• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Karimun
    • Karimun
  • Lifestyle
  • Fokus Inhil
  • Peristiwa
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Parlemen
  • Politik
  • Hukrim
  • Ekonomi
  • Desa
  • More
    • Mitra TNI
    • Mitra Polri
    • Advertorial
    • Nasional
    • Dunia
    • Opini
    • Sosbud
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks

Pilihan

  • +
Kantor Imigrasi Karimun, Gelar Sosialisasi TPPO Ke Masyarakat Desa Pangke.
Dibaca : 197 Kali
Imigrasi Karimun Gelar Sosialisasi Pencegahan TPPO Ke Masyarakat Desa Pangke.
Dibaca : 209 Kali
Antisipasi Kerawanan Kamtibmas Samapta Polres Karimun Gelar Patroli Perintis Presisi
Dibaca : 163 Kali
DLH Karimun Gelar Sosialisasi Pembayaran Retribusi Jasa Layanan Kebersihan Non Tunai.
Dibaca : 221 Kali
Bupati Iskandarsyah Sebut Inflasi Karimun Terentah Di Kepri
Dibaca : 334 Kali

  • Home
  • Fokus Inhil

Jelang LBP ke Inhil, Merusak atau Menyelamatkan Ekosistem Mangrove?

Indragirione.com

Sabtu, 15 Januari 2022 18:56:51 WIB
Cetak

INHIL,- Forum Gambut dan Mangrove (FGM) menilai rencana kunjungan kerja Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Marvest) ke Indragiri Hilir bertentangan dengan kebijakan Presiden Joko Widodo terkait rehabilitasi mangrove, G 20 dan Riau Hijau.

Rencana kunjungan Menteri Luhut ke Indragiri Hilir berawal dari kunjungan kerja Gubernur Riau Syamsuar pada 7 Januari 2021 ke kantor Kemenko Marvest. Dalam kunjungannya Gubernur Syamsuar menyampaikan pembangunan foofd estate (lumbung pangan), hilirisasi sawit dan kelapa serta replanting sawit dan karet, termasuk pengembangan kawasan mangrove yang dipadukan dengan budidaya kepiting, lobster, udang dan lainnya. “Di Inhil, kawasannya mangrovenya sangat luas. Ini potensi ekonomi yang luar biasa,” kata Syamsuar.

Penyampaian Syamsuar ke Luhut, tidak sejalan dengan kebutuhan di Inhil saat ini. Yang dibutuhkan adalah rehabilitasi kawasan hutan mangrove yang rusak sebagai benteng untuk menahan naiknya air laut dan mengurangi dampak perubahan iklim. Saat ini ribuan hektar kelapa masyarakat mati akibat intrusi air laut.

“Masyarakat membutuhkan lingkungan yang lestari sehingga dapat meningkatkan ekonomi berbasis kearifan lokal, bukan investasi yang justru akan memperparah kerusakan ekosistem mangrove seperti yang sebelumnya,” kata Okto Yugo Setiyo, Wakil Koordinator Jikalahari, Inisiator FGM.

Selain itu, investasi budidaya kepiting, lobster, udang di kawasan mangrove yang di rencanakan oleh Syamsuar dan Luhut bertolak belakang dengan pernyaataan Presiden Jokowi saat peninjauan Mangrove Concervation Forest pada 2 Desember 2021 terkait persiapan pertemuan G20. “…Indonesia memiliki komitmen yang kuat dalam rangka perubahan iklim, akan kita tunjukan keseriusan kita merestorasi hutan mangrove, gambut dan lahan-lahan kritis yang ada di negara kita secara konkrit dan real di lapangan,” kata Jokowi.

Temuan FGM di Kecamatan Pulau Burung, tambak udang dan ikan yang dikelola oleh PT Sambu Grup justru merusak ekosistem mangrove, PT Sambu merubah hutan mangrove menjadi tambak udang dan ikan. Menurut Illyanto, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Indragiri Hilir, saat ini tutupan hutan mangrove di Pulau Burung hanya tersisa 0,23 persen.

Dalam dokumen Riau Hijau luas mangrove di Inhil pada 1990 seluas 112,568 Ha, yang tersebar di 15 Kecamatan. Pada 2019 luas mangrove di Inhil tinggal 95.608 ha. Terjadi pengurangan tutupan hutan mangrove seluas 16.960 selama 29 tahun.

