• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Karimun
    • Karimun
  • Lifestyle
  • Fokus Inhil
  • Peristiwa
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Parlemen
  • Politik
  • Hukrim
  • Ekonomi
  • Desa
  • More
    • Mitra TNI
    • Mitra Polri
    • Advertorial
    • Nasional
    • Dunia
    • Opini
    • Sosbud
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks

Pilihan

  • +
Kantor Imigrasi Karimun, Gelar Sosialisasi TPPO Ke Masyarakat Desa Pangke.
Dibaca : 205 Kali
Imigrasi Karimun Gelar Sosialisasi Pencegahan TPPO Ke Masyarakat Desa Pangke.
Dibaca : 215 Kali
Antisipasi Kerawanan Kamtibmas Samapta Polres Karimun Gelar Patroli Perintis Presisi
Dibaca : 171 Kali
DLH Karimun Gelar Sosialisasi Pembayaran Retribusi Jasa Layanan Kebersihan Non Tunai.
Dibaca : 225 Kali
Bupati Iskandarsyah Sebut Inflasi Karimun Terentah Di Kepri
Dibaca : 340 Kali

  • Home
  • Riau
  • Inhil

Guslaini, S.Si., M.Pd : Kegiatan Bedah Karya Bertujuan Mengajak Para Pembaca Untuk Berpikir Kritis

Indragirione

Rabu, 15 Mei 2019 10:49:00 WIB
Cetak

Foto : 
Tembilahan - Maraknya gerakan literasi dari berbagai daerah semenjak dicetuskan Gerakan Literasi Nasional oleh Kemendikbud menginisiasi berbagai komponen masyarakat untuk bahu – membahu menggerakkan literasi dari berbagai daerah. Baik melalui organisasi maupun komunitas yang ada. Termasuk Komunitas Penggiat Literasi dan Seni Indragiri Hilir (KPLS Inhil) yang terbentuk pada tanggal 21 April 2019 pasca kegiatan Balai Bahasa Riau di Aula Hotel Grand Elite Tembilahan. 

Guslaini, S.Si., M.Pd selaku ketua KPLS (Kelompok Penggiat Literasi dan Seni) Inhil mengatakan bahwa meskipun baru seumur jagung namun gerakan yang didalamnya beranggotakan dari berbagai komunitas seperti IGI Inhil, Dompet Dhuafa, TBM Hamfara Library, MG, Peneliti, Konsultan Sekolah, maupun volunter literasi ini memiliki semangat yang tinggi untuk gaungkan budaya literasi khususnya di Inhil. 
Selasa, (14/5/ 2019) di Kafe Milenial kecamatan Tembilahan Hulu, kabupaten Inhil bersempena buka puasa bersama.

Selanjutnya Guslaini mengatakan menjadi langkah awal KPLS Inhil melalui bidang Riset dan Literasi melakukan Bedah karya puisi dan cerpen. Berbagai profesi dan kalangan turut hadir. Puisi yang dibedah berjudul “Anak Tiri Ibu” karya Muhammad Furqon mahasiswa STAI Tembilahan, dan cerpen berjudul “Masih Adakah Tuhan dirumah ini?" karya Redovan Jamil konsultan Dompet Dhuafa Cab Tembilahan." Ungkapnya.

Pertemuan luar biasa yang dihadiri kurang lebih 15 orang membakar semangat peserta untuk membedah karya mereka. Puisi "Anak Tiri Ibu" yang mengandung pesan adanya perbedaan perlakuan pribumi dan non pribumi terhadap tanah negeri sendiri, keserakahan, korupsi yang merajalela, keresahan dari seorang anak manusia terhadap negeri yang terus tergerus oleh kepentingan. 

Puisi ini mengangkat bagaimana nasib anak pribumi bagai anak tiri dari rahim sendiri. Pengolahan diksi yang baik dan adanya penegasan yang diselipkan pada tanda penghubung. Meskipun saat dibedah oleh pematik dan peserta terdapat beberapa kekurangan untuk disempurnakan. 

Usia penulis 18 tahun namun sudah pandai meracik setiap kata penuh makna. Sementara cerpen "Masih Adakah Tuhan dirumah ini?".  memberikan pesan kepada para pembaca. Cerpen yang mengangkat latar budaya suku Banjar. Dengan pemeran Banu dan Anelis seorang gadis Banjar. Tema yang syarat dengan nilai budaya dan edukasi mengajarkan bagaimana seorang laki-laki yang sudah terucap janji mampu menunaikannya. 

Cerita penuh dengan kisah romansa anak manusia yang awalnya terhalang karena jujuran namun akhirnya Banu mampu menunaikan keinginan Ayah Anelis akan sesuatu yang diminta. Sayangnya Anelis menghilang tanpa ada berita. Hingga Banu pun menggugat Tuhan bahwa ada ketidak adilan terhadap apa yang ia perjuangkan dan pertaruhkan. Dari sinilah muncul masukan dari beberapa peserta terhadap judul dan naskah yang terkesan kurang nyambung. Perlu kembali memikirkan sesuatu yang frontal terkait latar budaya yang diangkat harus lebih kuat lagi. 

Bedah karya yang moderatornya Wahyu mahasiswa STAI dan pematik  Hendro Lisa, SE., MM selaku dosen STAI dan alumni SGI. 

Kegiatan bedah karya yang bertujuan mengajak para pembaca untuk berpikir dan kritis terhadap segala sesuatu perubahan yang terjadi, menggiatkan literasi agar hasil dari bedah karya ini menajdi kumpulan karya dalam bentuk buku. 

Ini langkah awal program KPLS Inhil bidang Riset dan Literasi Program Bedah Karya yang diketuai Ahmad Affandi, S.Pd., M.Pd.  Budaya literasi ini akan terus dikembangkan dan dibudayakan dilingkungan penggiat agar setiap penggiat literasi harus mampu belajar awalnya dan akhirnya berkarya. KPLS Inhil ini juga akan terus mensinergiskan dengan Kegiatan literasi dari berbagai Organisasi maupun komunitas yang ada di Inhil.  

"Sekecil apapun peran yang diambil akan memiliki dampak, tidak hari ini namun bisa jadi puluhan tahun ke depan bagi generasi-generasi masa depan". Tutur Guslaini yang juga Guru SMPN 4 GAS ini.Kupas Karya Anak Negeri, KPLS Inhil Makin Semangat Gaungkan Literasi 


Maraknya gerakan literasi dari berbagai daerah semenjak dicetuskan Gerakan Literasi Nasional oleh Kemendikbud menginisiasi berbagai komponen masyarakat untuk bahu – membahu menggerakkan literasi dari berbagai daerah. Baik melalui organisasi maupun komunitas yang ada. Termasuk Komunitas Penggiat Literasi dan Seni Indragiri Hilir (KPLS Inhil) yang terbentuk pada tanggal 21 April 2019 pasca kegiatan Balai Bahasa Riau di Aula Hotel Grand Elite Tembilahan. 

Guslaini, S.Si., M.Pd selaku ketua KPLS (Kelompok Penggiat Literasi dan Seni) Inhil mengatakan bahwa meskipun baru seumur jagung namun gerakan yang didalamnya beranggotakan dari berbagai komunitas seperti IGI Inhil, Dompet Dhuafa, TBM Hamfara Library, MG, Peneliti, Konsultan Sekolah, maupun volunter literasi ini memiliki semangat yang tinggi untuk gaungkan budaya literasi khususnya di Inhil. 
Selasa, (14/5/ 2019) di Kafe Milenial kecamatan Tembilahan Hulu, kabupaten Inhil bersempena buka puasa bersama.

Selanjutnya Guslaini mengatakan menjadi langkah awal KPLS Inhil melalui bidang Riset dan Literasi melakukan Bedah karya puisi dan cerpen. Berbagai profesi dan kalangan turut hadir. Puisi yang dibedah berjudul “Anak Tiri Ibu” karya Muhammad Furqon mahasiswa STAI Tembilahan, dan cerpen berjudul “Masih Adakah Tuhan dirumah ini?" karya Redovan Jamil konsultan Dompet Dhuafa Cab Tembilahan." Ungkapnya.

Pertemuan luar biasa yang dihadiri kurang lebih 15 orang membakar semangat peserta untuk membedah karya mereka. Puisi "Anak Tiri Ibu" yang mengandung pesan adanya perbedaan perlakuan pribumi dan non pribumi terhadap tanah negeri sendiri, keserakahan, korupsi yang merajalela, keresahan dari seorang anak manusia terhadap negeri yang terus tergerus oleh kepentingan. 

Puisi ini mengangkat bagaimana nasib anak pribumi bagai anak tiri dari rahim sendiri. Pengolahan diksi yang baik dan adanya penegasan yang diselipkan pada tanda penghubung. Meskipun saat dibedah oleh pematik dan peserta terdapat beberapa kekurangan untuk disempurnakan. 

Usia penulis 18 tahun namun sudah pandai meracik setiap kata penuh makna. Sementara cerpen "Masih Adakah Tuhan dirumah ini?".  memberikan pesan kepada para pembaca. Cerpen yang mengangkat latar budaya suku Banjar. Dengan pemeran Banu dan Anelis seorang gadis Banjar. Tema yang syarat dengan nilai budaya dan edukasi mengajarkan bagaimana seorang laki-laki yang sudah terucap janji mampu menunaikannya. 

Cerita penuh dengan kisah romansa anak manusia yang awalnya terhalang karena jujuran namun akhirnya Banu mampu menunaikan keinginan Ayah Anelis akan sesuatu yang diminta. Sayangnya Anelis menghilang tanpa ada berita. Hingga Banu pun menggugat Tuhan bahwa ada ketidak adilan terhadap apa yang ia perjuangkan dan pertaruhkan. Dari sinilah muncul masukan dari beberapa peserta terhadap judul dan naskah yang terkesan kurang nyambung. Perlu kembali memikirkan sesuatu yang frontal terkait latar budaya yang diangkat harus lebih kuat lagi. 

Bedah karya yang moderatornya Wahyu mahasiswa STAI dan pematik  Hendro Lisa, SE., MM selaku dosen STAI dan alumni SGI. 

Kegiatan bedah karya yang bertujuan mengajak para pembaca untuk berpikir dan kritis terhadap segala sesuatu perubahan yang terjadi, menggiatkan literasi agar hasil dari bedah karya ini menajdi kumpulan karya dalam bentuk buku. 

Ini langkah awal program KPLS Inhil bidang Riset dan Literasi Program Bedah Karya yang diketuai Ahmad Affandi, S.Pd., M.Pd.  Budaya literasi ini akan terus dikembangkan dan dibudayakan dilingkungan penggiat agar setiap penggiat literasi harus mampu belajar awalnya dan akhirnya berkarya. KPLS Inhil ini juga akan terus mensinergiskan dengan Kegiatan literasi dari berbagai Organisasi maupun komunitas yang ada di Inhil.  

"Sekecil apapun peran yang diambil akan memiliki dampak, tidak hari ini namun bisa jadi puluhan tahun ke depan bagi generasi-generasi masa depan". Tutur Guslaini yang juga Guru SMPN 4 GAS ini,"Jelasnya.(Fajar satria)




Berita Lainnya

  • +

Kabupaten Rokan Hilir Terima Sertifikat Adipura 2022

Masyarakat Antusias Ikuti Sosialisasi DMIJ Plus Terintegrasi di Desa Terusan Kempas

Baru Awal Tahun, Kubu Prabowo Sudah Ciptakan Tiga Hoax

JK Sebut Lahan Prabowo Sesuai UU, Jokowi: Memang Tak Ada Masalah

Satlantas Polres Inhil Bersama Puskesmas Gajah Mada Bagikan Masker

Polresta Pekanbaru Gulung Jaringan Pengoplos Miras Beromzet Miliaran Sebulan

Satgas TMMD ke-106 Kodim 0314/Inhil Diarahkan Untuk Melaksanakan Gotong Royong

Kesbangpol Inhil Sosialisasi Bela Negara di Kecamatan Kateman

Pemkab Inhil dan Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Provinsi Riau Koordinasi Akses Bagi KUMKM

Bikin Malu Kampus, Beredar Video Mesum Pegawai dan Mahasiswi FISIP ULM

MPI Beri Bantuan Elvi Yusfona Korban ditabrak Truk

Rapat Pleno Pengurus PWI Riau Cabut Seluruh Hak 20 Anggota Pelanggar PD/ PRT







Tulis Komentar



Terkini

  • +Indeks
Sidang Narkotika, Sindi dan Mantan Polisi Divonis Berbeda
19 Mei 2026
Polsek Tembilahan Hulu Update Pertumbuhan Jagung Dukung Program Asta Cita Ketahanan Pangan
19 Mei 2026
Prapid Parlindungan Hutabarat Ditolak, Hakim Nyatakan Penetapan Tersangka Sesuai Prosedur
19 Mei 2026
Danramil Plandaan Dampingi Kapolres Jombang Panen Raya Jagung di Desa Plandaan
19 Mei 2026
Sertu Choiri Syaifudin Lakukan Komsos dengan Petani Kangkung
19 Mei 2026
Babinsa Koramil Megaluh Selesaikan Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni
19 Mei 2026
Serda Sumanto Komsos dengan Perangkat Desa Alang-Alang Caruban
19 Mei 2026
Wujud Kemanunggalan TNI-Rakyat, Serka Soli Gelar Karya Bakti Pasang Paving Block
19 Mei 2026
Serka Khoirul Anam Dampingi Pemakaman Warga Desa Sentul
19 Mei 2026
Babinsa Koramil Kabuh Komsos dengan Perangkat Desa Kedungjati
19 Mei 2026

Trending

  • +Indeks
GEMARI Desak Agrinas Evaluasi Pemenang KSO di Kebun sawit Putat Diduga Picu Kegaduhan di Tengah Masyarakat Desa Putat
Dibaca : 548 Kali
Dinas Pertanian Inhil Imbau Petani Tidak Mudah Terpengaruh Isu Saat Harga Kelapa Turun
Dibaca : 425 Kali
Permohonan Ditolak, Gugatan Praperadilan Warga Selatpanjang Kandas
Dibaca : 268 Kali
Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II Gelombang 3 di Batang Tuaka Capai 20 Persen
Dibaca : 450 Kali
Polsek Tempuling Turun ke Lahan, Jagung Desa Teluk Jira Jadi Simbol Semangat Swasembada Pangan
Dibaca : 361 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
IndragiriOne.com ©2019 | All Rights Reserved By Delapan Media