• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Karimun
    • Karimun
  • Lifestyle
  • Fokus Inhil
  • Peristiwa
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Parlemen
  • Politik
  • Hukrim
  • Ekonomi
  • Desa
  • More
    • Mitra TNI
    • Mitra Polri
    • Advertorial
    • Nasional
    • Dunia
    • Opini
    • Sosbud
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks

Pilihan

  • +
Popda X Kepri Di Karimun Resmi Dibuka, Gubenur Ansar Sebut, Jadi Ajang Cetak Atlet Pelajar Berprestasi.
Dibaca : 171 Kali
Polres Karimun Ungkap Tiga Kasus Pencurian, Serta Amankan Dua Tersangka Kasus Narkotika Jenis Sabu.
Dibaca : 163 Kali
Upacara Peringatan HARGANAS Ke 33, Kajari Karimun Usung Tema", Ayah Wajib Hadir ".
Dibaca : 192 Kali
Sambut Aspirasi" Suara Anak" Bupati Iskandarsyah Kukuhkan Kepengurusan Forum Anak 2025 - 2027.
Dibaca : 323 Kali
HUT Bhayangkara Ke 80, Polres Karimun Gelar Upacara Tabur Bunga Kelaut.
Dibaca : 260 Kali

  • Home
  • Lifestyle

Syamsul Masjan Anggota KPU Kabupaten Indragiri Hilir

Menghargai Daulat Rakyat di Pemilu

Indragirione

Rabu, 10 Agustus 2022 09:49:32 WIB
Cetak

Pemilu adalah sarana kedaulatan untuk memilih memimpin dan wakil secara lansung, umum, bebas dan rahasia serta jujur dan adil. Pada proses ini, rakyat sang pemilik kedaulatan menyerahkan mandatnya kepada segelintir orang sebagai tempat berwakil mengurusi segala hal terkait dengan kemaslahatan, baik di tingkat pusat maupun daerah, di lembaga legislatif maupun eksekutif, untuk menjalankan kekuasaan.

Hal senada juga telah dijelaskan oleh Abraham lincoln bahwa demokrasi adalah pemerintahan yang berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Dengan kata lain, saat pemilu itulah kuasa absolut rakyat dalam mengejewantahkan kekuasaannya, pada proses ini orientasi dibalik kekuasan lewat proses pemilihan adalah tentu rakyat menginginkan negara dan segala kepentingan rakyat dapat perhatian secara baik. Oleh karena itu amanat yang ditumpangkan sebagai tempat rakyat berwakil mestinya oleh orang-orang baik dan berkualitas pula sebagai penerima mandat.

Meminjam istilah Titi Anggraini; rakyat bisa menjadi pemilih yang berdaya, empower, semestinya bisa kita wujudkan. Yang mana, dengan kekuasaannya rakyat dapat menentukan siapa yang dianggap layak untuk diserahkan mandat kekuasaan tersebut. Oleh karena itu, kualitas pemimpin atau wakil adalah representasi dari kualitas rakyatnya, begitu juga sebaliknya bahwa kualitas rakyat juga menjadi gambaran dari kualitas pemimpinnya, karena masing-masingnya adalah menjadi bagian dari siklus yang saling memproduksi. 

Maka ketika rakyat mengatakan pemimpinnya tidak berkualitas, sama saja seperti kata pepatah bak menepuk air di dulang terpercik muka sendiri. Bukan berarti pemimpin tidak boleh di kritik, akan tetapi maksudnya rakyat juga mesti mawas diri, mengevaluasi cara dalam memilih sehingga kinerja kepemimpinan atau wakil yang sedang berjalan dapat dianggap tidak sesuai harapan. Boleh jadi saat memilih tidak mengedepankan ukuran nurani dan akal sehat. 

Oleh karena itu, siklus lima tahunan Pemilu dapat jadi momentum untuk merenung, sekaligus mengevaluasi menggunakan mekanisme reward and punishment. Dimana titik lemah selaku pemegang kekuasaan tertinggi dapat memberikan penghargaan (reward) kepada mereka yg dianggap berhasil dengan cara memilihnya kembali, dan menjatuhkan hukuman (punishment) kepada yg dianggap gagal dengan tidak memilihnya lagi. Dianara jalan untuk merubah perilaku pemimpin adalah dengan merubah perilaku pemilih, yaitu menjadi Pemilih berdaya (empower).

Sebagian masyarakat secara pragmatis ingin menerima hasil dari pilihannya secara instan, namun saya meyakini nurani terdalam mengharapkan terpilihnya pemimpin yg ideal dan berfungsi menjawab kebutuhan dan harapan masyarakat. Oleh karena itu saya mengajak segenap masyarakat pemilih untuk mengaktifkan nurani dan akal sehat, menunda kesenangan sesaat, berpuasa dari rayuan materi yang dapat menggagalkan lahirnya pemimpin atau wakil harapan semua. 

Caranya bagaimana? Hindari segala sogok dan suap sebagai barang tukaran dengan pundi suara. Hargai negara yang telah menghargai keberadaan setiap kita dengan melimpahkan daulatnya pada setiap diri, tanpa memandang ukuran status dimana nilai suaranya sama untuk semua. Maka, menghargai pemberian amanat daulat itu sebenarnya sama dengan menghargai diri sendiri yang sekaligus dibuktikan melalui partisipasi pada pilihan terbaik sesuai dengan nurani dan akal sehat pada saat pemilihan. 

