Pencarian

Musim Panas 2026 di AS Pecahkan Rekor Terpanas, Lampaui Era Dust Bowl

Jumat, 11 September 2026 • 06:41:02 WIB
Musim Panas 2026 di AS Pecahkan Rekor Terpanas, Lampaui Era Dust Bowl
Data NOAA menunjukkan musim panas 2026 di Amerika Serikat mencatat suhu rata-rata terpanas sejak pencatatan dimulai pada 1895.

INDRAGIRIONE.COMParagraf pembuka: Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional AS (NOAA) merilis data yang menempatkan musim panas 2026 sebagai yang terpanas sejak pencatatan dimulai pada 1895. Suhu rata-rata wilayah daratan utama AS — 48 negara bagian, tidak termasuk Alaska dan Hawaii — mencapai 74,4°F atau sekitar 23,6°C sepanjang Juni hingga Agustus. Angka itu memecahkan rekor sebelumnya yang tercatat pada 1936 dan 2021 dengan selisih 0,4°F.

Empat dari Lima Musim Panas Terpanas Terjadi dalam Lima Tahun Terakhir

Yang membuat rekor ini mencolok bukan hanya angkanya, melainkan polanya. Empat dari lima musim panas terpanas dalam sejarah AS terjadi hanya dalam lima tahun terakhir. Musim panas 2022 dan 2024 masing-masing menempati peringkat keempat dan kelima terpanas.

Agustus 2026 juga mencatat rekor tersendiri. Suhu rata-rata mencapai 75,6°F, menjadikannya Agustus terpanas sejak pencatatan dimulai. Sebelumnya, NOAA mencatat Juli 2026 sebagai bulan terpanas sepanjang sejarah untuk wilayah 48 negara bagian AS.

"Hal ini terjadi persis seperti yang diprediksi oleh para ilmuwan beberapa dekade yang lalu," ujar Andrew Dessler, ilmuwan iklim dari Texas A&M University, kepada AFP, Kamis (10/9/2026).

Menurut Dessler, persoalannya kini bukan lagi apakah rekor suhu panas akan kembali terpecahkan, melainkan apakah pemerintah dan masyarakat akan mengambil tindakan untuk menghadapi perubahan iklim.

Melampaui Rekor Era Dust Bowl 1936

Rekor panas 2026 bahkan melampaui kondisi ekstrem era Dust Bowl pada 1930-an, ketika kekeringan parah dan suhu ekstrem melanda wilayah Great Plains. Musim panas 1936 selama ini dikenal sebagai salah satu periode panas paling ekstrem dalam sejarah AS.

"Kita telah melampaui rekor musim panas saat kekeringan Dust Bowl tahun 1936, namun selisihnya sangat tipis; ibarat hasil akhir balapan yang sangat ketat," kata kepala bagian pemantauan di Pusat Informasi Lingkungan Nasional NOAA, Karin Gleason.

Ada perbedaan karakter antara rekor 1936 dan 2026. Pada 1936, rekor terutama didorong suhu siang hari yang sangat tinggi. Pada 2026, suhu malam hari juga luar biasa hangat. Pemanasan global membuat atmosfer mampu menahan lebih banyak kelembapan, menghambat pelepasan panas pada malam hari sehingga suhu tidak turun signifikan.

"Rekor musim panas ini tentu sejalan dengan apa yang kita perkirakan akibat perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia. Seiring memanasnya AS dan planet ini secara keseluruhan, gelombang panas menjadi lebih sering terjadi dan lebih intens," ujar ilmuwan iklim Berkeley Earth, Zeke Hausfather.

Hausfather menilai kondisi ini menjadi tanda bahaya. Suhu yang semakin panas meningkatkan tekanan terhadap tubuh akibat panas, permintaan listrik untuk pendingin ruangan, serta beban terhadap infrastruktur dan sistem kesehatan masyarakat.

Kekeringan Meluas, Danau Mead Menyusut

Masalah AS tidak hanya berasal dari suhu ekstrem. Curah hujan selama musim panas juga berada di bawah rata-rata. Sekitar 59,1% wilayah 48 negara bagian AS berada dalam kondisi kekeringan per 1 September, naik lebih dari 10 poin persentase dibanding awal Agustus.

Secara keseluruhan, curah hujan Juni hingga Agustus berada di sepertiga terbawah dalam catatan sejarah. Pada Agustus saja, curah hujan rata-rata AS mencapai 2,30 inci, atau 0,32 inci di bawah rata-rata abad ke-20. Kondisi itu menjadikan Agustus 2026 sebagai salah satu Agustus terkering dalam catatan, sekaligus yang terkering sejak 2000.

Kekeringan meluas di sejumlah wilayah, terutama bagian barat AS, Great Basin, Pegunungan Rocky, Northern Plains, Midwest bagian atas hingga wilayah selatan. Dampaknya terlihat pada sumber daya air. Permukaan air Danau Mead, salah satu waduk terbesar di AS, turun ke tingkat yang sangat rendah.

Kondisi cuaca ekstrem tidak terjadi secara seragam. Indiana dan Ohio mencatat curah hujan Agustus tertinggi sepanjang sejarah pencatatan negara bagian tersebut. Hawaii mengalami kondisi berbeda — Badai Lala membawa hujan deras dan membantu menjadikan Agustus 2026 sebagai Agustus terbasah kedua dalam catatan Hawaii.

Ancaman Belum Berakhir

Panas ekstrem belum sepenuhnya berakhir. NOAA memperkirakan sejumlah wilayah AS masih berpeluang mengalami suhu di atas rata-rata sepanjang September, terutama bagian Southwest, Pegunungan Rocky, Great Lakes, Gulf Coast, dan Southeast.

Fenomena iklim global juga menjadi perhatian karena pola El Niño diperkirakan menguat dan dapat memengaruhi pola cuaca di berbagai belahan dunia. Para ilmuwan menilai kombinasi perubahan iklim jangka panjang dan fenomena El Niño berpotensi memperburuk kondisi cuaca ekstrem di berbagai kawasan.

Penutup: Deretan rekor yang pecah dalam lima tahun terakhir menegaskan bahwa pemanasan global bukan lagi proyeksi masa depan, melainkan kondisi yang sedang berlangsung. Bagi AS, konsekuensinya mencakup tekanan pada jaringan listrik, pasokan air, hingga sistem kesehatan publik — persoalan yang kini menuntut respons kebijakan, bukan sekadar pencatatan data.

Sumber: cnbcindonesia.com

Follow www.indragirione.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks