Pencarian

Alva dan Gesits Baru Dua Merek yang Penuhi Syarat Motor Listrik Nasional, Ini Ketentuannya

Kamis, 27 Agustus 2026 • 12:01:31 WIB
Alva dan Gesits Baru Dua Merek yang Penuhi Syarat Motor Listrik Nasional, Ini Ketentuannya
Alva dan Gesits menjadi dua merek yang memenuhi syarat motor listrik nasional berdasarkan empat prasyarat yang ditetapkan pemerintah.

INDRAGIRIONE.COM — Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menegaskan gelar Molinas bukan sekadar stiker seremonial. Ada empat prasyarat ketat yang harus dipenuhi pabrikan, dan fokus utamanya bukan pada volume penjualan semata, melainkan pembangunan ekosistem industri dari hulu ke hilir.

Asisten Deputi Pengembangan Industri Kemenko Perekonomian, Atong Soekirman, memaparkan target ambisius: total permintaan motor listrik diperkirakan melompat ke angka 1,5 juta unit pada 2028. Jumlah itu berbanding terbalik dengan kapasitas produksi Molinas yang baru dirancang untuk 100 ribu unit per tahun.

Empat Syarat yang Menentukan Status Molinas

Kriteria pertama yang tak bisa ditawar adalah komponen lokal. TKDN minimal 60 persen mencakup tiga kelompok utama: powertrain, frame atau struktur, serta plastik dan body panel. Angka ini lebih tinggi dari aturan umum kendaraan listrik yang hanya mewajibkan TKDN 40 persen untuk mendapat insentif.

Syarat kedua menyangkut aspek non-fisik: desain dan rekayasa wajib dikembangkan di dalam negeri. Artinya, pabrikan tidak boleh sekadar merakit dari CKD (completely knocked down) lalu menempelkan merek lokal.

Ketiga, baterai yang digunakan harus berbasis nikel untuk mendukung hilirisasi nasional. Terakhir, harga jual harus terjangkau sesuai kebutuhan pasar domestik.

Populasi Motor Konvensional Jadi Ladang Panen

Peluang pasar Molinas terbuka lebar. Data Kemenko Perekonomian mencatat populasi motor konvensional di Indonesia mencapai 145,25 juta unit, sementara motor listrik baru terisi 229.554 unit hingga Desember 2025. Artinya, penetrasi kendaraan listrik roda dua baru menyentuh 0,16 persen dari total pasar.

Proyeksi dampak ekonomi program ini pun cukup mencengangkan. Sepanjang 2027 hingga 2037, Molinas diproyeksikan menghemat subsidi BBM hingga Rp82,2 triliun dengan asumsi 11 juta unit beroperasi pada 2037.

Ekosistem ini juga diperkirakan menghasilkan nilai ekonomi Rp150 triliun selama 2026 sampai 2031. Sektor manufaktur, komponen, baterai, dan infrastruktur pengisian daya bakal menyerap sekitar 215 ribu tenaga kerja baru.

Substitusi Impor Minyak dan Dampak Neraca Dagang

Ada satu lagi manfaat yang jarang disorot: penguatan neraca perdagangan. Substitusi impor minyak dari konversi kendaraan listrik ditaksir mencapai Rp45 triliun. Ini bukan sekadar soal kendaraan ramah lingkungan, melainkan strategi mengurangi ketergantungan energi fosil impor.

Dengan hanya dua pemain yang lolos seleksi, pemerintah tampak sengaja menjaga standar ketat. Gesits dan Alva kini memikul tanggung jawab sebagai pionir yang membuktikan bahwa motor listrik buatan Indonesia mampu bersaing dari sisi kualitas dan harga.

Pertanyaannya sekarang, mampukah merek lain menyusul? Kapasitas produksi yang hanya 100 ribu unit per tahun jelas belum cukup menjawab lonjakan permintaan 1,5 juta unit dalam tiga tahun ke depan. Celah pasar ini terbuka lebar bagi pabrikan yang serius membangun pabrik dan riset di dalam negeri, bukan sekadar merakit.

Sumber: cnnindonesia.com

Follow www.indragirione.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks