• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Karimun
    • Karimun
  • Lifestyle
  • Fokus Inhil
  • Peristiwa
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Parlemen
  • Politik
  • Hukrim
  • Ekonomi
  • Desa
  • More
    • Mitra TNI
    • Mitra Polri
    • Advertorial
    • Nasional
    • Dunia
    • Opini
    • Sosbud
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks

Pilihan

  • +
"Anak-Anak Rindu" Pulanglah Sayang, 5 Hari Tanpa Kabar, Eko Menanti Vanessa Pulang.
Dibaca : 180 Kali
" Istri Ku Tercinta, Pulanglah, Anak - Anak Rindu" 5 Hari Tanpa Kabar, Eko Menanti Vanessa Pulang."
Dibaca : 164 Kali
Popda X Kepri Di Karimun Resmi Dibuka, Gubenur Ansar Sebut, Jadi Ajang Cetak Atlet Pelajar Berprestasi.
Dibaca : 217 Kali
Polres Karimun Ungkap Tiga Kasus Pencurian, Serta Amankan Dua Tersangka Kasus Narkotika Jenis Sabu.
Dibaca : 169 Kali
Upacara Peringatan HARGANAS Ke 33, Kajari Karimun Usung Tema", Ayah Wajib Hadir ".
Dibaca : 205 Kali

  • Home
  • Riau
  • Inhil

Guslaini, S.Si., M.Pd : Kegiatan Bedah Karya Bertujuan Mengajak Para Pembaca Untuk Berpikir Kritis

Indragirione

Rabu, 15 Mei 2019 10:49:00 WIB
Cetak

Foto : 
Tembilahan - Maraknya gerakan literasi dari berbagai daerah semenjak dicetuskan Gerakan Literasi Nasional oleh Kemendikbud menginisiasi berbagai komponen masyarakat untuk bahu – membahu menggerakkan literasi dari berbagai daerah. Baik melalui organisasi maupun komunitas yang ada. Termasuk Komunitas Penggiat Literasi dan Seni Indragiri Hilir (KPLS Inhil) yang terbentuk pada tanggal 21 April 2019 pasca kegiatan Balai Bahasa Riau di Aula Hotel Grand Elite Tembilahan. 

Guslaini, S.Si., M.Pd selaku ketua KPLS (Kelompok Penggiat Literasi dan Seni) Inhil mengatakan bahwa meskipun baru seumur jagung namun gerakan yang didalamnya beranggotakan dari berbagai komunitas seperti IGI Inhil, Dompet Dhuafa, TBM Hamfara Library, MG, Peneliti, Konsultan Sekolah, maupun volunter literasi ini memiliki semangat yang tinggi untuk gaungkan budaya literasi khususnya di Inhil. 
Selasa, (14/5/ 2019) di Kafe Milenial kecamatan Tembilahan Hulu, kabupaten Inhil bersempena buka puasa bersama.

Selanjutnya Guslaini mengatakan menjadi langkah awal KPLS Inhil melalui bidang Riset dan Literasi melakukan Bedah karya puisi dan cerpen. Berbagai profesi dan kalangan turut hadir. Puisi yang dibedah berjudul “Anak Tiri Ibu” karya Muhammad Furqon mahasiswa STAI Tembilahan, dan cerpen berjudul “Masih Adakah Tuhan dirumah ini?" karya Redovan Jamil konsultan Dompet Dhuafa Cab Tembilahan." Ungkapnya.

Pertemuan luar biasa yang dihadiri kurang lebih 15 orang membakar semangat peserta untuk membedah karya mereka. Puisi "Anak Tiri Ibu" yang mengandung pesan adanya perbedaan perlakuan pribumi dan non pribumi terhadap tanah negeri sendiri, keserakahan, korupsi yang merajalela, keresahan dari seorang anak manusia terhadap negeri yang terus tergerus oleh kepentingan. 

Puisi ini mengangkat bagaimana nasib anak pribumi bagai anak tiri dari rahim sendiri. Pengolahan diksi yang baik dan adanya penegasan yang diselipkan pada tanda penghubung. Meskipun saat dibedah oleh pematik dan peserta terdapat beberapa kekurangan untuk disempurnakan. 

Usia penulis 18 tahun namun sudah pandai meracik setiap kata penuh makna. Sementara cerpen "Masih Adakah Tuhan dirumah ini?".  memberikan pesan kepada para pembaca. Cerpen yang mengangkat latar budaya suku Banjar. Dengan pemeran Banu dan Anelis seorang gadis Banjar. Tema yang syarat dengan nilai budaya dan edukasi mengajarkan bagaimana seorang laki-laki yang sudah terucap janji mampu menunaikannya. 

Cerita penuh dengan kisah romansa anak manusia yang awalnya terhalang karena jujuran namun akhirnya Banu mampu menunaikan keinginan Ayah Anelis akan sesuatu yang diminta. Sayangnya Anelis menghilang tanpa ada berita. Hingga Banu pun menggugat Tuhan bahwa ada ketidak adilan terhadap apa yang ia perjuangkan dan pertaruhkan. Dari sinilah muncul masukan dari beberapa peserta terhadap judul dan naskah yang terkesan kurang nyambung. Perlu kembali memikirkan sesuatu yang frontal terkait latar budaya yang diangkat harus lebih kuat lagi. 

