Pilihan
Pengakuan Internasional bagi Akademisi Stai Auliaurrasyidin Tembilahan dalam Konferensi Bergengsi Di Dumai Provinsi Riau
Tembilahan, Riau Provinsi Riau kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Dalam gelaran International Conference Perhimpunan Ilmuwan Pesisir Selat Malaka 2025 yang berlangsung megah di Institut Agama Islam (IAI) Tafaqquh Fiddin Dumai, nama Dr. Fahrina Yustiasari Liriwati dari STAI Auliaurrasyidin Tembilahan berhasil mencuri perhatian dunia akademik.
Pada puncak acara, Dr. Fahrina Yustiasari Liriwati diumumkan sebagai penerima Anugerah Ilmuwan Madya Pesisir Selat Malaka 2025 Bidang Pendidikan, sebuah penghargaan bergengsi yang diberikan kepada ilmuwan dengan kontribusi luar biasa dalam riset dan pengembangan masyarakat pesisir. Penghargaan ini diberikan atas karya dan kontribusi ilmiahnya melalui riset berjudul "Pendidikan Pesisir Selat Malaka: Analisis Nilai, Strategi dan Relevansi dalam Pembangunan Karakter Masyarakat Pesisir" menjadi alasan utama penghargaan tersebut diberikan.
Penghargaan ini sekaligus menegaskan kiprah Dr. Fahrina Yustiasari Liriwati dalam memperkuat model pendidikan Islam pesisir serta berbagai program pemberdayaan masyarakat di wilayah Indragiri Hilir. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa akademisi dari daerah mampu bersaing dan diakui secara internasional.
International Conference Perhimpunan Ilmuwan Pesisir Selat Malaka 2025 yang digelar dari tanggal 22-24 November 2025, menghadirkan ilmuwan, peneliti, dan tokoh pendidikan dari Indonesia dan Malaysia. Mereka berkumpul untuk mendiskusikan isu-isu strategis terkait maritim, budaya Melayu, dan masa depan pendidikan pesisir.
Para ilmuwan terkemuka dari Malaysia turut mewarnai konferensi ini, di antaranya: Prof. Dr. Ahmad Zaki Bin Abu Bakar, Universiti Geomatika Malaysia
Prof. Norlah Mohamed, Institut Alam dan Tamadun Melayu, Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM)
Dr. Ahmad Rosli Bin Mohd Nor, KB. PA Pensyarah Kanan UiTM Melaka
Keduanya menyampaikan pidato ilmiah yang menekankan pentingnya integrasi budaya maritim, penguatan peradaban Melayu, serta kolaborasi lintas negara dalam pengembangan riset kawasan Selat Malaka.
Dalam sambutannya, Rektor IAI Tafaqquh Fiddin Dumai, Assoc. Prof. Dr. H.M. Rizal Akbar, menyampaikan bahwa konferensi tahun ini menjadi momentum penting bagi daerah pesisir untuk bersuara di tingkat internasional. la menegaskan bahwa Selat Malaka menyimpan potensi besar dalam bidang pendidikan, budaya, dan ekonomi yang harus dikaji secara kolaboratif oleh para ilmuwan.
Penghargaan yang diraih Dr. Fahrina menjadi kebanggaan tersendiri bagi dunia pendidikan Riau, terkhusus Kabupaten Indragiri Hilir. Pengakuan internasional ini memperkuat posisi STAI Auliaurrasyidin Tembilahan sebagai salah satu kampus yang aktif melahirkan ilmuwan pesisir dan peneliti yang konsisten berkontribusi untuk pembangunan karakter masyarakat. Prestasi ini sekaligus menjadi inspirasi bagi para pendidik, mahasiswa, dan generasi muda Riau untuk terus berkarya, meneliti, dan berdampak bagi masyarakat.








Tulis Komentar