Arsenal Hajar Coventry 2-0 di Laga Perdana Premier League, Odegaard Jadi Bintang
Laga yang berlangsung Jumat (16/8) malam WIB ini menjadi panggung bagi para debutan Arsenal. Christos Tzolis, yang baru bergabung musim panas ini, tampil memukau di sisi kiri serangan dan mendapat standing ovation saat digantikan di menit 76. Namun, kemenangan ini tidak lepas dari dua blunder fatal kiper Coventry, Oliver Rushworth, yang membuat timnya gagal memberikan perlawanan berarti di babak kedua.
Dua Blunder Rushworth Hancurkan Perlawanan Coventry
Arsenal memang mendominasi sejak awal, tetapi butuh 50 menit untuk memecah kebuntuan. Berawal dari kerja sama apik di sisi kanan, Bukayo Saka melepas umpan tarik kepada Odegaard di kotak penalti. Tendangan pertama Odegaard masih bisa dihalau, namun bola liar gagal diamankan Rushworth dengan sempurna hingga akhirnya melewati garis gawang. Odegaard sendiri merayakan golnya dengan malu-malu, seolah tahu gol itu lebih karena kesalahan kiper.
Dua menit berselang, Rushworth kembali melakukan kesalahan. Sepakan melengkung Lewis-Skelly dari luar kotak penalti sempat mengenai badan kiper Coventry itu dan nyaris masuk ke gawang. Beruntung bagi Arsenal, kiper mereka, David Raya, nyaris tidak bekerja sepanjang laga karena lini belakang Coventry kesulitan menembus pertahanan tuan rumah.
Tzolis dan Lini Serang Baru Arsenal Langsung Padu
Sepanjang babak pertama, Arsenal tampil dominan. Tzolis menjadi mimpi buruk bek kanan Coventry, terus-menerus menusuk dari sisi kiri. Beberapa peluang emas tercipta, termasuk sundulan Kai Havertz yang nyaris menjadi gol di menit 81 sebelum dimentahkan bek Amenda di garis gawang. Satu-satunya kekurangan Arsenal malam itu adalah penyelesaian akhir yang masih tumpul, seperti yang terlihat dari tembakan Mikel Merino yang mudah diblok di menit 78.
Pelatih Mikel Arteta menegaskan timnya masih akan berburu pemain baru di bursa transfer. "Kami mencoba memperbaiki tim, tapi sejauh ini saya sangat senang dengan apa yang ada," ujarnya kepada Sky Sports sebelum pertandingan. Arteta juga menekankan pentingnya menjaga intensitas permainan, mengingat jadwal padat yang menanti.
Coventry Mendapat Pelajaran Berharga di Babak Kedua
Meski tertinggal dua gol, Coventry tidak menyerah. Mereka mencoba bangkit lewat pergantian pemain di menit 70, memasukkan Rudoni dan Awoniyi. Peluang emas sempat hadir di menit 86 ketika umpan silang Torp menemukan Rudoni di depan gawang, namun sundulannya masih melenceng tipis. Sebelumnya, wasit sempat menjadi sorotan setelah menolak hadiah tendangan bebas untuk Thomas-Asante yang dijatuhkan Ben White di menit 48.
Kekalahan ini menjadi tamparan realistis bagi Coventry yang baru promosi. "Kurva belajar yang curam bagi kami," komentar Robert Jones, pengamat yang menyaksikan laga. "Saya sempat khawatir akan terjadi pembantaian di babak pertama, tapi mereka belajar banyak tentang diri mereka sendiri di babak kedua."
Dengan kemenangan ini, Arsenal langsung memuncaki klasemen sementara Premier League. Sementara itu, Coventry harus segera bangkit karena jadwal berat masih menanti. Adapun Jamie Carragher, pundit Sky Sports, menobatkan Odegaard sebagai pemain terbaik pertandingan, mengungguli penampilan impresif Tzolis.