• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Karimun
    • Karimun
  • Lifestyle
  • Fokus Inhil
  • Peristiwa
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Parlemen
  • Politik
  • Hukrim
  • Ekonomi
  • Desa
  • More
    • Mitra TNI
    • Mitra Polri
    • Advertorial
    • Nasional
    • Dunia
    • Opini
    • Sosbud
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks

Pilihan

  • +
Pemkab Karimun Sukses Pertahankan WTP Pengelolaan Keuangan Tahun Anggaran 2025.
Dibaca : 143 Kali
Djunaidy PJ Sekda Karimun, Sambut Kedatangan 120 Jemaah Haji Adal Karimun.
Dibaca : 120 Kali
PJ Sekda Karimun Djunaidy, Sambut Kedatangan 120 Jemaah Haji Asal Karimun Tahun 2026
Dibaca : 132 Kali
Buka MTQ Selat Gelam, Pulau Tulang Jadi Pengembangan Wisata Berbasis Sejarah Dan Budaya Melayu.
Dibaca : 136 Kali
Bupati Karimun Iskandarsyah Hadiri Wisuda Santri TPQ XXI Se Kecamatan Kundur.
Dibaca : 134 Kali

  • Home
  • Riau
  • Inhil

Ortu Bayi Kembar Buncing Pasrah Diasingkan ke Ujung Desa, Dilarang Pulang ke Rumah

Indragirione

Senin, 18 Maret 2019 02:26:00 WIB
Cetak

Foto : 
Indragirione.com – Pasangan suami istri (pasutri) I Gede Sadia Utama (34) dan Made Welianingsih (30) menjalani masa pengasingan selama 3 bulan di ujung desa di Desa Pakraman Padang Bulia, Sukasada, Buleleng, Bali.

Pasutri ini diasingkan karena melahirkan bayi kembar buncing (laki-perempuan). Pengasingan Sadia Utama dan istrinya Welianingsih merupakan bagian dari prosesi upacara kembar buncing.

Bayi kembar buncing itu lahir di Rumah Sakit Karya Dharma Husada Singaraja pada Selasa (12/3) sekitar pukul 12.40 lalu.

Sesuai peraturan adat setempat, orang tua bayi itu pun segera melaporkannya ke prajuru desa.

Selain itu, sesuai dengan dresta, pihak desa kemudian menggelar upacara kembar buncing. Seluruh prosesi dan biaya upacara ditanggung oleh desa pakraman.

Upacara diawali dengan pembuatan pondok di ujung desa. Pondok ini akan menjadi tempat tinggal sementara keluarga Sadia Utama bersama istri dan anak kembarnya.

Mereka dibuatkan pondok di lahan milik desa, yang terletak pada tanggun desa atau ujung desa.

Lahan ini terletak di belakang lapangan banjar Runuh Kubu, sekitar 50 meter dari Pura Dalem Runuh Kubu.

Orang tua bayi bersama dengan anak-anaknya akan tinggal di pondok tersebut selama tiga tilem atau tiga bulan. Mereka baru boleh pulang ke rumahnya setelah menjalani prosesi itu.



Selama tinggal di pondok itu, seluruh keperluan makan minum keluarga dan perlengkapan bayi, akan ditanggung oleh desa pakraman.

Selain itu krama (warga) juga akan turut begadang selama tiga bulan di pondok tersebut untuk menjaga keluarga itu.

Kelian Desa Pakraman Padangbulia Gusti Komang Suparta mengatakan, upacara itu digelar sesuai dengan petunjuk dalam lontar Brahma Sapa.

Dalam lontar disebutkan bahwa saat terjadi kelahiran bayi kembar yang beda jenis kelamin, harus dilakukan upacara untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya gagal panen atau wabah penyakit.

“Itu bhisama yang tercantum dalam lontar, dan kami laksanakan sampai sekarang guna menghindari hal buruk. Jadi ini untuk menstabilkan energi, agar jagat rahayu,” katanya.

Selama keluarga bayi tinggal di pondok tersebut, krama juga akan melakukan perenungan diri atau anyuci laksana, serta memohon pada Tuhan agar selalu dihindarkan dari hal-hal yang tak diinginakn.

Selain itu krama juga dilarang melaksanakan upacara persembahyangan diparahyangan pura, baik itu pura kahyangan tiga maupun di sanggah merajan.

Menurut Suparta, desa pakraman tidak memberikan sanksi pada krama yang tidak mengikuti bhisama itu.

“Ini keyakinan. Bukan sanksi. Makanya kalau keluarganya tidak mau, ya tidak ada sanksi,” ucapnya kepada Radar Bali.

“Ada dulu yang tidak melaksanakan. Saat pertama istrinya melahirkan, anaknya kembar buncing tidak mau upacara. Kemudian melahirkan kedua kalinya, kembar buncing lagi. Baru dia mau melaksanakan upacara,” ceritanya.

Sementara itu orang tua bayi, I Gede Sadia Utama mengaku dirinya sangat bahagia dianugerahi bayi dengan jenis kelamin berbeda.

