INDRAGIRIONE.COM — Xavi Hernández resmi diperkenalkan sebagai pelatih baru Timnas Belanda pada Selasa (12/8) waktu setempat. Legenda Barcelona itu menggantikan Ronald Koeman dan langsung menegaskan ambisinya: mengembalikan gaya sepak bola menyerang khas Belanda.
"Perasaan saya hari ini adalah saya akan pergi ke universitas sepak bola," ujar Xavi dalam sesi perkenalan perdana. "Saya belajar banyak dari universitas sepak bola ini selama karier saya sebagai pemain dan pelatih. Saya punya banyak koneksi dengan negara ini."
Jejak Belanda dalam Karier Xavi
Hubungan Xavi dengan sepak bola Belanda terbangun sejak lama. Ia dibina di La Masia, akademi Barcelona yang fundamentalnya berakar pada total football ala Rinus Michels dan Johan Cruyff. Debut tim utamanya terjadi di bawah asuhan Louis van Gaal, sebelum berkembang pesat bersama Frank Rijkaard dan Pep Guardiola.
Kenangan paling berkesan bagi Xavi adalah pertemuannya dengan Cruyff menjelang sang legenda wafat pada 2016. "Dengan Johan di periode terakhir hidupnya, saya beberapa kali bertemu. Dia selalu positif. Bahkan saat sakit, dia tetap positif. Yang saya pelajari: selalu tersenyum. Ini yang ingin saya tunjukkan kepada para pemain," kenang Xavi.
Formasi 4-3-3, Bukan Lima Bek
Xavi menegaskan tidak akan mengikuti jejak pendahulunya yang kerap memakai lima bek. Ia lebih memilih formasi menyerang khas Belanda.
"Itu bukan ide saya. Kami ingin bermain dengan sistem lain seperti 4-3-3, 4-2-3-1, atau 3-4-3. Dalam sistem-sistem itu kami bisa mendominasi permainan lebih banyak," tegas pelatih berusia 46 tahun tersebut.
Ia juga buka suara soal kemungkinan memanggil pemain dari Liga Arab Saudi, menyusul kepindahan Tijjani Reijnders dari Manchester City ke Al-Qadsiah pekan lalu. Sikap ini berbeda dengan Koeman yang mencoret Steven Bergwijn usai pindah ke Al-Ittihad dua tahun lalu. "Itu liga yang bagus juga. Saya tidak peduli dari liga mana pemain berasal, saya peduli pada performa mereka," kata Xavi.
Proses Panjang KNVB Sebelum Pilih Xavi
Direktur sepak bola elit KNVB, Nigel de Jong, mengungkapkan proses panjang di balik penunjukan Xavi. Awalnya ia mencoba menghubungi Pep Guardiola yang menolak, lalu menggelar dua pertemuan dengan Arne Slot yang memilih tetap melatih klub. Barulah Xavi diundang ke Amsterdam untuk bertemu de Jong dan Clarence Seedorf.
Menariknya, KNVB sempat mempertimbangkan Michael Reiziger, pelatih Timnas U-21 Belanda yang merupakan mantan rekan setim Xavi di Barcelona. Namun pada 12 Agustus, pengumuman mengejutkan muncul: Xavi yang jadi pelatih anyar. "Saya tidak masalah jadi pilihan ketiga atau kesepuluh. Ini kehormatan besar berada di sini," ujar Xavi diplomatis.
Ujian Perdana: Hadapi Jerman dan Klopp
Laga perdana Xavi bersama De Oranje akan tersaji di Nations League melawan Jerman di Amsterdam pada 24 September. Ia akan berhadapan dengan Jürgen Klopp yang juga memulai pekerjaan baru sebagai pelatih Jerman.
"Saya merasa senang dan termotivasi karena kami akan melawan Jerman, salah satu tim terbaik Eropa dan salah satu pelatih terbaik dalam beberapa tahun terakhir," tutup Xavi, yang akan didampingi asisten Ruud van Nistelrooy.