Pencarian

BBM Langka di Tembilahan, Warga Pengguna Kapal dan Pelaku Usaha Resah

Senin, 14 September 2026 • 08:41:57 WIB
BBM Langka di Tembilahan, Warga Pengguna Kapal dan Pelaku Usaha Resah

Ringkasan AI

  • Warga Tembilahan mengeluhkan keterbatasan BBM di SPBB PT Hera Inhil Mandiri.

  • Dari kuota 300 liter, warga hanya menerima sekitar 70 liter per bulan.

  • PT Hera Inhil Mandiri membenarkan stok berkurang hingga lebih dari 50 persen.

  • Kebutuhan masyarakat disebut lima kali lipat dari ketersediaan di SPBB.

  • Pertamina wilayah Riau belum memberikan tanggapan terkait pasokan BBM.

*Ringkasan ini dibuat dengan bantuan AI

Warga Tembilahan pengguna kapal, pompong (kapal kecil), serta pelaku usaha yang menggunakan mesin diesel resah karena BBM di Tembilahan terbatas bahkan langka.

Saat awak media mewawancarai seorang warga Tembilahan berinisial IN, ia mengeluhkan keterbatasan ketersediaan minyak di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Bunker (SPBB) milik PT Hera Inhil Mandiri, Seberang Tembilahan, Ahad (13/9/2026).

IN menyebut keterbatasan minyak tersebut membuat kebutuhan masyarakat yang memiliki XSTAR belum sepenuhnya terpenuhi. Dari kuota yang seharusnya mencapai 300 liter, warga mengaku hanya mendapatkan sekitar 70 liter per bulan.

“Jika kuota 300 maksimal cuma bisa dua jeregen atau 70 liter. Kondisi ini tentu belum mencukupi kebutuhan masyarakat, apa lagi kami butuh menambang pompong setiap hari yang menjadi pekerjaan utama untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” ujar IN.

Menurut IN, persoalan ketersediaan minyak tersebut cukup dirasakan masyarakat yang bergantung pada pasokan dari SPBB untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sementara itu, pihak PT Hera Inhil Mandiri membenarkan adanya keterbatasan stok minyak di SPBB mereka. Asisten Manajer (AsMen) PT Hera Inhil Mandiri, Hendi Ariyandi, mengatakan kondisi tersebut terjadi karena pasokan minyak yang tersedia saat ini mengalami penurunan cukup signifikan.

“Minyak yang kami sediakan itu berkurang, bahkan hilang hingga 50 persen lebih dari biasanya,” kata Hendi saat dikonfirmasi Media ini.

Ia menjelaskan, kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut saat ini jauh lebih besar dibandingkan dengan ketersediaan minyak yang diterima SPBB.

“Kebutuhan masyarakat dengan kuota yang ada di Pertamina hari ini sangat jauh, bahkan lima kali lipat dibandingkan dengan ketersediaan yang ada di SPBB kami,” jelasnya.

Hendi menegaskan, keterbatasan penyaluran bukan disebabkan pihak SPBB sengaja menahan minyak ataupun tidak memberikan kuota kepada masyarakat yang memiliki XSTAR.

“Ini bukan untuk menahan-nahan ataupun tidak memberikan kuota kepada masyarakat yang memiliki XSTAR, karena memang stok ketersediaan kami yang terbatas,” tegasnya.

Kondisi tersebut membuat penyaluran minyak kepada masyarakat untuk sementara menyesuaikan dengan jumlah stok yang tersedia di SPBB PT Hera Inhil Mandiri.

Kepala cabang operasional komersial Pertamina untuk wilayah Provinsi Riau Wilson Eddi Wijaya saat dikonfirmasi melalui Wa dan Telp belum memberikan tanggapan dan jawaban terkait pendistribusian serta ketersediaan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dari Pertamina untuk wilayah Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.

Follow www.indragirione.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks