• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Karimun
    • Karimun
  • Lifestyle
  • Fokus Inhil
  • Peristiwa
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Parlemen
  • Politik
  • Hukrim
  • Ekonomi
  • Desa
  • More
    • Mitra TNI
    • Mitra Polri
    • Advertorial
    • Nasional
    • Dunia
    • Opini
    • Sosbud
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks

Pilihan

  • +
Polisi Ingatkan Warga Karimun, Rayakan Final Piala Dunia Tanpa Vandalisme Dan Anarkisme.
Dibaca : 167 Kali
Terkait Isu Dugaan Terima Uang Gerenti Di Media Sosial, Petugas Pelabuhan Imigrasi Karimun" Tegaskan Itu Tidak Benar, Kami Tetap Berkomitmen Terhadap Integritas Dan Profesionalisme.
Dibaca : 371 Kali
Kolaborasi Global Eyeglass Ministry, GBI, Dan Pemkab Karimun, Gelar Bakti Sosial Pemeriksaan Mata Dan Kaca Mata Gratis.
Dibaca : 199 Kali
Hidup Di Bumi Berazam, Waka DPC PBB Karimun Maszan.p.Sianturi, Ajak Masyarakat Ciptakan Iklim Investasi Yang Kondusif
Dibaca : 550 Kali
Atlet Renang Karimun Sabet Empat Medali Di Popda X Kepri 2026.
Dibaca : 446 Kali

  • Home
  • Riau
  • Inhil

Ortu Bayi Kembar Buncing Pasrah Diasingkan ke Ujung Desa, Dilarang Pulang ke Rumah

Indragirione

Senin, 18 Maret 2019 02:26:00 WIB
Cetak

Foto : 
Indragirione.com – Pasangan suami istri (pasutri) I Gede Sadia Utama (34) dan Made Welianingsih (30) menjalani masa pengasingan selama 3 bulan di ujung desa di Desa Pakraman Padang Bulia, Sukasada, Buleleng, Bali.

Pasutri ini diasingkan karena melahirkan bayi kembar buncing (laki-perempuan). Pengasingan Sadia Utama dan istrinya Welianingsih merupakan bagian dari prosesi upacara kembar buncing.

Bayi kembar buncing itu lahir di Rumah Sakit Karya Dharma Husada Singaraja pada Selasa (12/3) sekitar pukul 12.40 lalu.

Sesuai peraturan adat setempat, orang tua bayi itu pun segera melaporkannya ke prajuru desa.

Selain itu, sesuai dengan dresta, pihak desa kemudian menggelar upacara kembar buncing. Seluruh prosesi dan biaya upacara ditanggung oleh desa pakraman.

Upacara diawali dengan pembuatan pondok di ujung desa. Pondok ini akan menjadi tempat tinggal sementara keluarga Sadia Utama bersama istri dan anak kembarnya.

Mereka dibuatkan pondok di lahan milik desa, yang terletak pada tanggun desa atau ujung desa.

Lahan ini terletak di belakang lapangan banjar Runuh Kubu, sekitar 50 meter dari Pura Dalem Runuh Kubu.

Orang tua bayi bersama dengan anak-anaknya akan tinggal di pondok tersebut selama tiga tilem atau tiga bulan. Mereka baru boleh pulang ke rumahnya setelah menjalani prosesi itu.



Selama tinggal di pondok itu, seluruh keperluan makan minum keluarga dan perlengkapan bayi, akan ditanggung oleh desa pakraman.

Selain itu krama (warga) juga akan turut begadang selama tiga bulan di pondok tersebut untuk menjaga keluarga itu.

Kelian Desa Pakraman Padangbulia Gusti Komang Suparta mengatakan, upacara itu digelar sesuai dengan petunjuk dalam lontar Brahma Sapa.

Dalam lontar disebutkan bahwa saat terjadi kelahiran bayi kembar yang beda jenis kelamin, harus dilakukan upacara untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya gagal panen atau wabah penyakit.

“Itu bhisama yang tercantum dalam lontar, dan kami laksanakan sampai sekarang guna menghindari hal buruk. Jadi ini untuk menstabilkan energi, agar jagat rahayu,” katanya.

Selama keluarga bayi tinggal di pondok tersebut, krama juga akan melakukan perenungan diri atau anyuci laksana, serta memohon pada Tuhan agar selalu dihindarkan dari hal-hal yang tak diinginakn.

Selain itu krama juga dilarang melaksanakan upacara persembahyangan diparahyangan pura, baik itu pura kahyangan tiga maupun di sanggah merajan.

Menurut Suparta, desa pakraman tidak memberikan sanksi pada krama yang tidak mengikuti bhisama itu.

“Ini keyakinan. Bukan sanksi. Makanya kalau keluarganya tidak mau, ya tidak ada sanksi,” ucapnya kepada Radar Bali.

“Ada dulu yang tidak melaksanakan. Saat pertama istrinya melahirkan, anaknya kembar buncing tidak mau upacara. Kemudian melahirkan kedua kalinya, kembar buncing lagi. Baru dia mau melaksanakan upacara,” ceritanya.

Sementara itu orang tua bayi, I Gede Sadia Utama mengaku dirinya sangat bahagia dianugerahi bayi dengan jenis kelamin berbeda.

Ia mengungkapkan bayi perempuan lahir lebih dulu dengan berat 2,4 kilogram, disusul bayi laki-laki dengan berat 2,45 kilogram.

“Rasanya bahagia sekali. Ada yang pingin punya anak laki, ada yang pingin punya anak perempuan. Kalau saya sekali melahirkan dapat dua sekaligus. Ini luar biasa,” ujarnya sambil tersenyum.

Menurut Sadia ia dan keluarga pasarah dan siap mengikuti upacara kembar buncing.  Ia tak mempermasalahkan meski harus diasingkan dan tinggal di pondok sederhana selama tiga bulan.

Apalagi pihak desa sudah memberikan keringan. Seperti menanggung biaya upacara serta memberi kesempatan pada ia dan istrinya untuk bekerja seperti biasa.

“Bagi saya ini anugerah. Anak-anak lahir dengan sehat, selamat. Sekarang kami jadi keluarga yang diistimewakan. Dibuatkan rumah, dilayani segala sesuatunya sama krama, seperti raja saja. Kami sudah siap ikut dresta,” ujarnya.

sumber : pojok1




Berita Lainnya

  • +

Muflihun Targetkan Tujuh Kecamatan Zero Stunting Dalam Waktu 3 Bulan

Bantu Sri Mulyani, Ahok Digadang-gadang Jadi Dirjen Bea dan Cukai

Masyarakat Sudah Bisa Akses MPP Pekanbaru, Seluruh Layanan Dibuka di Gedung C

PT Wanasari Dihadang Ratusan Masyarakat Saat Eksekusi Lahan

Sebelum Lanjut Tinjau Lokasi, Tim Wasev Mabes TNI Kunnungi Posko TMMD Ke 106 KODIM 0819/Pasuruan

Wakil Bupati Hadiri Pesta Pernikahan Putra Bungsu Bupati, HM Wardan

Wabup Inhil Hadiri Musrenbangnas di Jakarta

Pergerakan Pemuda Sumatera Selatan Berangkatkan Warga dan Mahasiswa Mudik Lebaran

Tak Peduli Siang Malam, Satgas TMMD ke-106 Tetap Berjibaku

Kunjungan Kerja di Kuansing, Kapolda Irjen Iqbal : Laksanakan Tugas Profesional dan Berwawasan, Santun Serta Humanis

Wakil Bupati Inhil Terima Kedatangan Kejati Riau

Gali Halamanan Rumah, Kuli Bangunan Temukan Mortir Sebesar Knalpot







Tulis Komentar



Terkini

  • +Indeks
Polres Indragiri Hilir Pererat Sinergitas dengan Kejaksaan Negeri Inhil pada Hari Bakti Adhyaksa ke-66
23 Juli 2026
Belum Sepekan Menjabat, Kasat Narkoba Baru Polres Inhu Ungkap Tiga Kasus Sekaligus
22 Juli 2026
Polsek Mandah Koordinasi Pendataan Lahan Jagung
22 Juli 2026
Kapolres Inhil Dukung Green Policing Lewat Penanaman Pohon
22 Juli 2026
Serka Eko Bersama PPL Dampingi Petani Tanam Jagung di Desa Pojok Klitih
22 Juli 2026
Ba TUUD Koramil Megaluh Perkuat Sinergitas dengan Anggota Polsek
22 Juli 2026
Perkuat Kemanunggalan, Koptu Andi Komsos dengan Warga Japanan
22 Juli 2026
Koramil Mojoagung Laksanakan Latihan PSM untuk Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel
22 Juli 2026
Babinsa Koramil Jogoroto Bantu Bangun Saluran Irigasi di Desa Jogoroto
22 Juli 2026
Babinsa Serda Juang Febri Beri Pelatihan Kedisiplinan
22 Juli 2026

Trending

  • +Indeks
Masyarakat Pelika Rohil Menjerit Harga TBS ditingkat Penampung Mencekik Petani Sawit
Dibaca : 264 Kali
Koramil Kabuh Gelar Nobar untuk Pererat Kebersamaan dan Silaturahmi
Dibaca : 222 Kali
KNPI Inhil Menulis Sejarah, Mahmudin: Pesta Rakyat Dalam Rangka HUT KNPI Ke-53 Adalah Untuk Masyarakat Inhil
Dibaca : 210 Kali
Katerina Susanti Sosialisasikan Peran Posyandu yang Makin Meluas Penuhi Kebutuhan Dasar Masyarakat
Dibaca : 291 Kali
Wisuda XXX STAI Auliaurrasyidin Tembilahan, Momentum Lahirnya Generasi Unggul untuk Kemajuan Daerah
Dibaca : 202 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
IndragiriOne.com ©2019 | All Rights Reserved By Delapan Media