• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Karimun
    • Karimun
  • Lifestyle
  • Fokus Inhil
  • Peristiwa
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Parlemen
  • Politik
  • Hukrim
  • Ekonomi
  • Desa
  • More
    • Mitra TNI
    • Mitra Polri
    • Advertorial
    • Nasional
    • Dunia
    • Opini
    • Sosbud
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks

Pilihan

  • +
AIT Lapor Balik Pelapor Dugaan Penipuan Setelah Terima SP2Lid Polres
Dibaca : 256 Kali
Ancam Peretasan Dan Tantang Duel, Oknum Pegawai BPR Tuah Karimun Resmi Dilaporkan Ke Polsek Tebing.
Dibaca : 274 Kali
Oknum Pegawai BPR Tuah Karimun Ancam Hack Media, Ketua IWO Karimun Rusdianto, Ini Bentuk Intimidasi Terhadap Kinerja Wartawan.
Dibaca : 315 Kali
Jalin Ukhuwah Islamiah, DPD Partai Golkar Karimun Gelar Halal Bihalal.
Dibaca : 210 Kali
Ridwan Resmi Jabat Kasi Pidum Kajari Karimun, Gantikan Jumieko Andra.
Dibaca : 332 Kali

  • Home
  • Riau
  • Inhil

Ortu Bayi Kembar Buncing Pasrah Diasingkan ke Ujung Desa, Dilarang Pulang ke Rumah

Indragirione

Senin, 18 Maret 2019 02:26:00 WIB
Cetak

Foto : 
Indragirione.com – Pasangan suami istri (pasutri) I Gede Sadia Utama (34) dan Made Welianingsih (30) menjalani masa pengasingan selama 3 bulan di ujung desa di Desa Pakraman Padang Bulia, Sukasada, Buleleng, Bali.

Pasutri ini diasingkan karena melahirkan bayi kembar buncing (laki-perempuan). Pengasingan Sadia Utama dan istrinya Welianingsih merupakan bagian dari prosesi upacara kembar buncing.

Bayi kembar buncing itu lahir di Rumah Sakit Karya Dharma Husada Singaraja pada Selasa (12/3) sekitar pukul 12.40 lalu.

Sesuai peraturan adat setempat, orang tua bayi itu pun segera melaporkannya ke prajuru desa.

Selain itu, sesuai dengan dresta, pihak desa kemudian menggelar upacara kembar buncing. Seluruh prosesi dan biaya upacara ditanggung oleh desa pakraman.

Upacara diawali dengan pembuatan pondok di ujung desa. Pondok ini akan menjadi tempat tinggal sementara keluarga Sadia Utama bersama istri dan anak kembarnya.

Mereka dibuatkan pondok di lahan milik desa, yang terletak pada tanggun desa atau ujung desa.

Lahan ini terletak di belakang lapangan banjar Runuh Kubu, sekitar 50 meter dari Pura Dalem Runuh Kubu.

Orang tua bayi bersama dengan anak-anaknya akan tinggal di pondok tersebut selama tiga tilem atau tiga bulan. Mereka baru boleh pulang ke rumahnya setelah menjalani prosesi itu.



Selama tinggal di pondok itu, seluruh keperluan makan minum keluarga dan perlengkapan bayi, akan ditanggung oleh desa pakraman.

Selain itu krama (warga) juga akan turut begadang selama tiga bulan di pondok tersebut untuk menjaga keluarga itu.

Kelian Desa Pakraman Padangbulia Gusti Komang Suparta mengatakan, upacara itu digelar sesuai dengan petunjuk dalam lontar Brahma Sapa.

Dalam lontar disebutkan bahwa saat terjadi kelahiran bayi kembar yang beda jenis kelamin, harus dilakukan upacara untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya gagal panen atau wabah penyakit.

“Itu bhisama yang tercantum dalam lontar, dan kami laksanakan sampai sekarang guna menghindari hal buruk. Jadi ini untuk menstabilkan energi, agar jagat rahayu,” katanya.

Selama keluarga bayi tinggal di pondok tersebut, krama juga akan melakukan perenungan diri atau anyuci laksana, serta memohon pada Tuhan agar selalu dihindarkan dari hal-hal yang tak diinginakn.

Selain itu krama juga dilarang melaksanakan upacara persembahyangan diparahyangan pura, baik itu pura kahyangan tiga maupun di sanggah merajan.

Menurut Suparta, desa pakraman tidak memberikan sanksi pada krama yang tidak mengikuti bhisama itu.

“Ini keyakinan. Bukan sanksi. Makanya kalau keluarganya tidak mau, ya tidak ada sanksi,” ucapnya kepada Radar Bali.

“Ada dulu yang tidak melaksanakan. Saat pertama istrinya melahirkan, anaknya kembar buncing tidak mau upacara. Kemudian melahirkan kedua kalinya, kembar buncing lagi. Baru dia mau melaksanakan upacara,” ceritanya.

