• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Karimun
    • Karimun
  • Lifestyle
  • Fokus Inhil
  • Peristiwa
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Parlemen
  • Politik
  • Hukrim
  • Ekonomi
  • Desa
  • More
    • Mitra TNI
    • Mitra Polri
    • Advertorial
    • Nasional
    • Dunia
    • Opini
    • Sosbud
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks

Pilihan

  • +
Kantor Imigrasi Karimun, Gelar Sosialisasi TPPO Ke Masyarakat Desa Pangke.
Dibaca : 179 Kali
Imigrasi Karimun Gelar Sosialisasi Pencegahan TPPO Ke Masyarakat Desa Pangke.
Dibaca : 189 Kali
Antisipasi Kerawanan Kamtibmas Samapta Polres Karimun Gelar Patroli Perintis Presisi
Dibaca : 151 Kali
DLH Karimun Gelar Sosialisasi Pembayaran Retribusi Jasa Layanan Kebersihan Non Tunai.
Dibaca : 212 Kali
Bupati Iskandarsyah Sebut Inflasi Karimun Terentah Di Kepri
Dibaca : 304 Kali

  • Home
  • Riau
  • Inhil

Debat Normatif

Indragirione

Sabtu, 19 Januari 2019 01:36:00 WIB
Cetak

Dahlan Iskan
Indragirione.com - Sudah begitu jelasnya moderator menuntun: agar di sesi penutup masing-masing paslon cooling down. Dengan cara menyampaikan yang sejuk-sejuk. Dan saling memberi apresiasi.

Padahal seharusnya sudah bisa dewasa sendiri. Tanpa perlu dituntun moderator. Apalagi tuntunan itu sampai begitu nyata. Kalimat moderator itu bukan sekedar menuntun lagi. Sudah setingkat memerintahkan. Sampai Ira Kusno, sang moderator, kelihatan terlalu mendikte.

Tapi dua calon presiden kita itu tetap keras kepala. Gagal memberikan kesejukan yang diminta. Maka debat pertama calon presiden Republik Indonesia itu sangat mengecewakan. Kamis malam lalu itu.

Sayang sekali tidak ada yang terucap. Kata-kata saling memuji itu. Setidaknya ucapan saling menghargai. Masing-masing sibuk dengan ego. Padahal begitu banyak yang bisa dipuji. Yang paling sederhana sekali pun.

Capres Jokowi, misalnya, bisa memuji Prabowo soal pakaiannya. Yang jasnya begitu bagus. Yang suaranya begitu lantang. Pujian seperti itu toh tidak akan membuat pengikut Jokowi pindah pilih Prabowo.

Atau bahkan masih bisa bernada ‘menjatuhkan’ lawan. Dengan amat elegannya.

Demikian juga sebaliknya. Capres Prabowo bisa memuji baju hem putih lengan panjang Capres Jokowi. Yang kali ini cuttingnya sangat bagus.

Potongan kerah lehernya juga sempurna. Kelihatan sekali baju itu mahal harganya. Toh pujian seperti itu biar pun bisa dibilang nyindir tapi cerdas.



Sungguh sayang. Contoh sesederhana itu pun gagal ditampilkan pemimpin bangsa. Pun sebenarnya tanpa harus ada perintah dari moderator.

Tentu ego boleh tampil dalam debat. Ego adalah bensin penggerak otak. Tapi tampilnya ego yang berlebihan malam kemarin itu tidak membawa citra yang baik: bagi kedua calon.

Menang kalah masih dominan menjadi tujuan. Padahal rakyat ingin melihat adu kecerdasan.

Tidak perlu saling menjatuhkan dengan gaya yang norak. Pilihan-pilihan kalimat malam itu tidak ada yang kelas intelektual. Apalagi filosofi.

Memang Capres Jokowi berhasil melayangkan jab mematikan. Yang membuat Capres Prabowo gelagapan: isu calon terpidana korupsi terbanyak dan isu porsi wanita yang minim di partainya.

Betapa mudah sebenarnya. Jab itu ditangkis dengan jurus silat. Tapi Prabowo seperti lupa punya padepokan silat raksasa di dekat Taman Mini itu.



Sandi Uno yang masih jernih. Tidak mau terlibat di dua isu itu. Dengan pernyataannya yang proporsional. Serangan Jokowi itu ia nilai ke Partai Gerindra. Yang Sandi mengatakan sudah keluar dari sana.

