INDRAGIRIONE.COM — Presiden Prabowo Subianto merombak Kabinet Merah Putih dengan mengubah sejumlah posisi ekonomi, termasuk membentuk Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi. Bahlil Lahadalia memimpin kementerian baru itu sekaligus merangkap Menteri ESDM.
ekonomi, termasuk membentuk Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi. Bahlil Lahadalia memimpin kementerian baru itu sekaligus merangkap Menteri ESDM. ISI:Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Prabowo mengangkat Bahlil sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi. Ia juga menunjuk Muhammad Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita.
Bahlil menyatakan siap mengemban dua jabatan sekaligus. "Saya dilantik sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, sekaligus merangkap jadi Menteri ESDM. Saya tahu ini adalah amanah, tanggung jawab negara yang saya harus emban," ujarnya usai pelantikan.
Posisi Baru di Lingkaran Koordinator Perekonomian
Drajad Hari Wibowo dilantik sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, mendampingi Airlangga Hartarto yang tetap menjabat Menko Perekonomian. Kementerian Keuangan mendapat tambahan dua wakil menteri, yakni Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman. Keduanya melengkapi Juda Agung di posisi yang sama.
Di sektor pangan dan kelautan, Letnan Jenderal TNI Muhammad Saleh Mustafa resmi menjabat Wakil Menteri Pertanian. Irwan Meilano, peneliti dan akademisi Institut Teknologi Bandung, dilantik sebagai Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan. Sebelumnya ia menjabat Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB periode 2025-2030.
Susunan Menteri dan Wakil Menteri Bidang Ekonomi per 1 Oktober 2026
- Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian: Airlangga Hartarto (Menteri), Drajad Hari Wibowo (Wakil Menteri)
- Kementerian Ketenagakerjaan: Yassierli (Menteri), Afriansyah Noor (Wakil Menteri)
- Kementerian Perindustrian: Muhammad Sarmuji (Menteri), Faisol Riza (Wakil Menteri)
- Kementerian Perdagangan: Budi Santoso (Menteri), Dyah Roro Esti Widya Putri (Wakil Menteri)
- Kementerian ESDM: Bahlil Lahadalia (Menteri), Yuliot Tanjung (Wakil Menteri)
- Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM: Rosan Perkasa Roeslani (Menteri/Kepala), Todotua Pasaribu (Wakil Menteri/Wakil Kepala)
- Kementerian Pariwisata: Widiyanti Putri Wardhana (Menteri), Ni Luh Puspa (Wakil Menteri)
- Kementerian Koordinator Bidang Pangan: Zulkifli Hasan (Menteri), Hanif Faisol Nurofiq (Wakil Menteri)
- Kementerian Pertanian: Andi Amran Sulaiman (Menteri), Muhammad Saleh Mustafa (Wakil Menteri)
- Kementerian Kehutanan: Raja Juli Antoni (Menteri), Rohmat Marzuki (Wakil Menteri)
- Kementerian Kelautan dan Perikanan: Sakti Wahyu Trenggono (Menteri), Didit Herdiawan Ashaf dan Irwan Meilano (Wakil Menteri)
- Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH: Mohammad Jumhur Hidayat (Menteri/Kepala), Diaz Hendropriyono (Wakil Menteri/Wakil Kepala)
- Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan: Agus Harimurti Yudhoyono (Menteri)
- Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN: Nusron Wahid (Menteri/Kepala), Ossy Dermawan (Wakil Menteri/Wakil Kepala)
- Kementerian Pekerjaan Umum: Dody Hanggodo (Menteri), Diana Kusumastuti (Wakil Menteri)
- Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman: Maruarar Sirait (Menteri), Fahri Hamzah (Wakil Menteri)
- Kementerian Transmigrasi: M. Iftitah Sulaiman Suryanagara (Menteri), Viva Yoga Mauladi (Wakil Menteri)
- Kementerian Perhubungan: Dudy Purwagandhi (Menteri), Suntana (Wakil Menteri)
- Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi: Bahlil Lahadalia (Menteri)
- Kementerian Keuangan: Suahasil Nazara (Menteri), Juda Agung, Nurkholisoh Ibnu Aman, dan Luky Alfirman (Wakil Menteri)
Fokus Baru di Hilirisasi dan Transisi Energi
Pembentukan Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi menajamkan agenda pengolahan sumber daya alam di luar sektor investasi yang selama ini ditangani Rosan Perkasa Roeslani melalui BKPM. Bahlil kini memegang dua portofolio yang saling terkait: kebijakan energi di Kementerian ESDM dan koordinasi lintas sektor hilirisasi.
Bagi pelaku industri, rangkap jabatan Bahlil di dua posisi strategis ini menjadi perhatian. Sorotan utama terletak pada kecepatan perizinan dan sinkronisasi kebijakan antara hulu dan hilir sektor energi. Pasar akan mencermati arah kebijakan transisi energi dan kelanjutan program hilirisasi mineral dalam beberapa bulan ke depan.