IHSG Berpotensi Lanjut Menguat, MNC Sekuritas Incar Level 5.564

IHSG dibuka berpeluang melanjutkan penguatan setelah ditutup naik 0,31 persen ke level 5.282.
Penulis: Ragil
Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:21:31 WIB

INDRAGIRIONE.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis (29/10) setelah ditutup di level 5.282, naik 0,31 persen dari sesi sebelumnya. Analis teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai koreksi indeks masih terkendali selama bertahan di atas level 4.907. Rekomendasi saham pun mengalir dari dua sekuritas dengan target resistance berbeda.

Koreksi jangka pendek disebut berpotensi membawa indeks menguji area 5.116-5.180 sebelum kembali menguat menuju 5.456-5.564. "Koreksi berpotensi membawa IHSG menguji area 5.116-5.180 sebelum kembali menguat menuju 5.456-5.564, selama indeks masih bertahan di atas 4.907," ujar Herditya.

Rekomendasi Saham dari MNC Sekuritas

Untuk perdagangan hari ini, MNC Sekuritas merekomendasikan empat saham pilihan, yakni BRPT, EMAS, JPFA, dan TINS. Rekomendasi ini menyasar saham-saham yang dinilai punya momentum teknikal di tengah fase konsolidasi indeks.

Pandangan Binaartha: Rebound Jangka Pendek

Dari sisi lain, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova memperkirakan IHSG berpeluang mengalami rebound jangka pendek. Sinyal itu muncul setelah indeks ditutup di atas level Fibonacci retracement 50 persen dan membentuk pola candle hammer.

Meski begitu, Ivan mengingatkan koreksi masih berpotensi berlanjut sebelum indeks kembali menguat. "Pola koreksi IHSG masih dapat berkembang hingga 5.116 sebagai target retest ideal, kecuali indeks menguat signifikan menembus 5.418," ujarnya.

Binaartha memprediksi IHSG bergerak di level support 5.116, 4.972, dan 4.767, dengan resistance 5.418, 5.561, 5.716, dan 5.936. Lima saham yang direkomendasikan adalah AADI, ADMR, BBNI, CPIN, dan ICBP.

Bekal Data Penutupan Rabu

Pada perdagangan Rabu (28/10), IHSG ditutup di level 5.282, menguat 16,18 poin atau 0,31 persen dari sesi sebelumnya. Mengutip RTI Infokom, nilai transaksi mencapai Rp 15,82 triliun dengan volume 32,15 miliar saham diperdagangkan.

  • 272 saham menguat
  • 406 saham terkoreksi
  • 112 saham stagnan

Komposisi itu menunjukkan tekanan jual masih lebih dominan ketimbang penguatan, meski indeks secara agregat berhasil ditutup di zona hijau. Bagi investor, selisih antara jumlah saham naik dan turun ini menjadi sinyal bahwa penguatan indeks belum merata ke seluruh sektor.

Dua Skenario yang Perlu Dicermati

Kedua analis sepakat soal satu hal: level 5.116 menjadi titik krusial. Selama IHSG bertahan di atas area itu, skenario penguatan menuju 5.456-5.564 milik MNC Sekuritas tetap terbuka.

Sebaliknya, penembusan signifikan ke bawah 5.116 akan membatalkan target retest ideal Binaartha dan membuka ruang koreksi lebih dalam. Sebaliknya, bila indeks mampu menembus 5.418 secara meyakinkan, tekanan jual dinilai mulai kehilangan tenaga.

Pembaca perlu menempatkan rekomendasi saham di atas sebagai bahan riset, bukan ajakan bertransaksi. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor dengan mempertimbangkan profil risiko.

Reporter: Ragil