INDRAGIRIONE.COM — PT Industri Kereta Api (Persero) berkomitmen menuntaskan perbaikan rangkaian Kereta Rel Listrik yang terkendala di lintas Jabodetabek sesuai spesifikasi teknis yang disepakati bersama operator. Janji itu menyusul sorotan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan soal aspek keselamatan layanan.
Komitmen tersebut muncul setelah sejumlah KRL buatan INKA menjadi sorotan Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Allan Tandiono. Menurut Allan, penarikan kembali sejumlah rangkaian KRL dilakukan demi menjamin aspek keselamatan dalam pelayanan kepada penumpang.
Tanggung Jawab Manufaktur Setelah Produk Beroperasi
Senior Manager Corporate Communication and Representative Office INKA, Nanang Agung Rohmandiyas, mengakui ada sejumlah perbaikan yang perlu dilakukan setelah KRL produksi INKA beroperasi. Pemeriksaan dan evaluasi penanganan pun akan dijalankan secara berkelanjutan.
"Tanggung jawab kami sebagai manufaktur mencakup tindak lanjut atas kinerja produk setelah digunakan dalam pelayanan. Kami akan terus bekerja bersama operator untuk menindaklanjuti temuan, memverifikasi hasil penanganan, dan memastikan setiap langkah penyempurnaan mengacu pada persyaratan teknis yang harus dipenuhi," kata Nanang dalam keterangan resmi, dikutip Rabu, 28 Oktober 2026.
Nanang menegaskan rangkaian KRL yang diproduksi INKA telah mengikuti spesifikasi teknis yang disepakati bersama KAI Commuter. Arahan Kementerian Perhubungan, menurut dia, menjadi perhatian utama perusahaan untuk mempercepat tindak lanjut perbaikan.
Keselamatan dan Kelaikan Operasi Jadi Prioritas
INKA menempatkan pemenuhan persyaratan keselamatan dan kelaikan operasi sebagai prioritas dalam setiap langkah penyempurnaan. Perusahaan pelat merah itu menyatakan akan terus berkoordinasi dengan operator dan regulator selama proses perbaikan berlangsung.
"Selaras dengan statement dari Bapak Allan Tandiono, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, kami INKA berkomitmen menghadirkan produk yang berkualitas, sesuai dengan spesifikasi teknis yang disepakati bersama operator serta ketentuan yang ditetapkan regulator," ujar Nanang.
Proses verifikasi hasil penanganan disebut menjadi bagian tak terpisahkan dari tahapan perbaikan. Setiap temuan yang muncul selama KRL beroperasi akan ditindaklanjuti bersama operator sebelum rangkaian dinyatakan kembali laik jalan.
Dampak bagi Pengguna Commuter Line
Bagi penumpang Commuter Line di Jabodetabek, langkah perbaikan ini menentukan ketersediaan armada yang siap mengangkut setiap hari. Penarikan sejumlah rangkaian untuk masuk bengkel berpotensi memengaruhi jadwal dan kapasitas angkut di lintas padat, sehingga kecepatan penanganan menjadi kunci.
INKA memastikan percepatan tindak lanjut perbaikan tetap berjalan seiring pemenuhan standar keselamatan. Koordinasi dengan KAI Commuter dan Kementerian Perhubungan disebut menjadi jalur utama untuk memastikan setiap rangkaian yang kembali beroperasi telah memenuhi persyaratan teknis.
Bagi INKA, penanganan kasus ini menjadi ujian reputasi sebagai produsen sarana perkeretaapian dalam negeri. Perusahaan yang selama ini memasok rangkaian kereta untuk berbagai proyek nasional itu perlu menjaga kepercayaan operator dan regulator di tengah tuntutan layanan angkutan publik yang semakin tinggi di kawasan Jabodetabek.