Harga CPO KPBN Naik Rp 170 per Kg ke Rp 15.925, Tembus Level Tertinggi 20 Bulan di Bursa Malaysia

Harga CPO pada tender KPBN naik Rp 170 menjadi Rp 15.925 per kilogram, sejalan dengan penguatan kontrak berjangka di Bursa Malaysia.
Penulis: Yasir
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 02:18:01 WIB

JAKARTA — Harga minyak sawit mentah (CPO) pada tender PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) resmi ditetapkan naik pada perdagangan Kamis (20/8/2026). Harga CPO Franco Dumai ditetapkan di level Rp 15.925 per kilogram, menguat Rp 170 dibandingkan penawaran tertinggi pada Rabu (19/8/2026) yang berada di angka Rp 15.755 per kilogram.

Penguatan harga domestik ini sejalan dengan momentum positif di pasar global. Kontrak berjangka minyak sawit mentah di Bursa Malaysia Derivatives bahkan sempat melonjak hingga 1,7 persen menjadi RM4.977 per ton secara intrahari, sebuah level tertinggi yang terakhir kali terjadi pada Desember 2024.

Faktor Pendorong: B50 dan Ancaman El Niño

Lonjakan permintaan bahan bakar nabati menjadi katalis utama penguatan harga. Indonesia, sebagai produsen minyak sawit terbesar dunia, tengah gencar menjalankan program mandatori biodiesel B50 yang menyerap lebih banyak CPO untuk sektor energi domestik.

Kebijakan ini secara langsung berpotensi mengalihkan pasokan minyak sawit dari pasar ekspor. Di sisi lain, meningkatnya risiko gangguan produksi akibat penguatan fenomena El Niño turut memperkuat spekulasi pengetatan pasokan global, sehingga harga di pasar berjangka terus terpompa naik.

Daftar Harga Tender KPBN Hari Ini

Berdasarkan data yang dihimpun dari KPBN, berikut rincian harga CPO pada tender Kamis (20/8/2026) yang seluruhnya belum termasuk PPN:

  • Franco Dumai: Rp 15.925 per kg (CTI)
  • FOB Talang Duku: Rp 15.675 per kg (AGM)
  • Franco Teluk Bayur: Rp 15.725 per kg (WIRA)
  • FOB Palembang: Rp 15.700 per kg (AGM)
  • Loco PKS Kembayan: Rp 15.425 per kg (WD), dengan penawaran tertinggi Rp 15.350 (EUP)
  • Loco PKS Parindu: Rp 15.535 per kg (WD), dengan penawaran tertinggi Rp 15.450 (EUP)
  • Loco PKS Ngabang: Rp 15.550 per kg (WD), dengan penawaran tertinggi Rp 15.450 (EUP)

Apa Dampaknya bagi Pelaku Usaha Sawit?

Penguatan harga ini menjadi sinyal positif bagi pekebun dan pedagang sawit di tengah fluktuasi pasar. Namun, di sisi lain, kebijakan B50 yang menyerap pasokan domestik secara masif berpotensi menekan volume ekspor, yang pada akhirnya bisa memengaruhi dinamika harga di tingkat petani dan industri hilir.

Pelaku pasar kini mencermati perkembangan implementasi B50 serta dampak El Niño terhadap produktivitas tanaman di semester kedua tahun ini. Jika pasokan global semakin ketat, bukan tidak mungkin harga CPO di dalam negeri akan terus bertahan di level tinggi dalam beberapa pekan ke depan.

Reporter: Yasir