Sementara itu orang tua bayi, I Gede Sadia Utama mengaku dirinya sangat bahagia dianugerahi bayi dengan jenis kelamin berbeda.

Ia mengungkapkan bayi perempuan lahir lebih dulu dengan berat 2,4 kilogram, disusul bayi laki-laki dengan berat 2,45 kilogram.

“Rasanya bahagia sekali. Ada yang pingin punya anak laki, ada yang pingin punya anak perempuan. Kalau saya sekali melahirkan dapat dua sekaligus. Ini luar biasa,” ujarnya sambil tersenyum.

Menurut Sadia ia dan keluarga pasarah dan siap mengikuti upacara kembar buncing.  Ia tak mempermasalahkan meski harus diasingkan dan tinggal di pondok sederhana selama tiga bulan.

Apalagi pihak desa sudah memberikan keringan. Seperti menanggung biaya upacara serta memberi kesempatan pada ia dan istrinya untuk bekerja seperti biasa.

“Bagi saya ini anugerah. Anak-anak lahir dengan sehat, selamat. Sekarang kami jadi keluarga yang diistimewakan. Dibuatkan rumah, dilayani segala sesuatunya sama krama, seperti raja saja. Kami sudah siap ikut dresta,” ujarnya.

sumber : pojok1




Berita Lainnya

  • +

Produk UMKM Diekspor ke Malaysia dan Vietnam, Pj Bupati: Hasil Kerja Keras Kita Bersama

Bersama Imigrasi Kelas II TPI Bagansiapiapi IMO Indonesia Bangun Sinergitas Awasi WNA Masuk ke Rohil

Pekerjaan Tujuh Ruas Jalan di Inhil Minus Diatas 10%, Kontrak Berakhir Desember 2019

Terima Silaturahmi Syekh dari Yaman, Gubri Dorong Lahirnya Generasi Hafiz Quran

Berada Didalam Wisma, Satu Pasangan Bukan Suami Istri Diamankan Polsek Tembilahan Kedapatan Dua Gadis Muda Bukan Warga Inhil

2 Pelaku Pembunuh Pembunuh Rental Dibekuk Polda Riau

Warga Binaan LP Bagansiapiapi Rohil Bebas Halinar

Bupati Inhil Tegaskan Januari 2020 Seluruh OPD Maksimalkan Keterbukaan Informasi Publik

Abdul Wahid Kunjungi Kantor PLN Riau Kepri

Bupati Kuantan Singingi Drs.Mursini Ucapkan Selamat Hari Bhakti Adhyaksa Ke-60

Satgas TMMD Kodim Pasuruan Berikan Layanan Kesehatan Bagi Warga

Sekda Pimpin Rapat Final Persiapan Milad Ke - 54 Kabupaten Inhil







Tulis Komentar



Terkini

  • +Indeks
Pimpin Apel Pagi, Kakanim Bengkalis Ingatkan Empat Fungsi Imigrasi
20 April 2026
Polres Inhil Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba di Tembilahan Hulu
20 April 2026
Refleksi Hari Kartini, Srikandi PLN NP UP Tenayan Nyalakan Harapan Lewat Aksi Pemberdayaan, Kemanusiaan, dan Pendidikan
20 April 2026
Polres Indragiri Hilir Ungkap Kasus Pengeroyokan di Tembilahan
20 April 2026
Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu di Batang Tuaka, Satu Pengedar Diamankan
20 April 2026
Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu, Seorang Pengedar Diamankan di Tembilahan
20 April 2026
Polsek Kempas Ungkap Kasus Narkotika di Desa Danau Pulai Indah, Satu Pelaku Diamankan
20 April 2026
Peringati Hari Kartini, PKK Desa Sekayan Gelar Lomba Fashion Show dan Karaoke Tema Orang Tua
20 April 2026
Satresnarkoba Polres Inhu Ringkus Pengedar Sabu di Belilas, Tujuh Paket Sabu Disita
20 April 2026
Bangun Generasi Peduli, RA Khalifa Tekankan Pentingnya Empati Anak
19 April 2026

Trending

  • +Indeks
Bangun Generasi Peduli, RA Khalifa Tekankan Pentingnya Empati Anak
Dibaca : 309 Kali
Polres Inhil Ungkap Kasus Perjudian Togel di Pasar Dayang Suri, Satu Pelaku Diamankan
Dibaca : 485 Kali
Polres Inhil Sidak dan Tes Urine Seluruh Personil Polsek Pulau Kijang
Dibaca : 388 Kali
AIT Lapor Balik Pelapor Dugaan Penipuan Setelah Terima SP2Lid Polres
Dibaca : 256 Kali
Bukan Sekadar Urus Gizi, Mitra SPPG se-Inhil Turun Tangan Ringankan Luka Korban Kebakaran di Pulau Kijang
Dibaca : 210 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
IndragiriOne.com ©2019 | All Rights Reserved By Delapan Media