• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Karimun
    • Karimun
  • Lifestyle
  • Fokus Inhil
  • Peristiwa
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Parlemen
  • Politik
  • Hukrim
  • Ekonomi
  • Desa
  • More
    • Mitra TNI
    • Mitra Polri
    • Advertorial
    • Nasional
    • Dunia
    • Opini
    • Sosbud
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks

Pilihan

  • +
Popda X Kepri Di Karimun Resmi Dibuka, Gubenur Ansar Sebut, Jadi Ajang Cetak Atlet Pelajar Berprestasi.
Dibaca : 176 Kali
Polres Karimun Ungkap Tiga Kasus Pencurian, Serta Amankan Dua Tersangka Kasus Narkotika Jenis Sabu.
Dibaca : 163 Kali
Upacara Peringatan HARGANAS Ke 33, Kajari Karimun Usung Tema", Ayah Wajib Hadir ".
Dibaca : 194 Kali
Sambut Aspirasi" Suara Anak" Bupati Iskandarsyah Kukuhkan Kepengurusan Forum Anak 2025 - 2027.
Dibaca : 324 Kali
HUT Bhayangkara Ke 80, Polres Karimun Gelar Upacara Tabur Bunga Kelaut.
Dibaca : 263 Kali

  • Home
  • Fokus Inhil

Jelang LBP ke Inhil, Merusak atau Menyelamatkan Ekosistem Mangrove?

Indragirione.com

Sabtu, 15 Januari 2022 18:56:51 WIB
Cetak

INHIL,- Forum Gambut dan Mangrove (FGM) menilai rencana kunjungan kerja Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Marvest) ke Indragiri Hilir bertentangan dengan kebijakan Presiden Joko Widodo terkait rehabilitasi mangrove, G 20 dan Riau Hijau.

Rencana kunjungan Menteri Luhut ke Indragiri Hilir berawal dari kunjungan kerja Gubernur Riau Syamsuar pada 7 Januari 2021 ke kantor Kemenko Marvest. Dalam kunjungannya Gubernur Syamsuar menyampaikan pembangunan foofd estate (lumbung pangan), hilirisasi sawit dan kelapa serta replanting sawit dan karet, termasuk pengembangan kawasan mangrove yang dipadukan dengan budidaya kepiting, lobster, udang dan lainnya. “Di Inhil, kawasannya mangrovenya sangat luas. Ini potensi ekonomi yang luar biasa,” kata Syamsuar.

Penyampaian Syamsuar ke Luhut, tidak sejalan dengan kebutuhan di Inhil saat ini. Yang dibutuhkan adalah rehabilitasi kawasan hutan mangrove yang rusak sebagai benteng untuk menahan naiknya air laut dan mengurangi dampak perubahan iklim. Saat ini ribuan hektar kelapa masyarakat mati akibat intrusi air laut.

“Masyarakat membutuhkan lingkungan yang lestari sehingga dapat meningkatkan ekonomi berbasis kearifan lokal, bukan investasi yang justru akan memperparah kerusakan ekosistem mangrove seperti yang sebelumnya,” kata Okto Yugo Setiyo, Wakil Koordinator Jikalahari, Inisiator FGM.

Selain itu, investasi budidaya kepiting, lobster, udang di kawasan mangrove yang di rencanakan oleh Syamsuar dan Luhut bertolak belakang dengan pernyaataan Presiden Jokowi saat peninjauan Mangrove Concervation Forest pada 2 Desember 2021 terkait persiapan pertemuan G20. “…Indonesia memiliki komitmen yang kuat dalam rangka perubahan iklim, akan kita tunjukan keseriusan kita merestorasi hutan mangrove, gambut dan lahan-lahan kritis yang ada di negara kita secara konkrit dan real di lapangan,” kata Jokowi.

Temuan FGM di Kecamatan Pulau Burung, tambak udang dan ikan yang dikelola oleh PT Sambu Grup justru merusak ekosistem mangrove, PT Sambu merubah hutan mangrove menjadi tambak udang dan ikan. Menurut Illyanto, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Indragiri Hilir, saat ini tutupan hutan mangrove di Pulau Burung hanya tersisa 0,23 persen.

Dalam dokumen Riau Hijau luas mangrove di Inhil pada 1990 seluas 112,568 Ha, yang tersebar di 15 Kecamatan. Pada 2019 luas mangrove di Inhil tinggal 95.608 ha. Terjadi pengurangan tutupan hutan mangrove seluas 16.960 selama 29 tahun.

