Pilihan
Agung-Markarius Tancap Gas, Pembangunan Pekanbaru Bergerak Menembus Batas
INDRAGIRIONE.COM, PEKANBARU - Kepemimpinan Wali Kota Pekanbaru H Agung Nugroho dan Wakil Wali Kota H Markarius Anwar mencuri perhatian. Di bawah komando mereka, Pekanbaru kini mulai “tancap gas”. Tak hanya sekedar berbenah, pembangunan Kota Bertuah justru telah melesat dengan pesat. Kemajuan berjalan dengan terstruktur hingga menembus batas (melampaui target). Menariknya, semua itu bisa terlaksana hanya dalam kurun waktu sekitar satu tahun!
Sejak dilantik menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pekanbaru, pada 20 Februari 2025 lalu, Agung dan Markarius langsung bergerak memacu pembangunan. Satu persatu program kerja yang disusun mulai direalisasikan. Kedua pemimpin ini bersama jajarannya bahu membahu membangun fondasi demi satu tujuan, melanjutkan transformasi menuju Pekanbaru yang lebih bersih, sehat, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Dalam satu tahun terakhir, kerja keras itu mulai membuahkan hasil. Pekanbaru menggeliat dengan cepat. Satu hal yang jelas, arah pembangunan ibukota Provinsi Riau ini sekarang berjalan dengan lebih denganlebih terstruktur. Selain itu, pelayanan publik juga dirasakan semakin mendekat ke warga, dan tata kelola kota mulai dibenahi secara menyeluruh.
“Semua kami lakukan hanya untuk masyarakat. Kepercayaan dan harapan masyarakat kepada kami sangat besar. Maka kami akan bekerja dan berupaya keras untuk mewujudkan itu,” ungkap Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho beberapa waktu lalu.
Indikator bergeraknya pembangunan Kota Pekanbaru dapat dilihat dari berbagai program yang dijalankan. Komitmen tersebut diawali dengan kebijakan yang menyentuh kebutuhan harian warga. Hitungan jam setelah pelantikan, penurunan tarif parkir kendaraan bermotor langsung dilakukan. Perwako Nomor 02 Tahun 2025 ditandatanganinya untuk menjawab kisruh parkir yang sempat melanda Pekanbaru.
Berbagai inovasi untuk mempermudah layanan publik juga diwujudkan. Kehadiran mobil AMAN menjadi jawaban untuk warga yang ingin mendapatkan layanan administrasi kependudukan. Terbaru, sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan rasa aman dan perlindungan bagi masyarakat, Wali Kota Pekanbaru H Agung Nugroho secara resmi meluncurkan Tim Reaksi Cepat (TRC) Pekanbaru Aman 112.
Tak sampai disitu, Bazar Pangan Murah digelar untuk membantu masyarakat. Setidaknya, 50 titik lokasi telah disentuh untuk menjaga daya beli masyarakat. Hal ini dipadukan dengan langkah pemberdayaan masyarakat yang diwujudkan lewat program Rp 100 Juta per RW. Serta dilanjutkan dengan pengangkatan PPPK paruh waktu, serta pemberian tunjangan kinerja ke-14 untuk memperkuat kapasitas aparatur.
Di sektor lingkungan, Gerakan Serbu Sampah digulirkan, yang dilanjutkan pula dengan pembentukan Lembaga Pengelolaan Sampah (LPS) di 83 kelurahan se-Kota Pekanbaru. LPS ini menjadi ujung tombak penanganan sampah yang menjadi masalah klasik kota. Di sisi lain, penindakan terhadap pelaku pembuang sampah ilegal juga semakin tegas diterapkan.
Bahkan, Kota Pekanbaru kini mulai menapaki babak baru dalam pengelolaan sampah melalui pengembangan proyek waste to energy (WTE) atau pengolahan sampah menjadi energi. Sebuah langkah maju yang pantas mendapat apresiasi lebih.
Pembangunan berbasis lingkungan ini didukung pula dengan masifnya penanaman pohon. Sebanyak 15 ribu pohon ditanam guna memperkuat visi Pekanbaru Green City yang berkelanjutan.
Di tangan Agung-Markarius, perbaikan infrastruktur juga tercatat melampaui target. Lebih dari 42 kilometer jalan sukses diperbaiki, lalu 42 halte diremajakan, lampu penerangan dipasang, dan wifi gratis dihadirkan di sejumlah titik. Bahkan wajah kota dipercantik dengan melakukan penertiban 175 tiang reklame.
Khusus untuk masalah banjir, berbagai upaya pengendalian dilakukan. Penanganan difokuskan di 20 titik rawan, plus normalisasi sungai sepanjang 78,2 kilometer, serta drainase dan DAS sepanjang 109,5 kilometer.
