Pencarian

Pertamina NRE Luncurkan Pusat Bioetanol Lampung, Targetkan 1 Juta KL per Tahun

Selasa, 15 September 2026 • 06:03:31 WIB
Pertamina NRE Luncurkan Pusat Bioetanol Lampung, Targetkan 1 Juta KL per Tahun
Peresmian Bioethanol Development Center Pertamina NRE di Lampung dihadiri jajaran direksi dan pemerintah daerah.

INDRAGIRIONE.COM — Peresmian pusat pengembangan tersebut dihadiri jajaran direksi Pertamina, pemerintah daerah, hingga mitra strategis dari sektor otomotif. Kehadiran Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu serta Komisaris Utama PT Pertamina Mochamad Iriawan menegaskan urgensi percepatan ekosistem energi terbarukan berbasis sumber daya lokal.

Strategi Multi-Feedstock dan Sorgum

Direktur Utama Pertamina NRE John Anis menjelaskan bahwa fasilitas ini menerapkan pendekatan multi-generation technology. Artinya, teknologi tidak hanya bergantung pada satu jenis bahan baku, melainkan memanfaatkan beragam potensi biomassa yang tersedia di Indonesia.

Sorgum menjadi fokus utama dalam uji coba ini karena produktivitasnya yang kompetitif. "Yang menarik dari sorgum ini, selain produktivitasnya, siklusnya juga bisa tiga kali panen dalam setahun," ujar John Anis.

Pendekatan generasi pertama (1G) akan mengolah nira sorgum menjadi etanol. Sementara itu, batang atau sisa biomassa setelah pengambilan nira diproses menggunakan teknologi generasi kedua (2G). Strategi ini bertujuan memaksimalkan nilai ekonomi tanaman sekaligus mengurangi limbah pertanian.

Kapasitas Pilot dan Validasi Teknologi

Bioethanol Development Center di Lampung memiliki kapasitas produksi awal sebesar 60 kiloliter per tahun. Angka ini mungkin terlihat kecil dibandingkan kebutuhan nasional, namun fungsinya krusial sebagai laboratorium hidup.

Fasilitas ini digunakan untuk menguji seluruh rantai proses produksi, mulai dari pra-perlakuan (pre-treatment), hidrolisis, fermentasi, distilasi, hingga dehidrasi. Tahapan pre-treatment khusus disiapkan untuk menangani bahan baku 2G yang umumnya lebih kompleks secara kimiawi dibanding bahan baku 1G.

Hasil pengujian di skala pilot ini akan menjadi dasar penilaian teknis, ekonomi, dan komersial (technical, economic, and commercial assessment). Data tersebut menentukan apakah teknologi siap naik kelas ke tahap demonstrasi dan komersialisasi penuh.

Sinergi Industri Otomotif dan Pemerintah Daerah

Momentum peluncuran ditandai dengan dua kesepakatan penting. Pertama, nota kesepahaman antara Pertamina NRE dengan Pemerintah Provinsi Lampung terkait pengembangan agribisnis terintegrasi. Kedua, kolaborasi dengan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Toyota Tsusho Indonesia (TTI), dan asosiasi riset raBit.

Kerja sama dengan pemain otomotif Jepang ini menyoroti sisi hilir: jaminan pasar bagi produk bioetanol berkelanjutan. Kajian bersama mencakup aspek teknis hingga potensi komersial penggunaan bahan bakar nabati di kendaraan modern.

Wakil Menteri Investasi Todotua Pasaribu menilai Lampung memiliki modal kuat dengan potensi lahan 430 ribu hektare. Strategi reaktivasi lahan, sinergi dengan PTPN, serta hilirisasi singkong dan jagung dianggap mampu memperkuat ketahanan energi nasional.

"Pengembangan bioetanol dapat membentuk ekosistem yang mempertemukan pertanian, industri, teknologi, investasi, dan masyarakat dalam satu rantai ekonomi berbasis energi terbarukan," kata Todotua.

Sumber: dunia-energi.com

Follow www.indragirione.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks