Pencarian

Review CMF Clip Pro: TWS Clip-On Rp 1,7 Jutaan dengan LDAC, Nyaman Tapi Bukan untuk Semua

Jumat, 21 Agustus 2026 • 11:32:00 WIB
Review CMF Clip Pro: TWS Clip-On Rp 1,7 Jutaan dengan LDAC, Nyaman Tapi Bukan untuk Semua
Earbud CMF Clip Pro dijepitkan pada daun telinga dengan bobot 5,9 gram per unit.

CMF by Nothing resmi meluncurkan TWS terbarunya, Clip Pro, di Indonesia melalui distributor resmi Erajaya Digital. Produk ini hadir dengan pendekatan berbeda dari kebanyakan TWS di pasaran: alih-alih dimasukkan ke liang telinga, earbud ini dijepitkan ke daun telinga. Konsep open-ear seperti ini memang sedang naik daun, tapi eksekusinya di harga Rp 1,7 jutaan perlu dilihat lebih dekat.

Kami mencoba Clip Pro untuk aktivitas harian seperti mendengarkan musik, podcast, dan panggilan telepon. Perlu dicatat, ini adalah kesan awal setelah pemakaian beberapa hari, bukan kesimpulan jangka panjang soal durabilitas.

Desain Clip-On 5,9 Gram: Ringan dan Stabil, Tapi Butuh Adaptasi

Bobot masing-masing earbud hanya 5,9 gram. Ini angka yang sangat impresif dan langsung terasa saat dipakai. Klaim stabilitas dari desain 3-Point Clip Design yang diusung CMF terbukti akurat untuk penggunaan santai—jalan kaki atau duduk di meja kerja sama sekali tidak masalah.

Namun, ada catatan penting. Karena bentuknya menjepit, pengguna dengan daun telinga tipis atau kecil mungkin akan merasakan tekanan di area tertentu setelah pemakaian lebih dari satu jam. Konsep open-ear juga berarti tidak ada isolasi noise sama sekali. Suara kendaraan, obrolan orang, atau suara AC kantor akan ikut terdengar. Ini memang tujuan desainnya, tapi pastikan kamu siap dengan lingkungan yang tidak selalu tenang.

Kualitas Audio: LDAC dan Driver 10,8 mm, tapi Bass Bukan Andalan Utama

CMF membekali Clip Pro dengan driver dinamis dual-magnet 10,8 mm dan dukungan Hi-Res Audio via codec LDAC. Pada koneksi dengan smartphone Android yang mendukung LDAC, detail suara yang dihasilkan cukup baik untuk kelas open-ear. Vokal terasa bersih dan instrumen high-end tidak terdengar sengau atau pecah.

Fitur Ultra Bass Technology yang diklaim CMF bekerja cukup efektif, tapi jangan berharap sensasi bass seperti TWS in-ear dengan driver besar. Karakter suaranya cenderung datar dengan penekanan di midrange—cocok untuk podcast dan musik pop, kurang greget untuk genre EDM atau hip-hop yang mengandalkan sub-bass dalam.

Satu hal yang perlu diuji lebih lama adalah Sound Seal System yang diklaim meminimalkan kebocoran suara. Pada volume di atas 70%, orang di dekatmu tetap bisa mendengar suara yang keluar dari earbud ini.

Fitur Lengkap: Smart Dial, Dual Connection, dan Mikrofon yang Jernih

Charging case Clip Pro punya tombol fisik bernama Smart Dial yang bisa diputar dan ditekan. Fungsinya untuk kontrol volume dan navigasi lagu. Responsnya cepat dan lebih presisi dibanding kontrol sentuh di banyak TWS lain yang sering salah pencet.

Untuk panggilan, kombinasi empat mikrofon HD dan VPU-powered Clear Voice Technology bekerja baik di ruangan hening. Suara lawan bicara terdengar jelas, dan lawan bicara kami tidak mengeluhkan kebisingan latar yang terlalu mengganggu saat kami berada di dekat jalan raya.

Fitur pendukung lainnya juga lengkap: Bluetooth 5.4, dual device connection untuk dua perangkat sekaligus, Low Latency Mode untuk gaming, serta Google Fast Pair dan Microsoft Swift Pair. Sertifikasi IP54 membuatnya aman dari keringat dan percikan air, jadi cocok untuk olahraga ringan.

Baterai: Klaim 32,5 Jam, Realistis untuk Pemakaian Harian

CMF mengklaim earbud mampu bertahan 10 jam dalam sekali charge, dan total 32,5 jam dengan charging case. Untuk pemakaian normal dengan volume 60% dan koneksi LDAC aktif, angka 10 jam tersebut terasa realistis—mungkin berkurang 1-2 jam jika volume dipaksa maksimal atau Low Latency Mode selalu aktif.

Charging case-nya sendiri tidak mendukung wireless charging, jadi kamu harus mengisi lewat kabel USB-C. Ini bukan masalah besar di kelas harga ini, tapi perlu dicatat.

Kelebihan dan Kekurangan CMF Clip Pro

Setelah pemakaian beberapa hari, berikut rangkuman kami:

Kelebihan:

  • Bobot super ringan (5,9 gram per earbud), nyaris tidak terasa saat dipakai
  • Dukungan codec LDAC dan Hi-Res Audio untuk detail suara yang baik
  • Fitur lengkap: dual connection, low latency mode, Google Fast Pair, IP54
  • Smart Dial pada case memberikan kontrol fisik yang presisi

Kekurangan:

  • Tidak ada isolasi noise—suara sekitar akan selalu terdengar
  • Bass kurang dalam untuk genre musik yang mengandalkan sub-bass
  • Kebocoran suara cukup terdengar di volume tinggi
  • Harga Rp 1.699.000 terasa premium untuk kategori open-ear TWS

Verdict: Siapa yang Cocok Membeli CMF Clip Pro?

CMF Clip Pro adalah produk yang sangat spesifik. Ia bukan pengganti TWS in-ear dengan ANC yang harganya sama. Ia dirancang untuk kamu yang prioritas utamanya adalah kesadaran situasional—misalnya saat berlari di luar ruangan, bersepeda, atau bekerja di kantor yang butuh tetap mendengar rekan bicara.

Dengan harga Rp 1.699.000, kamu membayar untuk kenyamanan ergonomis dan fitur konektivitas yang lengkap. Jika kamu mencari TWS untuk mendengarkan musik dengan isolasi penuh dan bass mantap, produk ini bukan jawabannya. CMF Clip Pro lebih cocok untuk mereka yang mengutamakan kenyamanan dan keamanan di lingkungan sekitar daripada kualitas audio maksimal.

Sumber: inet.detik.com

Follow www.indragirione.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks