Pilihan
Mahasiswa Kukerta Unri Di Tempuling Menyulap Sampah Menjadi Ecobrik
INDRAGIRIONE.COM,INHIL - Dalam upaya mengurangi sampah plastik yang kian menumpuk, Mahasiswa KUKERTA Universitas Riau kelurahan Sungai Salak, Kecamatan Tempuling, Kabupaten Indragiri Hilir, melakukan kegiatan mengenai pengurangan sampah plastik (ECOBRICK) yang ada disekeliling daerah Sungai Salak. Ecobrick adalah metode daur ulang kreatif yang melibatkan pengisian botol plastik padat dan dikemas rapat. Sampah plastik tersebut biasanya terdiri dari potongan-potongan plastik yang sulit atau tidak bisa di daur ulang.
Ketua Kukerta Mahasiswa/i Unri Fikri Rio Fernando mengatakan, Kami memilih topik Ecobrick untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah plastik. Kami ingin mereka memahami bahwa sampah plastik yang sering dianggap tidak berguna dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bisa dinikmati. Ini adalah bentuk kreativitas yang tidak hanya mengubah limbah plastik menjadi sesuatu yang berguna dalam jangka panjang, tetapi juga mengurangi jumlah sampah plastik di sekitar
Kelurahan Sungai Salak tanpa harus membakarnya.
"Kami mengubah sampah plastik menjadi
karya seni, seperti membuat tulisan 'K.Lurah' dari botol plastik dan sampah plastik,Sampah adalah limbah yang terus menerus dan jika tidak dimanfaatkan, akan menjadi buang sia-sia,"ujarnya.
Lanjutnya,"Ecobrick merupakan istilah yang digunakan untuk menamai hasil pengelolahan sampah plastic yang menjadi sebuah tulisan. Ecobrick merupakan botol plastic yang di isi padat dengan limbah non biologica untuk membuat tulisan yang dapat digunakan kembali.
Berikut cara membuat ecobrick:
Sediakan alat dan bahan dalam pembuatan ecobrick, seperti botol plastik aqua/ mineral 600 ml, sampah plastik, dan kawat.
Adapun proses pembuatan ecobrick ini yang pertama, botol harus dibersihkan dan
dikeringkan. Kedua, sampah plastik dibersihkan dari kotoran yang menempel.
Ketiga, masukkan sampah plastik ke dalam botol kemudian padatkan botol menggunakan
ranting sampai benar-benar padat.
Keempat, satukan botol-botol tersebut membentuk huruf, lalu rapatkan dengan kawat agar botol tidak lepas.
Mahasiswa KUKERTA UNRI di Kelurahan Sungai Salak, yang dipimpin oleh Fikri Rio Fernando dari (Administrasi Bisnis) dan terdiri dari sembilan anggota yaitu: Fathur Ilham Pramana (Teknik Kimia), Amanda Aura Mazaya (Akuntansi), Nabilah Ramadhani (Manajemen), Rania Zuhra Anindiya (Akuntansi), Desy Dwi Syapriani Putri (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), Jufri Gusrianto (Manajemen), M. Raihan Arifki (Manajemen),
Nurul Agustina (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), serta Triana Nugraheni (Hubungan
Internasional), didampingi oleh dosen pembimbing lapangan, Bapak Chairul ST, MT, dan lurah Sungai Salak, Bapak Mispan SE













Tulis Komentar