Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir mempertegas dedikasinya dalam memperluas akses imunisasi rutin yang menyeluruh bagi bayi dan anak. Hal ini ditandai dengan digelarnya forum koordinasi dan advokasi tentang pengendalian PD3I yang resmi dibuka pada Selasa (18/8) di Hotel Harmona Inn, Tembilahan.
Pembukaan acara dilakukan secara simbolis oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Muammar Ghaddafi, yang mewakili Bupati Inhil. Turut hadir Ketua TP PKK Inhil, Katerina Susanti Herman, yang juga menjadi narasumber bersama Sekretaris Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Matzen; Kepala Dinas PMD; serta para pemangku kepentingan lainnya.
Dalam pidato yang disampaikan oleh staf ahlinya, Bupati Inhil menyoroti imunisasi sebagai salah satu intervensi kesehatan masyarakat yang paling efisien dan memiliki tingkat keamanan tinggi. Metode ini telah terbukti melindungi anak-anak dari berbagai penyakit serius yang dapat menyebabkan disabilitas permanen hingga kematian.
"Kita perlu bergerak bersama merancang strategi konkret untuk meningkatkan pemerataan dan kualitas imunisasi yang berkelanjutan. Kami berharap tidak ada anak yang terabaikan haknya atas perlindungan imunisasi hanya karena hambatan geografis, minimnya informasi, atau berbagai kendala lainnya," demikian harapan yang disampaikan Bupati.
Untuk itu, Bupati menginstruksikan seluruh jajaran pemerintahan daerah, kecamatan, desa, kader Posyandu, PKK, tokoh agama, dan masyarakat untuk aktif menyebarluaskan pemahaman yang benar tentang esensi imunisasi.
"Perjuangan kita saat ini adalah melawan maraknya informasi keliru yang beredar di masyarakat. Padahal, imunisasi nyatanya memperkuat sistem imun untuk memerangi virus dan bakteri pemicu penyakit mematikan. Ini pesan edukasi yang wajib kita gaungkan," tegas Staf Ahli.
Katerina Susanti, yang memimpin TP PKK Inhil, menyoroti urgensi imunisasi secara mendalam. Ia menggarisbawahi harapannya agar seluruh anak di Inhil mendapatkan vaksinasi lengkap, baik dosis dasar maupun lanjutan.
"Buah hati kita di Inhil adalah aset berharga yang akan menjadi penerus pembangunan. Perlindungan dari PD3I lewat vaksinasi bukan hanya kewajiban medis, melainkan bentuk cinta nyata untuk mewujudkan Generasi Emas Inhil yang unggul, cerdas, dan berbudi pekerti," tutur Katerina yang juga menjabat sebagai Ketua Pembina Posyandu Inhil.
Katerina juga mendorong peran aktif PKK dalam memperkuat ketahanan kesehatan keluarga melalui imunisasi dengan berbagai inisiatif. Mulai dari melakukan pemetaan akurat terhadap balita yang belum menerima vaksin atau imunisasinya tidak lengkap di setiap RT, RW, dan kelompok Dasa Wisma; melakukan kunjungan langsung ke rumah warga untuk memberi penyuluhan kepada ibu hamil dan orang tua perihal urgensi imunisasi; menjamin kehadiran orang tua untuk membawa balita ke Posyandu secara teratur; serta menjalin kerja sama erat dengan Kepala Desa, pemuka agama, tokoh masyarakat, dan tenaga kesehatan Puskesmas.
Berbagai inisiatif tersebut telah mendapatkan pengakuan dari Kementerian Kesehatan RI. Penghargaan ini diberikan lantaran Kabupaten Inhil berhasil mencapai target daerah dengan tingkat capaian 97,94 persen berdasarkan verifikasi data hingga 15 Oktober 2025.