Bedah karya yang moderatornya Wahyu mahasiswa STAI dan pematik  Hendro Lisa, SE., MM selaku dosen STAI dan alumni SGI. 

Kegiatan bedah karya yang bertujuan mengajak para pembaca untuk berpikir dan kritis terhadap segala sesuatu perubahan yang terjadi, menggiatkan literasi agar hasil dari bedah karya ini menajdi kumpulan karya dalam bentuk buku. 

Ini langkah awal program KPLS Inhil bidang Riset dan Literasi Program Bedah Karya yang diketuai Ahmad Affandi, S.Pd., M.Pd.  Budaya literasi ini akan terus dikembangkan dan dibudayakan dilingkungan penggiat agar setiap penggiat literasi harus mampu belajar awalnya dan akhirnya berkarya. KPLS Inhil ini juga akan terus mensinergiskan dengan Kegiatan literasi dari berbagai Organisasi maupun komunitas yang ada di Inhil.  

"Sekecil apapun peran yang diambil akan memiliki dampak, tidak hari ini namun bisa jadi puluhan tahun ke depan bagi generasi-generasi masa depan". Tutur Guslaini yang juga Guru SMPN 4 GAS ini.Kupas Karya Anak Negeri, KPLS Inhil Makin Semangat Gaungkan Literasi 


Maraknya gerakan literasi dari berbagai daerah semenjak dicetuskan Gerakan Literasi Nasional oleh Kemendikbud menginisiasi berbagai komponen masyarakat untuk bahu – membahu menggerakkan literasi dari berbagai daerah. Baik melalui organisasi maupun komunitas yang ada. Termasuk Komunitas Penggiat Literasi dan Seni Indragiri Hilir (KPLS Inhil) yang terbentuk pada tanggal 21 April 2019 pasca kegiatan Balai Bahasa Riau di Aula Hotel Grand Elite Tembilahan. 

Guslaini, S.Si., M.Pd selaku ketua KPLS (Kelompok Penggiat Literasi dan Seni) Inhil mengatakan bahwa meskipun baru seumur jagung namun gerakan yang didalamnya beranggotakan dari berbagai komunitas seperti IGI Inhil, Dompet Dhuafa, TBM Hamfara Library, MG, Peneliti, Konsultan Sekolah, maupun volunter literasi ini memiliki semangat yang tinggi untuk gaungkan budaya literasi khususnya di Inhil. 
Selasa, (14/5/ 2019) di Kafe Milenial kecamatan Tembilahan Hulu, kabupaten Inhil bersempena buka puasa bersama.

Selanjutnya Guslaini mengatakan menjadi langkah awal KPLS Inhil melalui bidang Riset dan Literasi melakukan Bedah karya puisi dan cerpen. Berbagai profesi dan kalangan turut hadir. Puisi yang dibedah berjudul “Anak Tiri Ibu” karya Muhammad Furqon mahasiswa STAI Tembilahan, dan cerpen berjudul “Masih Adakah Tuhan dirumah ini?" karya Redovan Jamil konsultan Dompet Dhuafa Cab Tembilahan." Ungkapnya.

Pertemuan luar biasa yang dihadiri kurang lebih 15 orang membakar semangat peserta untuk membedah karya mereka. Puisi "Anak Tiri Ibu" yang mengandung pesan adanya perbedaan perlakuan pribumi dan non pribumi terhadap tanah negeri sendiri, keserakahan, korupsi yang merajalela, keresahan dari seorang anak manusia terhadap negeri yang terus tergerus oleh kepentingan. 

Puisi ini mengangkat bagaimana nasib anak pribumi bagai anak tiri dari rahim sendiri. Pengolahan diksi yang baik dan adanya penegasan yang diselipkan pada tanda penghubung. Meskipun saat dibedah oleh pematik dan peserta terdapat beberapa kekurangan untuk disempurnakan. 

Usia penulis 18 tahun namun sudah pandai meracik setiap kata penuh makna. Sementara cerpen "Masih Adakah Tuhan dirumah ini?".  memberikan pesan kepada para pembaca. Cerpen yang mengangkat latar budaya suku Banjar. Dengan pemeran Banu dan Anelis seorang gadis Banjar. Tema yang syarat dengan nilai budaya dan edukasi mengajarkan bagaimana seorang laki-laki yang sudah terucap janji mampu menunaikannya. 

Cerita penuh dengan kisah romansa anak manusia yang awalnya terhalang karena jujuran namun akhirnya Banu mampu menunaikan keinginan Ayah Anelis akan sesuatu yang diminta. Sayangnya Anelis menghilang tanpa ada berita. Hingga Banu pun menggugat Tuhan bahwa ada ketidak adilan terhadap apa yang ia perjuangkan dan pertaruhkan. Dari sinilah muncul masukan dari beberapa peserta terhadap judul dan naskah yang terkesan kurang nyambung. Perlu kembali memikirkan sesuatu yang frontal terkait latar budaya yang diangkat harus lebih kuat lagi. 

