Pilihan
HUT Bhayangkara Ke 80, Polres Karimun Gelar Upacara Tabur Bunga Kelaut.
Difasilitasi Kajari, Sengketa Piutang PT Pelindo Dan PT BUP Tuntas.
Pemprov Gratiskan Sekolah Swasta Jalur Afirmasi, Plt Gubri: Tidak Boleh Ada Anak di Riau Putus Sekolah
INDRAGIRIONE.COM, PEKANBARU - Pelaksana Tugas Gubernur Riau (Plt Gubri) SF Hariyanto menegaskan tidak boleh ada anak di Provinsi Riau putus sekolah karena keterbatasan kuota ruangan sekolah. Ini dilakukan untuk memastikan hak-hak generasi muda dalam memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas dapat terealisasi secara optimal.
Dalam implementasinya, Plt Gubernur memberi dukungan penuh terhadap program Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Swasta jalur afirmasi. Program ini digulirkan untuk memberi akses pendidikan setara bagi siswa kurang mampu dan menekan angka putus sekolah di Riau.
“Pemerintah Provinsi Riau hadir untuk memastikan tidak ada anak Riau yang putus sekolah hanya karena terkendala biaya. Melalui jalur afirmasi di sekolah swasta, kita buka ruang seluas-luasnya bagi anak dari keluarga tidak mampu agar tetap bisa sekolah,” kata Plt Gubri SF Hariyanto.
Dikatakannya, jalur afirmasi dalam SPMB sekolah swasta memberikan kuota khusus bagi calon peserta didik dari keluarga ekonomi tidak mampu, calon siswa penyandang disabilitas, dan bagi calon siswa yang belum lolos pada pilihan terakhir di sekolah negeri.
SF Hariyanto menyebut, data BPS Riau 2025 menunjukkan masih ada siswa SMP yang tidak melanjutkan ke SMA/SMK karena faktor ekonomi. Karena itu, sekolah swasta diminta ikut berperan aktif sebagai mitra pemerintah.
“Saya minta sekolah swasta tidak hanya berorientasi bisnis. Ayo kita sama-sama tanggung jawab mencerdaskan anak bangsa. Jalur afirmasi ini bentuk nyata gotong royong dunia pendidikan,” tegasnya.
Untuk mendukung program tersebut, Pemprov Riau melalui Dinas Pendidikan akan mengalokasikan dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) tambahan bagi sekolah swasta yang menerima siswa afirmasi.
“Kita berikan bantuan pendidikan melalui BOSDA selama tiga tahun pendidikan calon siswa tersebut. Jadi tak ada lagi angka putus sekolah, semua anak di Riau bisa mendapatkan pendidikan yang setara, sekaligus menyukseskan program Prioritas Nasional Wajib Belajar 13 Tahun,” pungkasnya.
Untuk diketahui, daya tampung yang tersedia pada SPMB SMA/SMK Swasta jalur afirmasi tersebut sebanyak 2.179 siswa dengan pembagian 424 siswa SMA dan 1.755 siswa SMK.
Berikut sekolah swasta di Riau yang bisa didaftar melalui jalur afirmasi, diantaranya:
SMA Swasta
- SMA Advent Pekanbaru 40 siswa
- SMA Plus Bina Bangsa 30 siswa
- SMA Handayani 30 siswa
- SMA PGRI Pekanbaru 10 siswa
- SMA Plus Terpadu 100 siswa
- SMA Smart Indonesia 40 siswa
- SMA Setia Dharma 10 siswa
- SMA Lancang Kuning Dumai 30 siswa
- SMA Advent Pasir Putih Kampar 60 siswa
- SMA Persada Pebenaan Indragiri Hilir 29 siswa
- SMA Muhammadiyah Seberida Indragiri Hulu 35 siswa
- SMA Islam Darul Huda Lirik Indragiri Hulu 10 siswa
- SMK Bina Profesi Pekanbaru 150 siswa
- SMK 5 Agustus Pekanbaru 80 siswa
- SMK Yabri Terpadu 50 siswa
SMK Swasta
- SMK Dwi Sejahtera 30 siswa
- SMK Tunas Karya Pekanbaru 20 siswa
- SMK PGRI Pekanbaru 10 siswa
- SMK Kesehatan Pro Skill Pekanbaru 25 siswa
- SMK Kansai Pekanbaru 250 siswa
- SMK Keuangan Pekanbaru 100 siswa
- SMK Akbar Pekanbaru 100 siswa
- SMK Migas Teknologi Pekanbaru 40 siswa
- SMK Migas Bumi Melayu Riau 90 siswa
- SMK Dirgantara Riau 80 siswa
- SMK Teknologi Riau 10 siswa
- SMK Plus Terpadu 100 siswa
- SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru 50 siswa
- SMK Setia Dharma 10 siswa
- SMK Siantika Pekanbaru 50 siswa
- SMK IT Al Hisa 50 siswa
- SMK Muhammadiyah 3 Pekanbaru 25 siswa
- SMK YKWI Pekanbaru 30 siswa
- SMK Multi Mekanik Masmur Pekanbaru 30 siswa
- SMK Telkom Pekanbaru 10 siswa
- SMK Farmasi Ikasari Pekanbaru 5 siswa
- SMK Muhammadiyah 1 Pekanbaru 14 siswa
- SMK 1 Perbankan Duri 75 siswa
- SMK Korpri Duri 100 siswa
- SMK Global Cendekia Kampar 20 siswa
- SMK Muhammad Yunus Rokan Hilir 60 siswa
- SMK Farmasi Ikasari Dumai 36 siswa
***







Tulis Komentar