Sepak terjang pemimpin Pekanbaru ini berlanjut di bidang pendidikan. Program Zero Putus Sekolah yang dicanangkan berhasil menjaring 1.778 anak dengan berbagai latar permasalahan. Sehingga tercatat 757 anak Pekanbaru dapat dikembalikan ke bangku pendidikan. Bahkan Pemko Pekanbaru juga menanggulangi kendala ijazah yang tertahan dan membantu perlengkapan sekolah.
Di luar itu, program beasiswa digelontorkan bagi generasi penerus. Beasiswa diperuntukkan bagi mereka yang menempuh pendidikan S1 hingga S3, termasuk bagi para Hafiz Alquran.
Khusus untuk menyukseskan wajib belajar 13 tahun, Pemerintah Kota Pekanbaru juga telah mewujudkan pemenuhan 1 PAUD 1 Kelurahan. Langkahnya, dengan menintegrasikan pada pelayanan Posyandu menginterasikan pada layanan posyandu serta meningkatkan kompetensi kader dengan mengadakan pelatihan kader posyandu yang menjadi bagian dari strategi menekan angka stunting dan memperkuat kualitas generasi mendatang.
Di bidang kesehatan, Pemko Pekanbaru menggiatkan program pemeriksaan kesehatan gratis. Program ini sejalan dengan kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi peserta didik dan kelompok 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita).
Gaya hidup sehat juga terus digaungkan melalui berbagai event. Penyelenggaraan Lomba Lari Pekanbaru 10K dan peresmian Stadion Mini Gelora Hang Tuah menjadi sarana untuk mengajak masyarakat hidup sehat melalui olahraga.
Tak hanya itu, program Zero Stunting yang diusung untuk mencapai status bebas kasus tengkes mencatatkan prestasi gemilang. Sepanjang tahun 2025, Pemko Pekanbaru telah berhasil menangani lebih dari 3.000 kasus stunting melalui berbagai intervensi gizi yang terintegrasi.
Atas prestasi tersebut Wali Kota Pekanbaru H Agung Nugroho menerima penghargaan peringkat dua nasional pada Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 dari Pemerintah Pusat. Penghargaan yang diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian ini memberi bukti keberhasilan Pemko Pekanbaru dalam menekan angka kemiskinan dan stunting.
Dari sisi tata kelola keuangan, utang warisan Pemko senilai Rp467 miliar juga berhasil dilunasi dengan tangan dingin Agung-Markarius. Bahkan beberapa investasi baru berhasil digaet. Sejumlah kemudahan yang ditawarkan membuat investor nyaman berinvestasi di Kota Pekanbaru. Salah satunya, proses Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang bermanfaat bagi pengusaha perumahan, kini dapat diselesaikan hanya dalam satu jam.
Bidang prestasi dan penguatan identitas budaya turut mewarnai perjalanan setahun kepemimpinan Agung-Markarius. Pekanbaru sendiri berhasil meraih Juara 2 MTQ Tingkat Provinsi Riau dan sukses menyelenggarakan MTQ ke-57 tingkat kota. Sementara Festival Kreatif Budaya Melayu digelar untuk menghidupkan nilai kultural sekaligus mendorong UMKM.
Satu yang menjadi catatan, di tengah pesatnya pembangunan, solidaritas tetap ditunjukkan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru. Bencana banjir yang melanda wilayah tetangga di Aceh, Sumatera Utara, danSumatera Barat beberapa waktu lalu mengetuk hati Pemko Pekanbaru. Bantuan uang tunai dan sembako disalurkan untuk daerah yang terdampak banjir, masing-masing senilai Rp3 miliar dan Rp1,5 miliar.
Berbagai program pembangunan di Kota Pekanbaru ini juga diselaraskan dengan Program Strategis Nasional (PSN). Seperti program Makan Bergizi Gratis yang saat ini terdapat 27 dapur umum MBG, lalu Koperasi Merah Putih dengan berdirinya 83 koperasi yang berbadan hukum di setiap kelurahan, digitalisasi pendidikan, dan sekolah rakyat.
Selain itu, Pemko Pekanbaru bersama Pemerintah Pusat juga terus berupaya melakukan intervensi untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem dan mendorong pengembangan UMKM sebagai alat penekan angka kemiskinan.
Kemudian melakukan pengelolaan sampah terpadu dengan mengembangkan sistem pengelolaan sampah pengangkutan dan pengurangan timbulan sampah, membangun 42 unit rumah layak huni baru dan rehabilitasi 12 unit rumah, serta pembangunan gas kota yang memiliki 20 ribu sambungan rumah jaringan gas. (Adv)








.jpg)




Tulis Komentar