INDRAGIRIONE.COM — Akuisisi ini menandai diversifikasi bisnis ARKO yang sebelumnya fokus pada pembangkit listrik tenaga air (PLTA) ke sektor energi surya. Transaksi dilakukan melalui anak usaha PT Arkora Tenaga Matahari (ATM), kendaraan khusus yang dibentuk untuk ekspansi bisnis surya perseroan.
Berdasarkan surat Menteri Hukum Republik Indonesia Nomor AHU-AH.01.09-0393673 yang diterima pada 24 Agustus 2026, Endorshine telah efektif beroperasi di bawah ATM. ARKO kini mengelola dua PLTS, masing-masing berkapasitas 10,27 MWp di Bintan dan 11,05 MWp di Batam.
Dorong Integrasi Bisnis EBT
Presiden Direktur Arkora Hydro, Aldo Artoko, menyebut akuisisi ini sebagai langkah strategis memperkuat posisi perseroan di industri energi baru terbarukan (EBT) yang semakin terintegrasi. Ekspansi ini mencerminkan komitmen ARKO untuk bertumbuh, baik secara organik maupun melalui aksi korporasi anorganik.
"Akuisisi ini menjadi bagian dari upaya kami memperluas kontribusi dalam penyediaan energi bersih, sejalan dengan visi menerangi Indonesia dengan energi terbarukan serta mendukung percepatan transisi energi nasional," ujar Aldo dalam keterangan resminya, Kamis (27/8).
Kapasitas Terkontrak Capai 84,1 MW
Setelah transaksi rampung, total kapasitas pembangkit terkontrak ARKO mencapai 84,1 MW. Jumlah tersebut terdiri dari enam proyek PLTA berkapasitas 62,8 MW dan dua PLTS dengan total 21,3 MWp.
Perseroan juga menyiapkan sejumlah proyek dalam pipeline dengan total kapasitas lebih dari 300 MW. Sepanjang 2017 hingga 2025, ARKO mencatat telah mengurangi emisi gas rumah kaca sekitar 277.241 ton CO2eq.
Masuknya PLTS ke dalam portofolio akan memperluas jenis dan sebaran proyek energi terbarukan yang dikelola ARKO di Indonesia. Ekspansi ini sekaligus mendukung target pemerintah mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060.
Dengan portofolio yang lebih beragam, ARKO berharap dapat meningkatkan ketahanan bisnis di tengah dinamika transisi energi nasional. Langkah ini menempatkan perseroan pada posisi yang lebih kompetitif untuk menggarap peluang proyek EBT di masa mendatang.