BEI Hapus Batas Harga Saham Rp50, 46 Emiten 'Gocap' Terancam Masuk Papan Pemantauan Khusus

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengumumkan rencana penghapusan batas minimum harga saham Rp50 dalam keterangan resmi pada Kamis (20/8).
Penulis: Fajar
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 08:17:01 WIB

Rencana penghapusan batas minimum harga saham ini diumumkan langsung oleh Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, Kamis (20/8). Otoritas bursa menilai kebijakan lama justru menghambat proses penemuan harga wajar (price discovery) dan membatasi likuiditas perdagangan di pasar modal.

"Untuk memberikan akses likuiditas dan price discovery yang lebih baik, kami akan menghapus batasan harga minimum Rp50," ujar Jeffrey dalam keterangan resminya.

46 Saham 'Gocap' yang Terancam Kehilangan Status

Berdasarkan data perdagangan Jumat (21/8), terdapat puluhan emiten yang saat ini masih bertengger di bawah level psikologis Rp50. Mayoritasnya adalah saham-saham dengan kapitalisasi pasar kecil, namun beberapa nama besar seperti PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) juga masuk dalam daftar tersebut.

Berikut daftar lengkap saham yang diperdagangkan di bawah Rp50:

  • PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP)
  • PT Armidian Karyatama Tbk (ARMY)
  • PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk (ATLA)
  • PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP)
  • PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP)
  • PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk (BOSS)
  • PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL)
  • PT Cahaya Bintang Medan Tbk (CBMF)
  • PT Cowell Development Tbk (COWL)
  • PT Capri Nusa Satu Properti Tbk (CPRI)
  • PT Central Proteina Prima Tbk (CPRO)
  • PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA)
  • PT Envy Technologies Indonesia Tbk (ENVY)
  • PT First Indo American Leasing Tbk (FINN)
  • PT Golden Plantation Tbk (GOLL)
  • PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO)
  • PT Hensel Davest Indonesia Tbk (HDIT)
  • PT HK Metals Utama Tbk (HKMU)
  • PT Hotel Mandarine Regency Tbk (HOME)
  • PT Saraswati Griya Lestari Tbk (HOTL)
  • PT Inti Agri Resources Tbk (IIKP)
  • PT Indo Komoditi Korpora Tbk (INCF)
  • PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk (KBRI)
  • PT Limas Indonesia Makmur Tbk (LMAS)
  • PT Marga Abhinaya Abadi Tbk (MABA)
  • PT Multi Agro Gemilang Plantation Tbk (MAGP)
  • PT Maxindo Karya Anugerah Tbk (MAXI)
  • PT Modernland Realty Ltd. Tbk (MDLN)
  • PT MDTV Media Technologies Tbk (NETV)
  • PT Sinergi Megah Internusa Tbk (NUSA)
  • PT Polaris Investama Tbk (PLAS)
  • PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP)
  • PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk (PNBS)
  • PT Pool Advista Indonesia Tbk (POOL)
  • PT Bliss Properti Indonesia Tbk (POSA)
  • PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL)
  • PT Rimo International Lestari Tbk (RIMO)
  • PT Siwani Makmur Tbk (SIMA)
  • PT SMR Utama Tbk (SMRU)
  • PT Sugih Energy Tbk (SUGI)
  • PT Jaya Swarasa Agung Tbk (TAYS)
  • PT Indosterling Technomedia Tbk (TECH)
  • PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM)
  • PT Triwira Insanlestari Tbk (TRIL)
  • PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE)
  • PT Dosni Roha Indonesia Tbk (ZBRA)

Alasan di Balik Wacana Penghapusan Batas Minimum

Jeffrey menjelaskan, kebijakan ini merupakan respons atas masukan dari pelaku industri. Pihaknya telah menggelar diskusi dengan Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) dan Asosiasi Manajer Investasi Indonesia (AMII) pada 19 Agustus lalu untuk menjaring respons.

"Diskusi dengan investor global juga kami lakukan," imbuhnya.

Selama ini, batas harga Rp50 kerap menjadi "plafon" yang membuat saham sulit bergerak. Dengan adanya batas minimum, mekanisme pasar menjadi tidak natural karena harga tidak bisa turun di bawah level tersebut, sehingga proses tawar-menawar antara pembeli dan penjual tidak berjalan optimal.

Apa Dampaknya bagi Investor?

Penghapusan batas minimum ini memiliki implikasi ganda. Di satu sisi, kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan likuiditas karena saham dapat bergerak lebih bebas mengikuti kekuatan pasar.

Di sisi lain, investor harus lebih waspada. Saham-saham yang saat ini berada di level 'gocap' berpotensi mengalami penurunan harga lebih dalam jika fundamental perusahaannya tidak membaik. Sebaliknya, saham dengan kinerja solid justru bisa menemukan harga wajarnya tanpa terhalang batas bawah buatan.

Investasi mengandung risiko.

Reporter: Fajar