Bedah karya yang moderatornya Wahyu mahasiswa STAI dan pematik  Hendro Lisa, SE., MM selaku dosen STAI dan alumni SGI. 

Kegiatan bedah karya yang bertujuan mengajak para pembaca untuk berpikir dan kritis terhadap segala sesuatu perubahan yang terjadi, menggiatkan literasi agar hasil dari bedah karya ini menajdi kumpulan karya dalam bentuk buku. 

Ini langkah awal program KPLS Inhil bidang Riset dan Literasi Program Bedah Karya yang diketuai Ahmad Affandi, S.Pd., M.Pd.  Budaya literasi ini akan terus dikembangkan dan dibudayakan dilingkungan penggiat agar setiap penggiat literasi harus mampu belajar awalnya dan akhirnya berkarya. KPLS Inhil ini juga akan terus mensinergiskan dengan Kegiatan literasi dari berbagai Organisasi maupun komunitas yang ada di Inhil.  

"Sekecil apapun peran yang diambil akan memiliki dampak, tidak hari ini namun bisa jadi puluhan tahun ke depan bagi generasi-generasi masa depan". Tutur Guslaini yang juga Guru SMPN 4 GAS ini,"Jelasnya.(Fajar satria)




Berita Lainnya

  • +

Dukungan untuk Mursini-Indra Putra di Pilkada Kuansing Terus Mengalir Dari Pemuda Kecamatan Kuantan Mudik Lama

Bakal Calon Kades Periode Tahun 2019 - 2025 Resmi Ditetapkan

Waspada Lonjakan Kasus dengan Mematuhi Prokes

Zainal Arifin Mantan Kadinkes Inhil Berpeluang Duduki Jabatan Kadiskes Provinsi Riau

Rekapitulasi Suara Pilpres di KPU Tuntas, Jokowi-Ma'ruf Menang, Prabowo Sandi Kalah.

Kapolres Bengkalis Hadiri HUT Dharma Wanita Persatuan dan Hari Ibu

Babinsa Koramil 12/Batang Tuaka Goro Bersihkan Rumput di Jalan Sungai Luar - Teluk Pinang

Diperkosa dan Dibunuh Mahasiswi UIN Ditemukan Tewas Tanpa Busana di Kebun Karet

BMS STAI Auliaurrasyidin Tembilahan Rekrutmen Staf BMS

Tokoh Masyarakat Kompak Dukung Kerja Plt Gubri, Untuk Riau Lebih Baik

Malam Ini, Plt Bupati Suhardiman Amby Lantik Sekda Kuansing

Kebakaran Kembali Terjadi di Inhil, Kini di Sungai Gantang 12 Kamar Kos Kosan Terbakar







Tulis Komentar



Terkini

  • +Indeks
Aipda Taufik Akbar Koordinasi bersama Masyarakat Terkait Pendataan Lahan Ketahanan Pangan
04 Juli 2026
Sertu Shofi Bantu Warga Desa Banjardowo Bangun Rumah
04 Juli 2026
Serka Yulianto Bantu Evakuasi Penemuan Mayat
04 Juli 2026
Sertu Krisna Gelar Karya Bakti di Lokasi Koperasi Merah Putih
04 Juli 2026
Sertu Hery Sutikno Ciptakan Keakraban
04 Juli 2026
Serda Sumanto Sambang Rumah Warga
04 Juli 2026
Serda Hendra Perkuat Kemanunggalan dengan Warga
04 Juli 2026
Dandim Letkol Kav Dicky Raih Penghargaan Kabar Terdepan Award
04 Juli 2026
"Anak-Anak Rindu" Pulanglah Sayang, 5 Hari Tanpa Kabar, Eko Menanti Vanessa Pulang.
04 Juli 2026
" Istri Ku Tercinta, Pulanglah, Anak - Anak Rindu" 5 Hari Tanpa Kabar, Eko Menanti Vanessa Pulang."
04 Juli 2026

Trending

  • +Indeks
Bea Cukai Bengkalis Tindak 652 Unit iPhone dari Kapal Cepat MV Oceanna 5
Dibaca : 219 Kali
Popda X Kepri Di Karimun Resmi Dibuka, Gubenur Ansar Sebut, Jadi Ajang Cetak Atlet Pelajar Berprestasi.
Dibaca : 217 Kali
Bhabinkamtibmas Desa Bekawan Koordinasi Pendataan Lahan Jagung, Dukung Swasembada Pangan di Kecamatan Mandah
Dibaca : 227 Kali
Ditjen Imigrasi Gandeng KPK untuk Benahi Instansi
Dibaca : 470 Kali
Dituntut 12 Tahun, Hakim Vonis 6 Tahun, Marthalius: Kami Banding!
Dibaca : 223 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
IndragiriOne.com ©2019 | All Rights Reserved By Delapan Media