INDRAGIRIONE.COM — Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (HIMPERRA) Ari Tri Priyono mengungkap penjualan rumah subsidi tahun ini turun jauh lebih dalam dibandingkan masa pandemi COVID-19. Pernyataan itu disampaikan dalam program Squawk Box CNBC Indonesia, Senin (5/10/2026). Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Pandemi COVID-19 pada 2020-2021 lalu menjadi salah satu periode terberat bagi sektor properti Tanah Air. Kini, menurut HIMPERRA, kondisi penjualan rumah subsidi justru tercatat lebih parah dari periode tersebut. Temuan ini menjadi sinyal penting bagi para pengembang dan calon pembeli rumah subsidi di seluruh Indonesia.
Penurunan Lebih Dalam dari Masa Pandemi
Ari Tri Priyono menyebut penjualan rumah subsidi tahun ini turun jauh lebih buruk ketimbang saat pandemi COVID-19. Artinya, tekanan yang dihadapi segmen perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah saat ini berada di level yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Pandemi COVID-19 sendiri sempat melumpuhkan berbagai sektor ekonomi, termasuk properti. Namun, data yang diungkap HIMPERRA menunjukkan bahwa kondisi tahun ini mencatatkan penurunan yang lebih tajam.
HIMPERRA merupakan organisasi yang menaungi para pengembang perumahan rakyat di Indonesia. Pernyataan ketua umumnya ini menjadi salah satu indikator awal melemahnya permintaan rumah subsidi di pasar.
Dampak bagi Calon Pembeli dan Pengembang
Penurunan penjualan rumah subsidi berdampak langsung pada dua pihak. Pertama, pengembang yang mengandalkan segmen ini sebagai tulang punggung bisnis. Kedua, masyarakat berpenghasilan rendah yang membutuhkan hunian terjangkau.
Ketika penjualan melemah, pengembang biasanya menahan laju pembangunan proyek baru. Ujungnya, stok rumah subsidi yang tersedia di pasar bisa ikut menyusut.
Bagi calon pembeli, kondisi ini bisa berarti dua hal. Di satu sisi, permintaan yang lesu berpotensi membuat pengembang lebih agresif menawarkan unit. Di sisi lain, pasokan yang terbatas bisa mempersulit akses ke rumah subsidi di lokasi tertentu.
Faktor yang Perlu Dicermati
Ari Tri Priyono tidak merinci penyebab spesifik di balik anjloknya penjualan rumah subsidi tahun ini. Ia hanya menegaskan bahwa penurunannya jauh lebih buruk dibandingkan saat pandemi COVID-19.
Sejumlah faktor umum biasanya memengaruhi penjualan rumah subsidi, seperti daya beli masyarakat, suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR), dan kebijakan insentif pemerintah. Namun, HIMPERRA belum menyebut faktor mana yang paling dominan dalam kondisi kali ini.
Informasi Lengkap
Penjelasan utuh Ari Tri Priyono mengenai penjualan rumah subsidi dapat disaksikan dalam program Squawk Box CNBC Indonesia edisi Senin (5/10/2026). Program tersebut membahas langsung kondisi terkini sektor perumahan rakyat.
Masyarakat yang ingin mengetahui informasi resmi terkait program rumah subsidi dapat mengakses kanal Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman serta penyedia KPR subsidi. Pastikan seluruh informasi diperoleh dari sumber resmi.
Waspadai pihak-pihak yang mengatasnamakan program rumah subsidi dan meminta biaya di luar ketentuan. Laporkan segala bentuk penipuan atau pungutan liar kepada kanal pengaduan resmi pemerintah.