Pencarian

Pemkab Inhil Perkuat Pelabuhan Pengumpan untuk Dorong Konektivitas dan Ekonomi Daerah

Sabtu, 22 Agustus 2026 • 16:39:52 WIB
Pemkab Inhil Perkuat Pelabuhan Pengumpan untuk Dorong Konektivitas dan Ekonomi Daerah
Pemkab Inhil perkuat pelabuhan pengumpan untuk dorong konektivitas dan ekonomi daerah.

Ringkasan AI

  • Pemkab Inhil mengikuti webinar penguatan pelabuhan pengumpan bersama APKASI, ABUPI, dan CORE Indonesia untuk memperkuat konektivitas antarwilayah. Pengelolaan pelabuhan pengumpan berpotensi memperlancar mobilitas orang dan barang, meningkatkan akses perdagangan, serta membuka peluang investasi dan pendapatan asli daerah. Realisasi pengelolaan optimal menuntut kesiapan regulasi, kelembagaan, dan badan usaha pengelola. Pelabuhan dipandang sebagai penggerak ekonomi daerah yang mampu memacu produksi, perdagangan, dan investasi. Pemkab Inhil menyambut baik pembahasan ini sebagai peluang memperluas konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di wilayah berciri banyak jalur perairan.

*Ringkasan ini dibuat dengan bantuan AI

Tembilahan – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terus menunjukkan perhatiannya pada upaya memperkuat konektivitas antarwilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Salah satu langkah yang ditempuh adalah dengan mengembangkan serta memperkuat fungsi pelabuhan pengumpan, yang dinilai memiliki peran penting dalam menopang aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan Asisten Bidang Pembangunan dan Perekonomian Setda Inhil, H. Dwi Budiyanto, S.Sos., M.Si., yang mewakili Bupati Inhil H. Herman, SE., MT., dalam Webinar Indonesian Connecting Ports dengan tema Mengakselerasi Konektivitas Melalui Penguatan Pelabuhan Pengumpan, Jumat (21/8/2026). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) bersama Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI) dan CORE Indonesia.

Dalam forum yang digelar secara virtual dari Ruang Multimedia Diskominfo Pers Inhil itu, dibahas beragam strategi untuk memperkuat pelabuhan pengumpan. Salah satu fokus utama adalah peluang keterlibatan pemerintah kabupaten dalam pengelolaannya, mengacu pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah serta Rencana Induk Pelabuhan Nasional (RIPN).

Pengelolaan pelabuhan pengumpan yang berjalan optimal disebut dapat memberi dampak luas. Dampak itu mencakup kelancaran mobilitas orang dan barang, peningkatan akses perdagangan, terbukanya peluang investasi, serta dukungan terhadap kenaikan pendapatan asli daerah. Namun, realisasinya masih menuntut kesiapan dari sisi regulasi, kelembagaan, dan badan usaha pengelola.

Ketua Umum APKASI Bursah Zarnubi menegaskan dalam kegiatan tersebut bahwa pelabuhan harus dipandang sebagai penggerak ekonomi daerah. Keberadaannya diharapkan tidak sekadar menunjang sektor transportasi, tetapi juga mampu memacu produksi, perdagangan, dan investasi di masing-masing wilayah.

Bagi Inhil yang berciri khas banyak jalur perairan, penguatan konektivitas lewat sektor kepelabuhanan menjadi komponen penting dalam mendukung aktivitas masyarakat. Pemkab Inhil pun menyambut baik pembahasan penguatan pelabuhan pengumpan ini, yang dinilai sebagai peluang untuk memperluas konektivitas sekaligus membuka ruang pertumbuhan ekonomi yang lebih besar.

Ikut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan, Kepala Bapperida, Kepala Bapenda, serta Bagian Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Indragiri Hilir.

Follow www.indragirione.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks