton perharinya.

"Kondisi seperti ini sudah hampir berjalan selama beberapa bulanan ini," terangnya.

Hal ini membuat para petani dan pengepul  banyak mengeluh karena harus mengantri 3 sampai 4 hari di pompong agar buah kelapa bisa dibongkar.




Berita Lainnya

  • +

Paska Hari Raya Idhul Fitri Harga Sembako di Tembilahan Stabil

Direktur SPR Riau Hadiri Anugerah Padmamitra Award dan Seminar Nasional

Jangan Lewatkan! Flash Promo Sepeda Motor Seharga Rp6,7 Juta di Tumbuh by Astra Financial

Kabupaten Inhil Terbanyak Menerima DBH Sawit

Jenis-jenis Usaha Pertanian yang Potensial Dikembangkan Ditengah Pandemi Covid-19

Siap-siap Gratis Ongkir, OKEJEK Berikan Cashback di Setiap Pesanan

Data Terbaru Pinhome: Insentif Pajak Dongkrak Pembelian Properti, Kenaikan Suku Bunga Geser Tren KPR

Pemasaran Amplang Si Kembar Sungai Luar Sampai ke Luar Negeri

Telah Hadir SB. Reni Fadhila Untuk Masyarakat Inhil, Layani Rute Batam - Tembilahan

Disbun Inhil: Harga Sawit Makin Naik, Sementara Kelapa 2.500 Perbutir

Ditemui Pengusaha Malaysia, Kadin Inhil Minta Petani Tingkatkan Produk Kerajinan

Cari Uang Tambahan Jadi Driver Ojol, Warga Tembilahan Ayo Bergabung dengan Maxim







Tulis Komentar



Terkini

  • +Indeks
PLN Nusantara Power UP Tenayan Perkuat Ekonomi Masyarakat Melalui Budidaya Ikan Sistem Biolfok dengan Pengembangan Cacing Sebagai Pakan
16 Mei 2026
Puluhan Jembatan Desa Rampung Dibangun, Kapolda Riau: Ini Wujud Nyata Pengabdian Polri untuk Masyarakat
16 Mei 2026
Kapolres Inhil Hadiri Panen Raya Jagung Serentak, Wujud Nyata Dukungan Ketahanan Pangan Nasional
16 Mei 2026
GEMARI Desak Agrinas Evaluasi Pemenang KSO di Kebun sawit Putat Diduga Picu Kegaduhan di Tengah Masyarakat Desa Putat
16 Mei 2026
Polres Inhil dan HMI Tembilahan Gelar Green Policing di SD Marginal Tasik Pilang
16 Mei 2026
Dandim 0814/Jombang Bersama Forkopimda Ikuti Zoom Meeting Launching 1.061 Koperasi Merah Putih
16 Mei 2026
PT PLN NP UP Tenayan Melakukan Semenisasi Jalan Lingkungan Menggunakan FABA
16 Mei 2026
Sertu Abdur Rokhim Gencarkan Komsos
16 Mei 2026
Serka Achmad Zainal Arifin Bnatu Bangun Rumah Warga Desa Denanyar
16 Mei 2026
Babinsa Koramil Kabuh Dampingi Penyaluran Makan Bergizi Gratis di Desa Kabuh
16 Mei 2026

Trending

  • +Indeks
GEMARI Desak Agrinas Evaluasi Pemenang KSO di Kebun sawit Putat Diduga Picu Kegaduhan di Tengah Masyarakat Desa Putat
Dibaca : 290 Kali
Dinas Pertanian Inhil Imbau Petani Tidak Mudah Terpengaruh Isu Saat Harga Kelapa Turun
Dibaca : 344 Kali
Permohonan Ditolak, Gugatan Praperadilan Warga Selatpanjang Kandas
Dibaca : 208 Kali
Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II Gelombang 3 di Batang Tuaka Capai 20 Persen
Dibaca : 397 Kali
Polsek Tempuling Turun ke Lahan, Jagung Desa Teluk Jira Jadi Simbol Semangat Swasembada Pangan
Dibaca : 312 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
IndragiriOne.com ©2019 | All Rights Reserved By Delapan Media