Tapi Sandi juga terlalu memaksakan skenario yang sudah terlanjur disiapkannya. Isu ekonomi. Semua ia tarik ke ekonomi: saat bicara HAM, bicara korupsi, disabilitas, dan bicara terorisme.

Semua Capres masih terlalu dominan bicara normatif. Misalnya “laporkan saja kalau memang ada bukti”.

Bahkan meleset dari dasar-dasar topik. Misalnya “koruptor ditangkap itu tidak termasuk melanggar HAM”.

Prabowo masih sering salah memilih diksi. Jokowi masih sering terasa membaca.

Ahli debat memang tidak ada yang jadi Capres. Dan Capres tidak ada yang ahli debat. Dan apakah debat memang penting.

(Dahlan Iskan)

sumber : pojoksatu




Berita Lainnya

  • +

Dirampok! Driver Grab Iris Wajah Cantik Pegawai Bank Mandiri, Perusahaan Lalai

Brigjen TNI Sutjipto Tinjau Rumah Milik Boinem

Tingkatkan Indeks Literasi, Armed 12/Divif-2/Kostrad Adakan Program GEO

Pengacara Beberkan Hubungan Nuryanto dengan Ai Munawaroh, Pantes Diajak ke Malaysia!

6 Kedai di Jalan Delima Pekanbaru Terbakar, 1 Orang Tewas

Apk dirusak Ketua LPP DPC PKB Siap Lapor Ke Bawaslu

Besi Dinding Kamar Mandi Mainem Terpasang

Bahas Persiapan Jadi Tuan Rumah HUT Nasional SPS, Gubri: Helat Ini Harus Kita Sukseskan

Satgas TMMD Bersama Bea Cukai Kabupaten Pasuruan Berikan Sosialisasi

Bacok dan Gorok Leher Rizky Ramadhan hingga Tewas

Tim Pemko Sisir Mal, Pastikan Penerapan Skrining Pengunjung

Semangat Dan Fokus Agar Maksimal Satgas TMMD Kodim 0819/Pasuruan Garap Jamban Ibu Dzurrotuly







Tulis Komentar



Terkini

  • +Indeks
Satgas Bersama Warga Pasang Benner Sambut Tim Wasev Sterad TNI
17 Mei 2026
Pererat Silaturahmi Dan Bentuk Sinergitas, Satgas Komsos Dengan Tokoh Masyarakat
17 Mei 2026
Pembangunan TPT di Desa Brabe Rampung 100 Persen, Warga Lega Tak Khawatir Longsor Lagi
17 Mei 2026
Hangatnya Gotong-Royong di Dusun Klagin, Satgas TMMD dan Warga Rajut Kebersamaan
17 Mei 2026
Pembangun Tandon Masuk Tahap Pelepasan Bakisting
17 Mei 2026
Pembangunan 15 Unit Tangki Septik Individual TMMD Ke-128 di Desa Brabe Rampung 100 Persen
17 Mei 2026
Danramil 0820/21 Maron Beri Arahan Kepada Satgas TMMD Ke-128 Kodim 0820 Probolinggo, Tekankan pentingnya Kedisiplinan dan Kekompakan
17 Mei 2026
Satgas dan Warga Gotong-Royong Plester Tembok, Pembangunan Musholla Progres 80 persen
17 Mei 2026
Pererat Kebersamaan, Satgas Kerjabakti Bersama Masyarakat Desa Brabe
17 Mei 2026
Sentuhan TMMD Ke-128, Satgas Mulai Lakukan Plester Dinding Milik Khosina.
17 Mei 2026

Trending

  • +Indeks
GEMARI Desak Agrinas Evaluasi Pemenang KSO di Kebun sawit Putat Diduga Picu Kegaduhan di Tengah Masyarakat Desa Putat
Dibaca : 487 Kali
Dinas Pertanian Inhil Imbau Petani Tidak Mudah Terpengaruh Isu Saat Harga Kelapa Turun
Dibaca : 375 Kali
Permohonan Ditolak, Gugatan Praperadilan Warga Selatpanjang Kandas
Dibaca : 242 Kali
Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II Gelombang 3 di Batang Tuaka Capai 20 Persen
Dibaca : 420 Kali
Polsek Tempuling Turun ke Lahan, Jagung Desa Teluk Jira Jadi Simbol Semangat Swasembada Pangan
Dibaca : 336 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
IndragiriOne.com ©2019 | All Rights Reserved By Delapan Media