Ia mengungkapkan bayi perempuan lahir lebih dulu dengan berat 2,4 kilogram, disusul bayi laki-laki dengan berat 2,45 kilogram.

“Rasanya bahagia sekali. Ada yang pingin punya anak laki, ada yang pingin punya anak perempuan. Kalau saya sekali melahirkan dapat dua sekaligus. Ini luar biasa,” ujarnya sambil tersenyum.

Menurut Sadia ia dan keluarga pasarah dan siap mengikuti upacara kembar buncing.  Ia tak mempermasalahkan meski harus diasingkan dan tinggal di pondok sederhana selama tiga bulan.

Apalagi pihak desa sudah memberikan keringan. Seperti menanggung biaya upacara serta memberi kesempatan pada ia dan istrinya untuk bekerja seperti biasa.

“Bagi saya ini anugerah. Anak-anak lahir dengan sehat, selamat. Sekarang kami jadi keluarga yang diistimewakan. Dibuatkan rumah, dilayani segala sesuatunya sama krama, seperti raja saja. Kami sudah siap ikut dresta,” ujarnya.

sumber : pojok1




Berita Lainnya

  • +

Birahi Gede Suri Tak Terbendung, Lihat Ibu Muda Pakai Daster Sembari Memberi Makan Babi Diperkosanya

Demi Persahabatan, Relakan Kekasihnya di Gilir

Pemprov Riau dan Kabupaten/Kota Sepakat Optimalkan Pemungutan Pajak Daerah

LMB Desak Aplikasi Injil Berbahasa Melayu Dihapus

Atensi Kapolres Bengkalis, Polair Berikan Sembako Kepada Warga di Perairan Sei Kembung

Waspada, Nama Dan Foto Ketua Dewan Pendidikan Inhu Dicatut Di Wa Untuk Penipuan

H. Ilyas (57) : Sekarang Sepi, Setelah Personel Satgas Tidak Menginap Lagi

DPD Tamperak Laporkan Dugaan Korupsi Penyaluran Tunda Bayar ADD 2017 dan Tunda Salur 2024 ke Kejari Bengkalis

Ditinggal Ibu Meninggal, ABG 18 Tahun Diperkosa Ayah Kandung Berulang Kali, Kakak 120 Kali, Adik 60 Kali

Pesta Narkoba, Oknum Polisi Digerebek Bersama Wanita

Ketua DPRD Dukung Percepatan RTRW Riau

Sekda Dedy Sambudi Sinergikan Camat dan Kampus Demi Kuansing Bermarwah







Tulis Komentar



Terkini

  • +Indeks
Panen Jagung di Desa Bente, Wujud Dukungan Program Asta Cita dan Ketahanan Pangan Nasional
04 Juni 2026
Dukung Swasembada Pangan, Bupati Inhu Panen Raya dan Serahkan Alsintan di Kuala Cenaku
04 Juni 2026
Pangdam V/Brawijaya Tinjau Lokasi Pembangunan Brigif dan Yonif TP di Kecamatan Mojowarno
04 Juni 2026
Wujud Kepedulian PLN NP UP Tenayan Salurkan 22 Ekor Hewan Kurban untuk Warga Ring 1 Tenayan
04 Juni 2026
Wujud Kepedulian Sosial, Serka Soli Lakukan Takziah ke Rumah Warga Berduka
04 Juni 2026
Babinsa Koramil Kesamben Hadiri Pembentukan Desa Tangguh Bencana di Desa Carangrejo
04 Juni 2026
Koptu Khoirul Bantu Warga Pengecoran Jalan Demi Tingkatkan Akses Transportasi
04 Juni 2026
Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Polres Inhu Gelar Apel Satgas Anti Narkoba 2026
04 Juni 2026
Polsek Tempuling Cek Ketahanan Pangan, Dukung Program Swasembada Pangan Polda Riau
04 Juni 2026
Polres Inhu Ungkap 9 Kg Sabu dan 19 Ribu Ekstasi, Terbesar Sepanjang Sejarah Satresnarkoba
04 Juni 2026

Trending

  • +Indeks
Pangdam V/Brawijaya Tinjau Lokasi Pembangunan Brigif dan Yonif TP di Kecamatan Mojowarno
Dibaca : 271 Kali
Prabowo Subianto Copot Dadan Hindayana dari Jabatan Kepala Badan Gizi Nasional
Dibaca : 255 Kali
Dandim 0814/Jombang Tinjau Penyiapan Lokasi Yonif Teritorial Pembangunan
Dibaca : 401 Kali
PON KC Piala Walikota Pekanbaru, Kontingen Wadokai Inhil Berhasil Raih 5 Emas, 4 Perak dan 6 Perunggu
Dibaca : 383 Kali
Anggota Koramil Kota Jombang Latih PBB Remaja Binaan PSBR
Dibaca : 217 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
IndragiriOne.com ©2019 | All Rights Reserved By Delapan Media