Dampak dari kerusakan mangrove menyebabkan kerusakan tanaman kelapa sudah sampai pucuk sekitar 100.000 hektar dari 450.000 hektar luas perkebunan di Inhil. Kerusakan terparah salah satunya adalah kebun kelapa rakyat di Dusun Sungai Bandung, Desa Tanjung Pasir lebih 1.500 hektar mati total. “Dampaknya, lebih 200 kepala keluarga di dusun tersebut melakukan eksodus untuk mencari kehidupan baru, akibat hilangnya sumber kehidupan,” kata Okto Yugo Setiyo, Wakil Koordinator Jikalahari, Inisiator FGM.

Bukan hanya sumber penghidupan, rusaknya mangrove juga mengakibatkan abrasi sehingga merusak pemukiman warga di Desa Kuala Selat. Hingga kini, ada 36 rumah milik hanyut dan rusak berat.

“Harusnya Syamsuar bicara pemulihan mangrove untuk menyelamatkan pemukiman dan kebun kelapa masyarakat dan mewujudkan Program Riau Hijau,” kata Okto

FGM meminta Gubernur Syamsuar memfokuskan rehabilitasi kawasan mangrove untuk perlindungan, keselamatan dan kesejahteraan rakyat.




Berita Lainnya

  • +

Gandeng Atpusi Riau dan Inhil, Kepala DPAD Yulizal Turun Langsung ke Sekolah Beri Pembinaan Pustaka

Inhil Sudah Lakukan Transparansi Anggaran APBD Tahun 2020, Cek Disini

Bupati H. Herman Gelar Rakor Untuk Maksimalkan Penerimaan Opsen PKB dan BBN-KB

Pj Bupati Inhil Herman Tinjau SDN 010 Desa Jerambang

Jemaah Haji Asal Inhil Meninggal Dunia di Mina

HM Wardan Paparkan Potensi Kelapa di Anugerah Budaya PWI

Lapas Tembilahan Ikuti Telemedicine Kumham Menyapa, Sekjen : Terima Kasih Kalapas Kelas IIA Tembilahan

Operasi Pengawasan TKA Masih Menjadi Program Prioritas Imigrasi Tembilahan

BPJS Ketenagakerjaan Tembilahan Gelar Sosialisasi bagi Pekerja BPU

Pindah Kantor, Badan Kesbangpol Inhil Gelar Syukuran

Polres Inhil Patroli Skala Besar, Jaga Kondusivitas Pasca Pilkada

Disdik Inhil Goro Bersihkan Lingkungan Kantor







Tulis Komentar



Terkini

  • +Indeks
Gagal Tunjukkan Dokumen, PT Agrinas Tuding Kades Lubuk Besar Bela Cukong: Itu Pengalihan Isu!
19 Mei 2026
Polsek Tembilahan Hulu Update Pertumbuhan Jagung Dukung Program Asta Cita Ketahanan Pangan
19 Mei 2026
Prapid Parlindungan Hutabarat Ditolak, Hakim Nyatakan Penetapan Tersangka Sesuai Prosedur
19 Mei 2026
Danramil Plandaan Dampingi Kapolres Jombang Panen Raya Jagung di Desa Plandaan
19 Mei 2026
Sertu Choiri Syaifudin Lakukan Komsos dengan Petani Kangkung
19 Mei 2026
Babinsa Koramil Megaluh Selesaikan Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni
19 Mei 2026
Serda Sumanto Komsos dengan Perangkat Desa Alang-Alang Caruban
19 Mei 2026
Wujud Kemanunggalan TNI-Rakyat, Serka Soli Gelar Karya Bakti Pasang Paving Block
19 Mei 2026
Serka Khoirul Anam Dampingi Pemakaman Warga Desa Sentul
19 Mei 2026
Babinsa Koramil Kabuh Komsos dengan Perangkat Desa Kedungjati
19 Mei 2026

Trending

  • +Indeks
Modal Nekat Kangkangi Berita Acara DPRD, PT Agrinas & KSO Terobos Kebun Masyarakat Berujung Diusir Massa!
Dibaca : 239 Kali
GEMARI Desak Agrinas Evaluasi Pemenang KSO di Kebun sawit Putat Diduga Picu Kegaduhan di Tengah Masyarakat Desa Putat
Dibaca : 532 Kali
Dinas Pertanian Inhil Imbau Petani Tidak Mudah Terpengaruh Isu Saat Harga Kelapa Turun
Dibaca : 417 Kali
Permohonan Ditolak, Gugatan Praperadilan Warga Selatpanjang Kandas
Dibaca : 263 Kali
Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II Gelombang 3 di Batang Tuaka Capai 20 Persen
Dibaca : 446 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
IndragiriOne.com ©2019 | All Rights Reserved By Delapan Media