Bila paradigma ini ditanam pada setiap diri masyarakat, maka peluang perubahan dan kemajuan akan lebih mungikin segera kita dapatkan, karena pola ini dapat memberi ruang lebih untuk lahir dan tampilnya sosok-sosok yang berkualitas menjadi ukuran prioritas ketimbang sosok yang memainkan pesona dengan ukuran materi yang justru akan dapat merusak sendi amanat dan demokrasi sekaligus berujung pada kerusakan tatanan masyarakat itu sendiri, kenapa? Karena politik dan kekuasaan adalah muara kebijakan di segala aspek kehidupan. Maka jagalah !!!, jagan sampai posisi muliah ini dirusak oleh sikap dan cara pikir kita sendiri. Oleh karenanya kedepan pastikan setiap kita yang telah memenuhi syarat terdaftar sebagai pemilih, kemudian berikan pilihan terbaik untuk kebaikan semua. 

Pada saat yang sama kita juga tentu berharap pada setiap peserta pemilu untuk berkomitmen menghindari pola transaksional dalam mencari dukungan suara, sebagai calon pemimpin atau wakil berikan edukasi politik yang berkualitas pada rakyat. Karena menggunakan pola transaksional untuk mendapatkan pundi suara merupakan indikasi mental korup. 

Termasuk paradigma masyarakat yang selalu diutarakan bahwa "Kami tidak butuh janji, tapi kami mau bukti". Dari  ungkapan ini, saya ingin mengingatkan agar kita lebih berhati-hati, jangan terus memelihara prilaku sogok yang sangat tidak bermoral. Kalaulah yang diharapkan dari pernyataan ini adalah calon harus memberikan  materi sebagai alasan untuk memilihnya, maka sama saja kita merelakan mereka untuk berperilaku korup ketika terpilih nanti. Maka ukuran terbaik dalam memilih adalah kemampuan pengetahuan dan sikapnya sehingga benar dapat kita yakini ia mampu jalankan amanat untuk kepentingan orang banyak.




Berita Lainnya

  • +

Kadisdik Kota Bukittinggi Akui SMKN 1 Tembilahan Sekolah Yang Maju dan Modern

Tradisi Qunut, Malam ke 16 Ramadhan

Dandim 0314/Inhil dan Bupati HM Wardan Beserta Forkopimda Lepas 7000 Bibit Lele di Keramba

Membuat Aquascape Bisa Menghilangkan Kejenuhan Saat Pandemi Covid - 19

Babinsa 12/BTG Serma Ahmad Fauzi Patroli dan Sosialisasi Karlahut

Dandim 0324/Inhil Lakukan Kunjungan Kerja ke Kecamatan Reteh

Berikut 12 Tanaman Hias yang Lagi Viral di Tahun 2020

Diisukan Meninggal, Mahasiswa Korban Aksi Tolak UU Cipta Kerja di DPRD Riau Dalam Kondisi Baik

Musim Hujan di Inhil Paling Pas Berburu Belut, Dagingnya yang Mahal dan Lezat.

Innalillahi, Komika Babe Cabita Meninggal Dunia

Kakek di Teluk Kiambang Ini Sudah 3 Hari Hilang, Dicari Malah Ketemu Ular Sawa

KSOP Kelas IV Tembilahan Serahkan Sertifikat Pelatihan BST dan Proficiency Pelaut Internasional







Tulis Komentar



Terkini

  • +Indeks
Bhabinkamtibmas Desa Bakau Aceh Koordinasi Pendataan Lahan Jagung untuk Dukung Swasembada Pangan
03 Juli 2026
Bea Cukai Bengkalis Tindak 652 Unit iPhone dari Kapal Cepat MV Oceanna 5
03 Juli 2026
Sertu Suyanto Dampingi Musdes Pembentukan Tim Penyusunan RKPDesa
03 Juli 2026
Melalui Komsos, Serda Budiono Pantau Kondisi Masyarakat
03 Juli 2026
Sertu Hery Sutikno Bantu Petani Desa Bedahlawak Jemur Padi
03 Juli 2026
Koramil Kabuh Perkuat Sinergitas dengan Forkopimcam
03 Juli 2026
Serma Adwin Gencarkan Komsos di Kelurahan Kaliwungu
03 Juli 2026
47 Personel dan 1 PNS Polri Polres Indragiri Hilir Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Amanah untuk Tingkatkan Pengabdian
03 Juli 2026
Polsek Lirik Tanam Jagung Pipil Kuartal II di Desa Sungai Sagu Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional
03 Juli 2026
Polsek Lirik Tanam Jagung Pipil Kuartal II di Pasir Ringgit, Dukung Ketahanan Pangan 2026
03 Juli 2026

Trending

  • +Indeks
Ditjen Imigrasi Gandeng KPK untuk Benahi Instansi
Dibaca : 409 Kali
Satres Narkoba Polres Inhil Ungkap Peredaran Narkotika, Sita 5.707 Butir Ekstasi dan Sabu
Dibaca : 299 Kali
Bhabinkamtibmas Desa Belaras Koordinasi Pendataan Lahan Jagung Dukung Swasembada Pangan
Dibaca : 201 Kali
Polsek Kateman Polres Inhil Resmikan Hasil Bedah Rumah, Wujud Kepedulian Polri pada Hari Bhayangkara ke-80
Dibaca : 223 Kali
Serda Lalu Dampingi Petani Tanam Tembakau
Dibaca : 200 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
IndragiriOne.com ©2019 | All Rights Reserved By Delapan Media