Pencarian

Kremlin Buka Peluang Perundingan Trilateral dengan AS-Ukraina, Nasib Donbas Jadi Penentu

Selasa, 08 September 2026 • 07:01:31 WIB
Kremlin Buka Peluang Perundingan Trilateral dengan AS-Ukraina, Nasib Donbas Jadi Penentu
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyatakan pembahasan lokasi dan tanggal perundingan trilateral dengan AS dan Ukraina masih terlalu dini.

INDRAGIRIONE.COM — Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan kepada wartawan pada Senin (8/9) bahwa pembahasan mengenai lokasi dan tanggal pasti pertemuan masih terlalu dini. “Rusia tidak menutup kemungkinan dilanjutkannya kembali format trilateral, namun masih terlalu dini untuk membicarakan lokasi atau tanggal pastinya pada tahap ini,” ujarnya.

Kebuntuan Negosiasi dan Fokus Baru Washington

Upaya mediasi yang dipimpin AS untuk mengakhiri konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II ini mengalami stagnasi dalam beberapa bulan terakhir. Negosiator Rusia dan Ukraina terakhir kali bertemu dalam perundingan yang difasilitasi AS pada Februari lalu di Jenewa, namun gagal mencapai titik temu.

Kebuntuan terjadi terutama pada status wilayah Donbas di Ukraina timur. Rusia menuntut wilayah tersebut, yang tidak sepenuhnya dikuasai militernya, menjadi bagian tak terpisahkan dari setiap kesepakatan damai. Sementara itu, perhatian Washington disebut mulai bergeser pada ketegangan dengan Iran, memperlambat laju diplomasi di Eropa Timur.

Kunjungan Witkoff dan Kushner Bawa Usulan Baru

Witkoff dan Kushner bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada akhir pekan lalu. Kunjungan ini merupakan upaya baru pemerintahan AS untuk memecah kebuntuan negosiasi.

Sumber senior di Kepresidenan Ukraina menyebut kedua utusan AS itu membawa usulan yang dinilai “lebih efektif” untuk mengakhiri pertempuran. Kendati demikian, baik Moskow maupun Kyiv tidak mengumumkan adanya terobosan signifikan dari pertemuan tersebut.

Empat Setengah Tahun Konflik dan Korban Jiwa

Perang yang dipicu invasi Rusia pada 2022 itu telah menewaskan puluhan ribu tentara dan warga sipil. Hingga kini, lini pertempuran masih membentang di wilayah timur dan selatan Ukraina, dengan serangan udara dan artileri yang terus terjadi hampir setiap hari.

Sinyal keterbukaan dari Kremlin ini menjadi perkembangan diplomatik pertama setelah berminggu-minggu kebuntuan. Namun tanpa kesepakatan soal Donbas, jalan menuju meja perundingan masih panjang dan penuh ketidakpastian.

Sumber: voi.id

Follow www.indragirione.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks