Pencarian

Pertamina Targetkan Semua SPBU Salurkan Biosolar B50 Akhir September 2026

Sabtu, 12 September 2026 • 06:01:02 WIB
Pertamina Targetkan Semua SPBU Salurkan Biosolar B50 Akhir September 2026
Pertamina menargetkan seluruh SPBU menyalurkan Biosolar B50 pada akhir September 2026.

INDRAGIRIONE.COM — Direktur Pemasaran Ritel PT Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto menyatakan sebagian besar terminal BBM telah menyediakan stok B50. Menurutnya, tinggal wilayah tertentu yang belum sepenuhnya beralih karena masih memiliki stok Biosolar B40 dalam jumlah tinggi.

"Diharapkan akhir September kita sudah masuk ke B50 semuanya," ujar Eko dalam acara Pertamax Journey di Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Jumat (11/9).

Apa Itu Biosolar B50 dan Bedanya dengan B40

B50 adalah bahan bakar yang terdiri dari campuran 50 persen biodiesel atau Fatty Acid Methyl Ester (FAME) berbasis kelapa sawit dengan 50 persen solar fosil. Angka 50 merujuk pada persentase kandungan nabati dalam campuran.

Sebelumnya, SPBU di Indonesia mayoritas menyalurkan Biosolar B40 dengan komposisi 40 persen FAME. Kenaikan bauran ke 50 persen berarti kebutuhan biodiesel nasional ikut naik, sejalan dengan target pemerintah menekan impor solar.

Maluku dan Papua Masih Transisi

Dua wilayah yang belum sepenuhnya menyalurkan B50 adalah Maluku dan Papua. Menurut Eko, keduanya masih harus menghabiskan sisa stok Biosolar B40 yang stoknya masih cukup tinggi.

Pola ini lazim dalam transisi bahan bakar bersubsidi. Setiap daerah menyesuaikan waktu peralihan dengan kecepatan konsumsi dan kapasitas distribusi masing-masing terminal BBM.

Pertamax Green 95 dan Dorongan Bioetanol

Selain biodiesel, Pertamina memperluas penetrasi bensin yang dicampur bioetanol melalui Pertamax Green 95. Dalam tiga tahun terakhir, distribusi produk ini mencakup Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Barat, hingga sebagian wilayah Jakarta.

Eko menyebut pemerintah tengah mematangkan regulasi untuk memperluas kewajiban penggunaan etanol. Targetnya, seluruh produk bensin yang beredar di pasaran dapat dicampur bahan bakar nabati secara bertahap.

"Rencananya juga saat ini pemerintah sedang menggodok kebijakannya dan insyaallah mungkin dalam 1-2 tahun ke depan semua produk gasolin akan berbasis etanol," ujar Eko.

Insentif Cukai Etanol Masih Diusulkan

Untuk memperlancar transisi energi tersebut, Pertamina bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan lembaga terkait tengah mengajukan permohonan insentif berupa pembebasan cukai untuk etanol berbasis bahan bakar.

Insentif fiskal ini dinilai krusial karena harga etanol nabati masih lebih mahal dibanding bensin fosil. Tanpa keringanan cukai, selisih harga berpotensi membebani konsumen dan menghambat perluasan pemakaian.

Arti bagi Pelaku Usaha dan Konsumen

Bagi pelaku usaha di sektor logistik dan transportasi darat, peralihan ke B50 berarti penyesuaian bertahap pada armada diesel. Kualitas pembakaran dan perawatan mesin perlu diperhatikan, terutama pada kendaraan yang sebelumnya rutin memakai B40.

Dari sisi konsumen, harga Biosolar bersubsidi tetap diatur pemerintah, sehingga kenaikan bauran tidak otomatis menaikkan harga di pompa. Yang berubah adalah komposisi campuran dan dampaknya pada konsumsi solar fosil nasional.

Target akhir September 2026 menjadi ujian pertama seberapa mulus rantai distribusi Pertamina menyalurkan B50 ke seluruh wilayah, termasuk daerah dengan infrastruktur logistik terbatas seperti Maluku dan Papua.

Sumber: cnnindonesia.com

Follow www.indragirione.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks