Pencarian

Parenting Training SMPN 1 Pucuk: Kunci Sinergi Orang Tua dan Sekolah untuk Anak Hebat

Senin, 24 Agustus 2026 • 06:02:01 WIB
Parenting Training SMPN 1 Pucuk: Kunci Sinergi Orang Tua dan Sekolah untuk Anak Hebat
Sekitar 200 wali murid kelas 8 mengikuti Parenting Training dan Sosialisasi Program Sekolah di aula SMP Negeri 1 Pucuk Lamongan, Sabtu (22/8/2026).

INDRAGIRIONE.COM — Menjadi orang tua dari anak usia SMP memang penuh tantangan. Di usia remaja inilah anak mulai mencari jati diri, dan peran orang tua sering kali diuji. Menyadari hal ini, SMP Negeri 1 Pucuk Lamongan menggelar kegiatan Parenting Training sekaligus Sosialisasi Program Sekolah yang dihadiri sekitar 200 wali murid kelas 8 (A–F) di aula sekolah, Sabtu pagi (22/8/2026).

Acara yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 11.00 WIB ini menghadirkan mubalig muda, Ustaz Masroin Assafani, M.A., untuk memberikan materi bertajuk "Satu Frekuensi, Satu Hati: Sinergi Orang Tua & Sekolah Mengantar Anak Sukses Masa Depan".

Anak Adalah Mutiara Hati yang Butuh Didoakan

Suasana hangat langsung terasa sejak sesi tausiyah dimulai. Ustaz Masroin membuka dengan pertanyaan pemantik yang membuat para ibu tersenyum: siapa sosok yang harus dicintai terlebih dahulu sebelum mencintai anak? Pertanyaan ini mengarah pada pentingnya fondasi cinta kepada Allah sebelum menitipkan harapan besar kepada buah hati.

Yel-yel penyemangat "Anakku Mutiara Hatiku, Bintang Negeriku!" pun menggema di aula. Ustaz Masroin menjelaskan, kalimat ini bukan sekadar jargon. Ia terinspirasi dari doa dalam Al-Qur'an Surat Al-Furqan ayat 74, yang memohon agar anak-anak menjadi penyejuk hati dan pemimpin bagi orang-orang bertakwa.

Pesan ini mengajak orang tua untuk tidak hanya fokus pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter islami yang kuat di rumah.

Jangan Pernah "Hitung-Hitungan" dengan Biaya Pendidikan Anak

Salah satu pesan paling mengena dari Ustaz Masroin adalah soal pengorbanan orang tua. Ia mengutip hadis riwayat Muslim yang berbunyi, "Man salaka thariqan yaltamisu fiihi 'ilman sahhalallahu lahu thariqan ilal jannah" (Barang siapa menempuh jalan untuk menimba ilmu, niscaya Allah memudahkan baginya jalan menuju surga).

Dari hadis ini, ia menegaskan bahwa siswa yang menuntut ilmu, guru yang mengajar dengan ikhlas, hingga orang tua yang membiayai pendidikan, semuanya berpotensi mendapatkan ganjaran surga. Karena itu, para orang tua diingatkan untuk tidak pernah merasa rugi mengeluarkan biaya demi pendidikan anak.

Menariknya, Ustaz Masroin juga memaparkan keajaiban kalimat basmalah yang terdiri dari 19 huruf Hijaiyah, sama dengan jumlah ruas tulang jari tangan manusia. Ini menjadi pengingat visual bahwa menyertakan Allah dalam setiap langkah pendidikan anak adalah kunci keberkahan.

Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

Di sela sambutannya, Kepala SMPN 1 Pucuk, Muhammad Said, S.Pd., M.Pd., mengajak para wali murid untuk memahami dan mengimplementasikan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang digagas Kemendikdasmen. Ia menekankan bahwa kehadiran orang tua di acara ini adalah bagian dari menuntut ilmu.

Muhammad Said mengutip hadis, "Man kharaja fii thalabul 'ilmi fahuwa fii sabiilillahi hatta yarji'a" (Barang siapa yang keluar untuk mencari ilmu, maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang). Kebiasaan baik ini perlu diperkuat baik di rumah maupun di sekolah agar fondasi karakter anak semakin kokoh.

Program Sekolah Butuh Dukungan Penuh Orang Tua

Setelah sesi motivasi, acara dilanjutkan dengan sosialisasi program sekolah yang dipaparkan oleh Wakasek Humas, Muhammad Abdur Rohman, S.Pd., M.Pd., bersama Ketua Komite SMPN 1 Pucuk, Drs. Ainur Rofik. Pihak sekolah menegaskan bahwa program unggulan setahun ke depan membutuhkan sinergi dan dukungan terbaik dari orang tua—baik dalam bentuk perhatian, doa, pemikiran, waktu, maupun partisipasi aktif.

Sesi tanya jawab interaktif menjadi penutup yang hangat. Para wali murid diberi ruang untuk menyampaikan aspirasi dan berdialog langsung dengan pihak sekolah dan komite. Melalui kegiatan ini, diharapkan sekat antara sekolah dan orang tua dapat lebur menjadi satu tim solid demi melahirkan generasi yang berakhlak mulia, berprestasi, dan siap menghadapi masa depan.

Sumber: lintasjatimnews.com

Follow www.indragirione.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks