20 Menit Sehari untuk Kedekatan Orang Tua dan Anak, Ini Cara Dr. Daniel Amen

Orang tua diajak meluangkan 20 menit setiap hari untuk bermain bersama anak tanpa perintah, pertanyaan, atau arahan demi memperkuat ikatan emosional.
Penulis: Ragil
Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:24:01 WIB

Kesibukan bekerja dan mengurus rumah tangga seringkali membuat Bunda merasa bersalah karena kurang quality time dengan anak. Padahal, sebuah studi dalam Frontiers in Psychology menyebutkan bahwa investasi waktu untuk anak berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan mereka. Artinya, Bunda tidak perlu menyediakan waktu seharian penuh, yang terpenting adalah bagaimana memanfaatkan momen singkat tersebut secara berkualitas.

Kunci Kedekatan: Kualitas Lebih Penting dari Durasi

Psikiater terkemuka, Dr. Daniel G. Amen, membagikan sebuah "strategi pengasuhan yang efektif" yang pernah ia sarankan kepada seorang ayah. Strategi ini sederhana namun sering terlupakan: luangkan waktu 20 menit setiap hari untuk anak.

Kuncinya bukan pada lamanya waktu, melainkan pada aturan main saat sesi 20 menit itu berlangsung. Dalam podcast-nya Change Your Brain Every Day, Dr. Daniel menekankan bahwa orang tua perlu konsisten meluangkan waktu ini untuk menjaga ikatan emosional.

Aturan 20 Menit: Bebaskan Anak Memimpin Permainan

Inilah bagian terpenting yang membedakan metode ini dari sekadar bermain biasa. Selama 20 menit tersebut, Bunda dan Ayah hanya perlu hadir sepenuhnya dan mengikuti keinginan anak. Berikut aturan mainnya:

  • Tanpa perintah: Biarkan anak yang memutuskan ingin bermain apa.
  • Tanpa pertanyaan: Hindari interogasi seperti "kok mainnya gitu?" atau "belajar sama ayah yuk?"
  • Tanpa arahan: Jangan memberikan instruksi atau mengoreksi cara bermain anak.

Fokusnya hanya satu: bersenang-senang bersama. Meski terlihat mudah, metode ini cukup menantang jika Bunda memiliki lebih dari satu anak. Namun, mencoba melakukannya secara bergantian tetap lebih baik daripada tidak sama sekali.

Mengapa Waktu Tanpa Gangguan Ini Begitu Berpengaruh?

Saat Bunda memberikan perhatian penuh tanpa intervensi, anak merasa dirinya benar-benar dilihat dan dihargai. Perasaan aman ini menjadi fondasi keterikatan (attachment) yang sehat. Anak belajar bahwa kehadiran Bunda adalah ruang yang aman bagi mereka untuk mengekspresikan diri, baik saat senang maupun sedih.

Kondisi ini juga membangun kepercayaan diri anak. Mereka merasa pendapat dan pilihannya penting, sehingga lebih terbuka untuk berkomunikasi dengan orang tua di kemudian hari.

Menjaga Hubungan Tetap Erat: Lebih dari Sekadar Waktu Bermain

Setelah fondasi kedekatan terbentuk, Bunda perlu merawatnya agar tetap kuat. Dilansir dari BBC, ada beberapa sikap yang bisa Bunda terapkan sehari-hari untuk menjaga kualitas hubungan dengan anak:

1. Jadilah Tempat Berlindung yang Konsisten. Saat anak merasa cemas, takut, atau butuh kepastian, tunjukkan bahwa Bunda selalu ada untuknya. Pelukan dan kata-kata penenang sederhana sudah cukup untuk membuatnya merasa aman.

2. Validasi Semua Perasaan Anak. Berikan ruang bagi anak untuk mengungkapkan kesedihan atau frustrasinya. Saat Bunda tetap tenang dan tidak langsung menghakimi, anak belajar mendefinisikan perasaannya sendiri—apakah itu marah, sedih, atau kecewa. Dengan begitu, ia paham bahwa semua emosi itu normal dan bisa dikelola lewat komunikasi.

3. Bantu Anak Memecahkan Masalahnya Sendiri. Alih-alih langsung memberi solusi, dorong anak untuk mencari strategi penyelesaian masalahnya. Cara ini mengajarkan bahwa perasaan sulit itu datang dan pergi, dan mereka punya kemampuan untuk mengatasinya dengan dukungan orang tua.

Membangun kedekatan dengan anak tidak harus rumit. Dengan konsisten meluangkan 20 menit sehari tanpa gangguan, Bunda sudah meletakkan batu bata terkuat untuk hubungan yang hangat dan terbuka hingga ia dewasa nanti. Selamat mencoba, Bunda!

Reporter: Ragil