Dampak dari kerusakan mangrove menyebabkan kerusakan tanaman kelapa sudah sampai pucuk sekitar 100.000 hektar dari 450.000 hektar luas perkebunan di Inhil. Kerusakan terparah salah satunya adalah kebun kelapa rakyat di Dusun Sungai Bandung, Desa Tanjung Pasir lebih 1.500 hektar mati total. “Dampaknya, lebih 200 kepala keluarga di dusun tersebut melakukan eksodus untuk mencari kehidupan baru, akibat hilangnya sumber kehidupan,” kata Okto Yugo Setiyo, Wakil Koordinator Jikalahari, Inisiator FGM.

Bukan hanya sumber penghidupan, rusaknya mangrove juga mengakibatkan abrasi sehingga merusak pemukiman warga di Desa Kuala Selat. Hingga kini, ada 36 rumah milik hanyut dan rusak berat.

“Harusnya Syamsuar bicara pemulihan mangrove untuk menyelamatkan pemukiman dan kebun kelapa masyarakat dan mewujudkan Program Riau Hijau,” kata Okto

FGM meminta Gubernur Syamsuar memfokuskan rehabilitasi kawasan mangrove untuk perlindungan, keselamatan dan kesejahteraan rakyat.




Berita Lainnya

  • +

Asrama Polisi Polres Inhil Akan Dibangun

Sudah Teken Mou, Ruas Jalan Pulau Kijang-Sanglar Tahap Pengerjaan

Pj. Bupati Inhil Herman Hadiri Pembukaan Turnamen Basket 3X3 Kapolres Cup

Pemda Inhil dan HIPMI Sinergi Penguatan Kemitraan Perusahaan Besar dan UMKM

LAMR Concong Masa Khidmat 2020-2025 Dikukuhkan

Mengenang Masa Panen Raya Padi di Desa Kuala Sebatu

Yayasan BAM PT. TH. Indo Plantations Mengadakan Perlombaan Untuk Menumbuh Kembangkan Bakat Anak Anak Sekolah

Puluhan Terpidana dari Pekanbaru Dipindahkan ke Lapas Kelas IIA Tembilahan

Untuk Mewujudkan Swasembada Pangan, Pj. Bupati Indragiri Hilir Tanam dan Panen Padi Bibit Unggul Lokal

Polsek Tembilahan Polres Inhil Polda Riau Resmikan Bedah Rumah Merdeka untuk Warga Tidak Mampu

Fermadani Siap Lanjutkan Pembangunan Islamic Center

Pemeliharaan Jalan Sungai Beringin Hampir Rampung, Lanjutkah ke Arah Sungai Piring?







Tulis Komentar



Terkini

  • +Indeks
Bhabinkamtibmas Desa Bakau Aceh Koordinasi Pendataan Lahan Jagung untuk Dukung Swasembada Pangan
03 Juli 2026
Bea Cukai Bengkalis Tindak 652 Unit iPhone dari Kapal Cepat MV Oceanna 5
03 Juli 2026
Sertu Suyanto Dampingi Musdes Pembentukan Tim Penyusunan RKPDesa
03 Juli 2026
Melalui Komsos, Serda Budiono Pantau Kondisi Masyarakat
03 Juli 2026
Sertu Hery Sutikno Bantu Petani Desa Bedahlawak Jemur Padi
03 Juli 2026
Koramil Kabuh Perkuat Sinergitas dengan Forkopimcam
03 Juli 2026
Serma Adwin Gencarkan Komsos di Kelurahan Kaliwungu
03 Juli 2026
47 Personel dan 1 PNS Polri Polres Indragiri Hilir Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Amanah untuk Tingkatkan Pengabdian
03 Juli 2026
Polsek Lirik Tanam Jagung Pipil Kuartal II di Desa Sungai Sagu Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional
03 Juli 2026
Polsek Lirik Tanam Jagung Pipil Kuartal II di Pasir Ringgit, Dukung Ketahanan Pangan 2026
03 Juli 2026

Trending

  • +Indeks
Ditjen Imigrasi Gandeng KPK untuk Benahi Instansi
Dibaca : 416 Kali
Satres Narkoba Polres Inhil Ungkap Peredaran Narkotika, Sita 5.707 Butir Ekstasi dan Sabu
Dibaca : 302 Kali
Bhabinkamtibmas Desa Belaras Koordinasi Pendataan Lahan Jagung Dukung Swasembada Pangan
Dibaca : 203 Kali
Polsek Kateman Polres Inhil Resmikan Hasil Bedah Rumah, Wujud Kepedulian Polri pada Hari Bhayangkara ke-80
Dibaca : 225 Kali
Serda Lalu Dampingi Petani Tanam Tembakau
Dibaca : 200 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
IndragiriOne.com ©2019 | All Rights Reserved By Delapan Media