Dirut PLN Darmawan Prasodjo Diduga Abuse of Power Rombak Petinggi Anak Usaha
INDRAGIRIONE.COM — Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo diduga melakukan penyalahgunaan wewenang lewat perombakan direksi dan komisaris di PLN Batam serta PLN Nusantara Power Construction (NPC) menjelang Lebaran Idul Fitri 1446 H. Perombakan berlangsung saat sejumlah jabatan direksi di sub holding PLN justru masih kosong dan RUPS PLN Holding belum digelar.
Darmawan Prasodjo masih menjabat sebagai orang nomor satu di PT PLN (Persero). Di tengah gelombang perombakan direksi di sejumlah BUMN lain, posisi pria yang akrab disapa Darmo itu justru tak tersentuh. Sejumlah pihak mempertanyakan mengapa Pertamina, Garuda Indonesia, dan Bulog sudah berganti pimpinan, sementara PLN belum.
Dugaan penyalahgunaan wewenang muncul dari perombakan direksi dan komisaris di dua entitas anak PLN. Perombakan di PLN Batam sebagai anak perusahaan dan PLN Nusantara Power Construction (NPC) sebagai perusahaan sub holding itu dilakukan beberapa hari sebelum Lebaran Idul Fitri 1446 H, atau sekitar akhir Maret lalu.
Jabatan Kosong, tapi Perombakan Tetap Jalan
Sumber internal PLN Pusat menyebut perombakan terjadi saat dua jabatan direksi di PLN Nusantara Power masih kosong. Kekosongan itu disebut karena menunggu arahan Danantara. RUPS PLN Holding sendiri belum digelar, dan tujuh direksi belum menerima surat keputusan setelah Darmawan Prasodjo bersama Direktur Keuangan Sinthya Roesly diperpanjang masa jabatannya pada November lalu.
"Padahal waktu itu alasannya kenapa dua direksi PLN Nusantara Power yang sekarang kosong sampai sekarang tidak diisi, kata Pak Dirut masih nunggu bagaimana arahan Danantara," ujar sumber di PLN Pusat.
Menurut sumber yang sama, perombakan justru menyasar posisi yang masih terisi. Posisi Direksi PLN NPC yang setara Senior Manager di Unit Induk digantikan mantan General Manager PLN UID Jawa Agung Murdifi, yang seharusnya pensiun sebagai pegawai PLN per 1 April 2025.
"Padahal pejabat Direksi sebelumnya tidak bermasalah, tapi karena Darmo menunjukkan kuasanya, dia dengan mudah bisa menempatkan orang-orangnya sekalipun harus mengorbankan pegawai lainnya," kata sumber tersebut.
Desakan Copot Darmawan Prasodjo
Ketua Umum Ikatan Wartawan Online (IWO) Teuku Yudhistira menilai ada kejanggalan dalam perlakuan terhadap PLN dibanding BUMN lain. Ia mendesak Presiden Prabowo melalui Menteri BUMN Erick Thohir mempertimbangkan perombakan jajaran direksi PLN, termasuk mengganti Darmawan Prasodjo.
"Memang agak janggal, ada apa? Pertamina, Garuda Indonesia dan Bulog saja Dirutnya diganti, kenapa PLN tidak?" kata Yudhistira.
Ia menilai masih banyak tokoh yang lebih mumpuni untuk menduduki kursi Dirut PLN. Yudhistira menyoroti kuatnya posisi Darmo yang bertahan sejak era Presiden Jokowi, dan menyinggung kemungkinan penyegaran lewat kader partai politik yang kini berkuasa.
Laporan Dugaan Korupsi Masih Diselidiki
Yudhistira bersama tim Relawan Listrik Untuk Negeri juga telah melaporkan sejumlah dugaan korupsi di PLN era kepemimpinan Darmo ke Korps Reserse Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri. Hingga kini, laporan itu masih dalam tahap penyelidikan.
"Tapi kami tetap optimis, berbagai kebobrokan di PLN bakal terbongkar dan masuk ke ranah hukum menyusul BUMN lainnya. Kita tunggu saja tanggal mainnya," ujarnya.
Posisi Darmawan Prasodjo di PLN menjadi sorotan karena berbeda dari sejumlah BUMN lain yang sudah berganti pimpinan. Jika dugaan penyalahgunaan wewenang terbukti, perombakan direksi menjelang Lebaran di dua entitas anak usaha berpotensi masuk ranah hukum menyusul kasus korupsi di BUMN lain yang kini ditangani aparat.