Airlangga Dorong Jakarta Jadi Pusat Keuangan Global, Andalkan MRT-LRT dan International Financial Center

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong penguatan konektivitas transportasi massal untuk mendukung Jakarta sebagai pusat keuangan global.
Penulis: Yasir
Minggu, 01 November 2026 | 06:01:31 WIB

INDRAGIRIONE.COM — Pemerintah menargetkan Jakarta sebagai pusat jasa, keuangan, dan ekonomi digital berdaya saing global lewat penguatan konektivitas transportasi massal serta rencana international financial center. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut ekosistem kompetitif dan kepastian hukum jadi kunci menarik investasi. Dukungan itu dibarengi penanganan sampah, pengendalian banjir, dan integrasi Jabodetabek.

Transformasi Jakarta diharapkan mendorong pertumbuhan kawasan sekitarnya dan memberi dampak positif bagi perekonomian nasional. Pemerintah mendukung pembangunan transportasi massal seperti Mass Rapid Transit (MRT) dan Light Rail Transit (LRT) sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).

Jakarta Diminta Naik Vertikal, Bukan Lagi Kota Datar

Airlangga menilai pola ruang Jakarta harus berubah agar mobilitas warga lebih efisien. Konsep kota vertikal dianggap memudahkan masyarakat tinggal dekat dengan tempat kerja.

"Jakarta itu sebetulnya tidak bisa lagi menjadi flat city. Jakarta itu harus menjadi kota yang naik ke atas semua. Dan kota yang naik ke atas, vertikal ini tentunya memudahkan masyarakat untuk bisa tinggal dekat dengan tempat kerjanya," ujar Airlangga dalam Fire Chat Kearney at 100, Jakarta at 500: Shaping the Next Global City Together, dikutip Sabtu (31/10/2026).

Integrasi antarmoda disebut semakin memudahkan mobilitas masyarakat sekaligus meningkatkan efisiensi aktivitas ekonomi. Konektivitas yang menghubungkan berbagai kawasan di Jakarta dan sekitarnya jadi bagian dari rencana tersebut.

International Financial Center Jadi Sumber Pertumbuhan Baru

Pemerintah mendorong Jakarta sebagai pusat keuangan internasional dengan mempelajari praktik terbaik dari pusat keuangan global. Rencana inisiatif international financial center diharapkan membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru melalui peningkatan investasi dan aktivitas jasa keuangan.

Dukungan ekosistem yang kompetitif dan kepastian hukum diharapkan meningkatkan daya tarik investasi. Posisi Indonesia dalam jaringan keuangan global juga ditargetkan ikut menguat.

Bagi pelaku pasar, arah kebijakan ini menyangkut sektor jasa keuangan, properti, dan konstruksi di kawasan ibu kota. Kepastian regulasi menjadi variabel yang paling ditunggu investor sebelum menempatkan modal jangka panjang.

Kualitas Lingkungan dan Jabodetabek Masuk Peta Jalan

Penguatan daya saing Jakarta perlu diiringi peningkatan kualitas lingkungan perkotaan. Penanganan sampah, pengendalian banjir, dan penyediaan infrastruktur dasar jadi aspek penting untuk menciptakan kota layak huni.

Di tingkat kawasan, penguatan konektivitas Jakarta dengan Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) menjadi perhatian. Pengembangan sistem transportasi yang menghubungkan pusat kegiatan ekonomi dengan kawasan permukiman perlu disertai koordinasi kebijakan dan dukungan antardaerah.

Langkah itu diharapkan mengurangi beban mobilitas harian masyarakat, meningkatkan kualitas hidup, dan mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan secara lebih merata.

Pariwisata Jadi Potensi Tambahan

Sektor pariwisata turut dioptimalkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Jakarta. Selain menghasilkan devisa, sektor tersebut dinilai punya peluang menciptakan nilai tambah melalui pemanfaatan potensi domestik.

Rangkaian rencana tersebut menempatkan Jakarta sebagai uji coba bagi daerah lain. Jika ekosistem investasi, transportasi, dan tata kelola kota berjalan seiring, dampaknya diharapkan merambat ke perekonomian nasional.

Reporter: Yasir