Pertamina Grand Prix 2026 di Mandalika Diproyeksi Tembus Rp 5,2 Triliun

Pertamina Grand Prix 2026 di Sirkuit Mandalika diproyeksi menghasilkan dampak ekonomi hingga Rp 5,2 triliun.
Penulis: Yasir
Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:41:31 WIB

INDRAGIRIONE.COM — Penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada 11 Oktober 2026 diproyeksi menghasilkan dampak ekonomi hingga Rp 5,2 triliun. Angka itu naik dari capaian tahun lalu sebesar Rp 4,96 triliun, seiring membanjirnya lebih dari 157 ribu penonton ke arena balap.

Balapan yang digelar untuk kelima kalinya di Pertamina Mandalika International Circuit itu bukan sekadar perhelatan olahraga. Sejak rangkaian acara dimulai, geliat ekonominya sudah merambat jauh ke luar arena, mulai dari Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid hingga sentra usaha warga di sekitar sirkuit.

Belanja Pengunjung Capai Rp 1,35 Triliun

Kajian Lembaga Teknik dan Manajemen Industri (LETMI) Institut Teknologi Bandung (ITB) mencatat rata-rata belanja pengunjung MotoGP Mandalika 2026 mencapai Rp 8,56 juta per orang. Penghitungan itu mencakup pengeluaran wisatawan mancanegara sejak sepekan sebelum hingga selama event berlangsung.

Dengan rata-rata tersebut, total belanja langsung pengunjung diperkirakan mencapai Rp 1,35 triliun. Angka ini jauh melampaui rata-rata belanja pengunjung pada 2023 yang tercatat sekitar Rp 3,5 juta per orang selama periode event.

ITDC menegaskan besaran angka tersebut perlu dilihat berdasarkan periode pengukuran yang dipakai. Metodenya menggunakan pendekatan Input-Output berbasis tabel Badan Pusat Statistik serta pendekatan Keynesian untuk mengukur dampak pengganda ekonomi.

Pengeluaran yang diperhitungkan mencakup akomodasi, makanan dan minuman, transportasi lokal, hiburan, wisata, hingga pembelian oleh-oleh.

Negara Ikut Untung dari Promosi Rp 6,9 Triliun

Manfaat tidak hanya dirasakan pelaku usaha di Lombok. Dari sisi promosi, eksposur media global selama perhelatan menghasilkan Advertising Value Equivalency sebesar 361,6 juta euro atau sekitar Rp 6,9 triliun. Nilai itu mencerminkan promosi Indonesia dan Mandalika ke mata dunia.

Kajian pemerintah melalui Kementerian PPN/Bappenas menunjukkan dampak ekonomi Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 mencapai sekitar Rp 2,7 triliun hingga Rp 4,7 triliun. Temuan itu menjadi dasar pengembangan kebijakan pariwisata olahraga dan industri olahraga nasional.

Estimasi tersebut mencakup dampak langsung, tidak langsung, dan lanjutan. Event ini juga mendukung terciptanya puluhan ribu kesempatan kerja pada tahap persiapan dan penyelenggaraan, dengan manfaat menyebar ke sektor pariwisata, UMKM, transportasi, akomodasi, dan ekonomi kreatif di NTB.

UMKM dan Tenaga Kerja Paling Merasakan

Survei Bappenas bersama ITDC pada MotoGP Mandalika 2025 melibatkan lebih dari 1.800 responden, terdiri atas penonton domestik, wisatawan mancanegara, pelaku UMKM, tenaga kerja, dan sponsor. Hasilnya, skor pengalaman penonton mencapai 5,07 dari skala 6.

Kepuasan tenaga kerja dan relawan tercatat 5,51 dari skala 6. Sementara kepuasan pelaku UMKM dan tenant mencapai 5,23. Keterlibatan usaha kecil, peningkatan aktivitas usaha, dan penciptaan lapangan kerja menjadi bukti manfaat yang paling terasa di tingkat lokal.

Survei juga menunjukkan niat wisatawan untuk kembali berkunjung ke Indonesia. Kajian memperkirakan peningkatan eksposur Mandalika berpotensi mendorong kunjungan wisatawan sekitar 11 persen, bila didukung promosi destinasi yang terintegrasi.

"MotoGP Mandalika telah memperlihatkan bagaimana sebuah event olahraga kelas dunia mampu memperkuat daya tarik destinasi, meningkatkan kunjungan wisatawan, memperpanjang lama tinggal wisatawan, serta menggerakkan ekonomi lokal," jelas Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana sebelum Pertamina Grand Prix of Indonesia digelar.

Sinergi Pertamina dan ITDC di Balik Gelaran

Pertamina tampil sebagai pengorkestrasi denyut ekonomi sport tourism di Mandalika, berperan sebagai penopang utama gelaran lewat hak penamaan sirkuit dan rangkaian aktivitas pendukung. Peran itu membuat gaung balapan tidak berhenti di lintasan, tetapi menyebar ke sektor usaha warga.

Ahmad Fajar, Pelaksana Tugas Direktur Utama ITDC, menyebut dampak ekonomi dari MotoGP sudah terasa sejak sepekan sebelum balapan, saat para wisatawan mulai berdatangan. Lonjakan belanja itulah yang menopang proyeksi dampak ekonomi Rp 5,2 triliun tahun ini.

Bagi NTB, angka tersebut menjadi pembanding penting. Nilai dampak ekonomi yang naik dari Rp 4,96 triliun pada tahun lalu menunjukkan Mandalika kian matang sebagai destinasi sport tourism, bukan hanya panggung adu kecepatan para pembalap dunia.

Reporter: Yasir